Cerita Cinta Bersamamu

Cerita Cinta Bersamamu
84. Cerita Cinta Bersamamu


__ADS_3

"Gak di angkat?? Angkat aja. Takut ketahuan?." Nada bicara Anna terdengar sangat sinis.


"Bukan gitu sayang. Aku belum selesai njelasin udah kamu potong-potong terus daritadi." Shane juga terlihat agak emosi.


"Njelasin apalagi?? angkat gak?? Gak berani karena ada aku?." Anna malah menantang Shane untuk menjaqab telepon dari Isha. Lalu secepat kilat Anna mengambil ponsel milik Shane dan menekan tombol jawab.


Setelah itu Anna meletakkan ponsel itu di telinga Shane. Shane sangat terkejut dan gelagapan.


"Shane.." Panggil Isha di telepon.


"Ya." Shane cuma menjawab singkat dan matanya melihat Anna. Sedangkan Anna mencoba untuk cuek dan menahan amarahnya yang siap meledak kapanpun juga.


"Mama pengen ngajak makan malam besok. Kamu bisa? Mama pengen ngucapin makasih atas bantuan kamu kemarin, Shane." terdengar nada lembut Isha mencoba untuk membujuk mantan kekasihnya itu.


"Maaf Sha, aku gak bisa."


"Kenapa menolak? Ini yang ngundang mama bukan aku." Isha berusaha untuk terus membujuk Shane.


Shane melihat ke arah kekasihnya sekali lagi, namun Anna membuang muka, "Gak bisa. Maaf! Aku ada acara sama Anna. Udah dulu ya.

__ADS_1


Shane mematikan sambungan teleponnya dengan Isha, lalu berdiri dan mendekati Anna.


"Udah ya. Ini cuma salah paham aja. Maafin aku sayang." Shane merayu Anna dengan memegang tangannya.


"Salah paham katamu? Kamu aja yang gak mau jujur. Kamu sudah bikin kepercayaanku sama kamu memudar. Entahlah, apa aku bisa percaya lagi atau enggak." Anna trrus saja membuang muka.


"Sebaiknya kita pulang saja." Anna berdiri dan berjalan meninggalkan Shane.


Shane segera memanggil Anna, "Anna, tunggu!! Gak bisa kayak gini. Kamu harusnya bisa ngerti posisiku. Aku juga gak selingkuh sama Isha."


Anna menoleh dan melotot tajam ke arah Shane, "What?? Kamu tetep gak ngerti salah kamu dimana?!!"


"Annaaaa!!!!" Shane berteriak memanggil, tapi Anna taksi online sudah berjalan.


Shane menendang tong sampah yang ada di depannya untuk meluapkan segala emosinya. Lalu dia mencoba untuk menelepon Anna tetapi tidak di angkat.


Sekali lagi dia mencoba untuk menelepon kekasihnya itu, namun hanya berujung kekecewaan pada Shane karena Anna tetap tidak mau menjawab panggilan dari Shane.


****

__ADS_1


Anna menangis tersedu-sedu di dalam taksi online. Sementara pak sopir sesekali melirik Anna, "Non...Ada tisu di sebelah kursi, kalo mau pake."


"Oh iya pak.. Maaf pak." Anna mengambil tisu dan segera menghapus air matanya.


Anna membuka pintu mobil, dan berjalan masuk ke dalam rumah tanpa menoleh kepada adiknya Arsy yang memanggilnya, "Kak.. dicari papa."


Anna tidak menggubris adiknya, sehingga membuat Arsy menggerutu, "Kenapa lagi sih dia?."


Blaammm...


Pintu kamar Anna tertutup dan Anna menguncinya, dia langsung menenggelamkan wajahnya ke dalam bantal sambil menangis tersedu-sedu.


"Hai Anna. Ini Isha. Besok mamaku ingin mengajak Shane untuk makan malam karena mau berterima kasih atas bantuan Shane yang menjagaku semalaman di rumah sakit waktu aku drop kemarin. Aku mau minta ijin sama kamu. Apakah boleh?." Begitulah kira-kira pesan dari Isha yang masuk ke ponsel Anna.


Anna terdiam sambil memandangi pesan dari Isha tersebut. Lalu dia mengomel, "Waahhh bener-bener gak tau malu dia."


Kemudian Anna menangis tersedu-sedu lagi sambil membuang ponselnya ke pinggir tempat tidur.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2