
'Ya. kamu siapa?.' Dengan ketus Anna menjawab, 'Shinta, tunangan Ray.' Shinta tersenyum mengejek. Tubuh Anna terasa lemas seketika, kaki gemetar dan seluruh wajahnya memerah menahan amarah dan tangis.
Tapi Anna segera memotong bicara Shinta sebelum semua terlanjur melebar kemana-mana. Anna berusaha menahan diri karena dia tahu dia sedang bekerja.
'Maaf, saya sedang bekerja.' Jawab Anna ketus. Shinta kembali menegaskan kalau dirinya adalah tunangan Ray. Dan Shinta mau bicara sama Anna. Tapi Anna saat ini tidak mau bicara dengan Shinta karena kondisi yang tidak memungkinkan.
'Maaf , silahkan pergi dulu. Saya sedang bekerja.' tegur Anna ketus. 'Oke, nanti aku kembali, karena aku perlu bicara sama kamu sebagai tunangan Ray.' ejek Shinta sambil melangkah keluar supermarket.
Dunia Anna serasa runtuh, tubuhnya gemetar. Tiba-tiba air mata membasahi pipinya.. Dia tidak menyangka kalau pagi ini akan meneroma berita mengejutkan seperti ini. Tanpa sadar, Anna mengambil handphone. Menulis WA ke Shane dengan emoticon menangis.
__ADS_1
Sementara Shinta langsung menelpon Ray 'Sayang, Aku baru bertemu Anna. Aku bilang sama Anna kalo aku tunanganmu.'
Ray langsung terbangun dari tempat tidur 'Hah, kamu bilang apa Shin? kamu ngapain sih ikut campur urusan pribadiku. Kamu gak perlu ganggu Anna. Dia gak salah apa-apa.' Ray membentak Shinta yang sikapnya sudah sangat keterlaluan.
Shinta terkejut 'kamu marah Ray?, aku tunanganmu, sudah seharusnya Anna tau kalo kamu sudah tunangan. Gak seharusnya kalian pacaran. Aku pengen kalian putus.'
Anna masih tidak percaya dengan apa yang terjadi tadi pagi. Seharian dia tidak konsen kerja. Waktu menunjukkan pulang kerja, Anna buru- buru ganti seragam. Keluar dari supermarket, Anna dikagetkan dengan sapaan seseorang dari belakang.
'Ayo ke kampus.' sapa Shane dengan lembut. 'Shaaaneeee....kamu bikin aku kaget.' teriak Anna. Shane tertawa, dan lalu keduanya menuju ke kampus. Rupanya ada seseorang yang menunggu Anna. Seorang gadis cantik dan tinggi dengan wajah yang kecewa serta marah. 'Siapa cowok itu? Aku perlu memberitahu Ray kalau Anna dijemput cowok. Biar rusak hubungan mereka. Hanya aku yang boleh sama Ray.'
__ADS_1
Sementara Anna dan Shane menuju kampus 'Shane, makasih ya. Kamu nyelametin aku lagi. Cewek itu terus menungguku di sekitar supermarket. Aku takut.' terang Anna dengan wajah gundah.
'Cewek yang sama Ray? ngapain dia mbuntutin kamu An?. Shane terkejut. 'Entahlah, dia bilang sudah bertunangan sama Ray.' Mata Anna berkaca-kaca. 'Aku sampai sekarang masih belum tau apa-apa Shane, Ray juga sama sekali gak telepon atau njelasin ke aku.' tangis Anna sudah tidak terbendung lagi.
Tiba-tiba Shane menghentikan mobil, meminggirkan mobilnya. Kemudian dia mengelus-elus pundak Anna untuk menenangkan Anna. Anna terus menangis tersedu-sedu di hadapan Shane. 'Aku bingung dan gak tau harus gimana?. Rasanya berat sekali mau ketemu Ray. Aku gak siap denger penjelasan dia.'
Suara tangis Anna menjadi semakin kencang. Berulangkali Shane mengelu-elus pundak Anna, mencoba menenangkan Anna. 'Gak papa Anna, nangis aja. Mungkin dengan nangis kamu akan lebih lega. It's okay, aku akan ndengerin semua keluhan kamu.' Kali ini Shane mengelus rambut Anna, sebenarnya ada rasa senang saat ini di hati Shane. Dia merasa selama berteman bertahun-tahun baru kali ini Anna mencurahkan kegundahan di hadapan Shane.
BERSAMBUNG
__ADS_1