
Arnold terdiam, 'Arnold jawab pertanyaanku' bentak Shinta perlahan sambil menyalakan kran air agar Ray tidak mendengar suara Shinta.
'Ya', jawab Arnold pelan, 'Aku ngeliat kamu sama Ray, aku udah di balik pintu'. Emosi Shinta langsung memuncak, 'Kan udah kubilang jangan kesini, kita bicara diluar aja, untung tadi Ray gak liat kamu'.
'Maafin aku, aku cuma pengen liat kamu aja sayang', ucap Arnold dengan nada pelan.
Tok..tokk...tookkk... Suara pintu kamar mandi di ketok dari luar, 'Shinta, kamu baik-baik aja?' Terdengar suara Ray dari balik pintu.
'Ahhh iya, aku gak papa, perutku agak mules', Shinta mencari alibi kepada Ray. Sementara Arnold berbicara lagi kepada Shinta, 'Temui aku segera ya sayang!'. pinta Arnold kepada Shinta.
Shinta berjalan menuju pintu, 'Ya.. tunggu kabar dari aku'. Pintu kamar mandi terbuka dan Shinta melihat Ray sudah siap di depan pintu kamar. 'Ayo sayang, kita pulang' , Tangan Shinta merangkul manja pinggang Ray.
Sudah tiga hari berlalu sejak Anna dan Ray putus, sejak saat itu pula Anna menghilang, tidak pernah bekerja part time, tidak pernah ke kampus. Shane menelpon Allia, 'Al.. Anna kemana?' nada suara Shane terdengar agak bingung.
'Tiga hari lalu ak telepon dia Shane, dia bilang lagi gak enak badan, aku belum sempet ke rumahnya, kemarin aku telepon lagi, tapi nomornya gak aktif'. Allia menghela nafas panjang, sementara Shane juga kebingungan dengan kondisi Anna sekarang.
__ADS_1
'Barusan aku telepon Raya, Sabrina juga gak ada yang tau. Kemana sih tuh anak?!'.
'Shane, coba deh kamu ke rumahnya, tanyain kabarnya donk, aku belum sempat kesana'. pinta Allia kepada Shane.
'Coba nanti siang aku kesana Al, sekarang aku masih di kampus'. Shane berjalan masuk ke kelas.
Waktu menunjukkan pukul 1 siang, Shane keluar dari kantin kampus menuju ke mobilnya. Tiba-toba handphone nya berbunyi, tertera mama Isha di layar handphone-nya.
Shane ragu apakaj dia akan menjawab telepon dari Isha atau tidak. Akhirnya Shane memutuskan untuk tidak menjawab.
Shane mencoba menelpon Anna, tetapi nomor Anna tetap tidak aktif. 'Kemana nih anak? Ada masalah apa sampe ngilang gini.'
Shane melajukan mobilnya menuju rumah Anna. Ternyata waktu di jalan, Isha kembali menelpon Shane. Tapi rupanya Shane tetap tidak mau mengangkat teleponnya.
Sesampai di rumah Anna, Shane turun dan langsung menuju pos satpam. 'Pak iskak.. Anna ada di rumah?'
__ADS_1
Pak iskak adalah satpam di rumah Anna, begitu melihat wajah Shane, Pak Iskak langsung tersenyum dan menjawab, 'Eeeehhh ada mas Shane, non Anna gak ada di rumah mas, udah dari 3 hari lalu pergi keluar di antar mama papanya, sampai sekarang belum balik. Liburan kali ya'.
'Ohhhh gitu ya... kalo papa mama ada pak?' Shane langsung menodong pak Iskak dengan beberapa pertanyaan. 'Belum pulang mas, masih ngantor, kalo non Arsyi masih sekolah'.
'Ohhh iya pak iskak.. makasih ya, kalo gitu say pulanh dulu', Sambil memandangi rumah Anna, Shane melangkah masuk kembali ke dalam mobilnya.
'Kemana ya Anna, belum pulang berhari-hari' Sembari menelpon Anna, tapi nomor Anna tetap tidak aktif. Lalu Shane akan menelpon Allia, tetapi Isha menelpo Shane lagi.
Akhirnya mau gak mau Shane menjawab telepon Isha, 'Ya halo', sapa Shane dengan suara dingin.
'Shane...' panggil Isha lirih.
'Aku sudah pulang Indo, bisa kita ketemu?' Shane menghentikan mobilnya secara tiba-tiba, antara percaya dan tidak percaya bahwa Isha sudah pulang ke Indonesia.
Hati Shane terasa tidak karuan, terasa sakit akibat diputus sepihak oleh Isha. Namun di saat Shane ingin melupakan Isha, Isha kembali ke Indonesia.
__ADS_1
BERSAMBUNG