
Jawaban jujur dan to the point dari Gaga membuat Shane terkejut "Ohhh.. jadi alasan kamu datang ke sini hanya untuk menemui Anna saja?".
Gaga tersenyum, "Iya. Sebenarnya kerjaan urgent itu hanya alasan saja. Aku ingin menemui Anna."
Mendengar kata-kata Gaga, Shane langsung menunjukkan wajah kesal. Shane langsung berusaha untuk menimpali kata-kata dari Gaga.
Tapi sebelum mengeluarkan kalimat, Shane melihat dari kejauhan bahwa Anna sedang berjalan menuju ke meja mereka.
"Maaf ya lama.", Anna berusaha untuk mencairkan suasana canggung saat itu.
Dua lelaki tampan itu dengan kompak langsung tersenyum kepada wanita yang sama-sama mereka sukai.
Krik...krik...krikk..
Keheningan melanda meja mereka bertiga. Mereka rupanya tengah bingung untuk memulai percakapan.
Anna berusaha untuk tetap tenang meskipun dia tau bahwa kedua lelaki itu menyukainya.
"Oh ya Ga. Mana kerjaannya?." Anna menanyakan pekerjaan yang akan di berikan Gaga kepadanya.
"Sebentar." Gaga terlihat mengambil tasnya, lalu mengambil sebuah berkas. "Ada dua berkas ya. Dan harus selesai besok sore. Nanti kalau sudah selesai langsung antar ke ruanganku aja."
Anna mengangguk paham, "Baiklah."
__ADS_1
Kemudian Anna memasukkan berkas ke dalam tasnya, lalu langsung berdiri.
Shane dan Gaga terkejut, "Mau kemana?." Tanya Shane dengan pelan.
"Pulang. Nih dapet kerjaan dari Pak Bos, jadi sekarang harus pulang buat lembur."
Shane spontan berdiri, "Aku antar ya."
Gaga juga ikut berdiri dan menawarkan diri untuk mengantar Anna pulang.
Tetapi sangat disayangkan sekali karena Anna menolak keinginan dua lelaki tampan itu. "Tidak terima kasih. Aku pulang sendiri aja. Makasih ya atas tawaran kalian."
"Aku pulang dulu ya. Kalian berdua bersenang-senanglah." Anna tersenyum manis sambil berjalan keluar dari kafe.
Tiba-tiba Shane berdiri, hal itu membuat Gaga terhenyak kaget, "Sampai ketemu di kantor."
Sebelum Gaga menjawab, Shane berjalan keluar dari kafe tersebut.
Gaga menatap tajam sambil bergumam, "Kita lihat saja Shane, siapa yang bisa membuat Anna bertekuk lutut. Di kantor kamu jadi atasanku, tapi kalau soal cinta aku gak bakalan kalah."
*****
Anna berjalan lunglai menuju pintu rumah orang tuanya. Ketika masuk ke dalam rumah, dia di sambut oleh sang bibi dengan ceria, "Haloo non Anna!!! Selamat pulang bekerja."
__ADS_1
Bibi menyambut Anna dengan wajah ceria dan sumringah. Berbeda dengan raut muka Anna yang nampak tidak bersemangat dan terlihat muram.
"Ada apa sih non? Banyak kerjaan di kantor? Atau non Anna baru ketemu mantan pacar?."
Anna terbelalak kaget dan bergumam, "Laah.. si bibi kok bisa tau ya. Dukun kali dia."
Sebelum Anna menjawab pertanyaan bibi, sang bibi nampak nyerocos kesana kemari, "Bibi mah tau aja kalau wajah non Anna kayak gitu berarti abis ketemu mantan pacar tuh."
Anna langsung tertawa mendengar kegaduhan dari bibi, "Yeeeee... bibi sok tau ah!!."
"Bibi mah bukan sok teu, tapi kan udah pengalaman kalo gitu-gitu. Ya pasti tau lah non." Bibi kembali berbicara tanpa henti. Hal tersebut malah membuat Anna semakin tertawa dan melupakan kegundahannya.
"Ahhh bibi bisa aja. Udah ah!!! Bikinin Anna kopi ya bi. Mau lembur nih, kerjaan banyak!!."
"Siap non cantik!!." Bibi bergegas masuk ke dapur untuk membuat kopi sang majikan.
Sementara Anna berjalan menaiki tangga dengan pelan. "Ahhhhh... hari ini melelahkan.
Setelah mencapai pintu kamarnya, Anna membuka dengan pelan pintu kamarnya.
"Haaaaahhh...!!" Anna terkejut dan membelalakkan matanya dengan lebar lalu berteriak, "Arsyyyyyyyyy!!!!!!!!."
BERSAMBUNG
__ADS_1