
"Oh..", Anna kaget sejenak dan terlihat tidak suka ketika memegang ponselnya.
"Kenapa An?? Siapa??.", Shane yg penasaran dengan ekspresi Anna tiba-tiba langsung bertanya.
"Ray nelpon aku. Ada apa ya?.", Dia meletakkan ponselnya ke meja dan tidak menerima telepon dari Ray.
"Gak kamu angkat?? Apa aku aja yang angkat?? Tuhh dia nelpon lagi.", terlihat wajah Shane yang tidak senang ketika Ray menelpon.
Lalu tanpa basa-basi lagi, Shane mengambil ponsel Anna, "Halooo."
Ray terkejut mendengar suara seorang laki-laki, "Mana Anna?? Ini siapa??."
"Anna lagi sibuk. Ada perlu apa?.", Shane menjawab dengan ketus.
Anna yang mengetahui Shane cemburu, memberikan kode kepada Shane agar segera menutup telepon dari Ray.
Shane menggelengkan kepalanya tanda tidak setuju. Ray di sebrang telepon segera menjawab, "Kamu siapa?? Aku perlunya ngobrol sama Anna."
"Aku pacarnya Anna.", Shane menegaskan ke Ray kalau dia adalah kekasih Anna.
"What??." Ray sangat kaget dengan pengkuan dari laki-laki itu. Dia hendak bertanya siapa laki-laki itu tetapi Ray mengurungkan niatnya dan memilih menutup telepon dengan pelan.
__ADS_1
Sementara Anna nampak menunjukkan wajah kebingungan. Shane kemudian memegang tangan Anna dan menjelaskan ke Anna kalau Ray tidak mau berbicara dengan Shane.
"Anna.. please jangan berhubungan dengan Ray lagi ya. Kamu ngerti kan??.", Shane memohon kepada Anna.
Anna terdiam sebentar, kemudian mengangguk pelan, "Ya, Shane."
Mereka berdua menikmati kencan sabtu minggu dengan menghabiskan waktu dirumah Shane. Siang hari mereka bergegas keluar untuk makan siang bersama di sebuah cafe favorit mereka.
"Ahhhh... cafe favorit kita dari dulu ya Shane.", Anna menggenggam tangan Shane sambil memandang paras tampan Shane.
"Kenapa gak dari dulu kita pacaran ya??.", pertanyaan Shane membuat Anna sedikit gugup dan salah tingkah.
"Sama donk. Kamu juga Anna.", Shane balik menggoda Anna.
Mereka berdua tertawa mengingat masa lalu mereka berdua.
"Eh.. abis ini ikut aku ya.", Shane mengajak Anna ke suatu tempat.
"Kemana?.", tanya Anna dengan penasaran.
"Ada deh.. Ayooo sayang.", Shane menggenggam tangan Anna lalu mengajak Anna keluar dari cafe menuju tempat yang dibicarakannya.
__ADS_1
Tempat itu tak jauh dari cafe tersebut. Rupanya Shane mengajak Anna masuk ke toko perhiasan.
Lalu Shane mulai bertanya kepada pegawai toko, "Mbak, saya mau kalung yang bagus ya buat cewek saya.", Shane mulai menunjuk kalung-kalung yang dipajang di etalase.
Satu persatu kalung tersebut dikeluarkan oleh pegawai toko, "Silahkan kak."
"Kamu mau yang mana An?.", Shane menatap Anna dengan lembut.
"Ehhh... aku kan gak minta kalung Shane. Jangan ah, sayang uang kamu.", Anna merengek agar tidak dibelikan kalung.
"Gak papa. Anggap aja aku kasih hadiah buat kekasihku yang paling cantik.", Shane membelai rambut Anna dengan mesra. Sang pegawai toko nampak tersipu dan salah tingkah melihat keuwuan pasangan di depannya itu.
"Ehm.. terserah kamu aja Shane. Apapun yang kamu pilih aku pasti suka.", Anna tersenyum hangat.
Shane kemudian memilih sebuah kalung dengan liontin yang berbentuk kupu-kupu berwana pink, "Ini bagus. Pasti kamu keliatan cantik kalau pakai ini.", Lalu Shane memakaikan kalung tersebut ke leher Anna.
"Cantik.", Shane tersenyum hangat sambil menggenggam tangan Anna.
"Waaaahh... cantik banget kak. Pilihan kakak buat pacar kakak gak salah. Kalungnya cantik banget, ditambah yang pakai juga sangat cantik.", pegawai toko itu tersenyum sambil memuji Anna.
BERSAMBUNG
__ADS_1