
"Udah sampe. Ayoo turun." Shane turun dari mobil dan membukakan pintu mobil untuk Anna.
Anna tersenyum, "Makasih, Shane."
"Mama udah nunggu di ruang tamu." Shane menarik tangan Anna lalu menggenggamnya. Mereka berdua berjalan berdampingan.
Anna melihat genggaman tangan Shane, lalu berusaha untuk melepas gengggaman tangan Shane.
Justru Shane malah semakin erat dan tidak mau melepaskannya, "Shane, maluu kan dilihat orang tuamu." Anna mencoba protes ke Shane.
Mereka membuka pintu rumah orang tua Shane, sejenak Anna menjadi ragu untuk masuk ke ruang tamu.
Kakinya mendadak gemetar dan jantungnya berdebar-debar. Baru pertama kali ini Anna akan bertemu dengan orang tua Shane.
Meskipun mereka sudah tidak memiliki ikatan hubungan resmi, tetap saja hati Anna berdebar tidak karuan pertanda kalau ia sangat gugup.
Lalu Anna melirik lagi ke genggaman tangan Shane. Sekali lagi Anna berusaha untuk melepaskannya dengan pelan-pelan, namun tangan Shane malah semakin erat menggenggam.
"Shane, lepasin ah!!" Anna mencoba untuk menggertak Shane pelan.
__ADS_1
"Gak mau!!", Shane balik menggertak Anna.
Mata Anna melotot ke arah Shane, lalu muncul mama Shane dari balik pintu rumah, "Nak Anna, selamat datang."
Mama menyapa Anna dengan sangat ramah. "Selamat datang, Anna!! Akhirnya kamu main ke rumah tante ya. Yuk sini."
Anna mencium tangan mama Shane dengan lembut dan memeluknya. Kemudian mama Shane menyuruh Anna untuk duduk di sofa.
"Apa kabar?." mama Shane dengan ramah menanyakan kabar Anna.
"Kabar baik tante. Tante gimana?."
"Mama, jangan gitu donk." Shane tampak malu.
"Oh ya Anna. Kata Shane kamu baru pulang dari luar negeri? Gimana, udah mantap menetap di Indo lagi?."
Anna tersenyum malu, "Iya tante, saya rencana mau kerja di sini saja. Biar deket sama rumah."
"Oh begitu ya. Bagus itu nak, pasti kalau misal kerja di luar negeri juga nanti banyak yang rindu. Ini nih kayak yang di sebelah tante." mama Shane bercanda sambil menepuk-nepuk paha Shane.
__ADS_1
Shane yang berada di sebelahnya mendadak tersipu malu, kedua telinganya merah merona karena mamanya terus menggoda mereka.
Shane yang sedari tadi diam, akhirnya buka suara juga, "Anna baru keterima di kantorku ma. Tapi bukan gara-gara aku kerja di sana. Itu karena kemampuan Anna yang mumpuni ma."
"Waaahhh.... selamat ya Anna, tante ikut senang mendengarnya. Sesuai doa-doa kamu pasti ya, pengen kerja yang dekat dengan rumah dan dekat dengan pacar." Sekali lagi mama Anna berhasil menggoda kedua sejoli itu dan membuat mereka salah tingkah.
"Mamaa.." Shane bersikap manja kepada mamanya, membuat Anna tersenyum geli.
"Kapan kalian nikah?." pertanyaan yang tiba-tiba terlontar dari mulut mama Shane membuat mereka berdua terkejut dan saling berpandangan.
"Ehhh.. ehmmm begini tante, sebenarnya........" Sebelum Anna menyelesaikan kalimatnya, Shane sudah terlebih dulu memotongnya, "Begini ma, tentang hal itu masih kami pertimbangkan, lagian Anna juga baru mulai bekerja kan ma. Nanti pelan-pelan akan kami pikirkan. Oke mama sayang?."
Shane memeluk mamanya dan berkata, "Mama tenang aja, kami pasti menikah."
Anna yang mendengar perkataan Shane sontak terkejut tetapi dia diam saja dan tidak melawan perkataan Shane tersebut.
BERSAMBUNG
Note : Maaf othor lama tidak update karena kesibukan othor di dunia nyata. Terimakasih.
__ADS_1