
Sekali lagi Anna kaget dan menoleh ke cowok itu, "Oh haaiiii... ketemu lagi kita", Anna tersenyum ramah.
"Kok kamu di sini An? Rumah kamu deket sinikah?", tanya Gaga.
"An.. itu Gaga kan? Udah balik Indo dia?", Allia bertanya kepada Anna sambil berbisik.
"Ntar aku jelasin", Anna memberi kode kepada Allia agar diam dulu.
"Ohh.. aku lagi nginep di kos Allia nih. Rumah kamu deket sini?"
"Iya, aku nempatin apartemenku di deket sini. Kapan-kapan mampirlah sama Allia", Gaga menawarkan kepada dua cewek itu untuk mampir ke tempatnya.
"Ahhh...iya lain kali ya. Aku masih harus ngerjakan tugas nih di kos Allia. Aku balik dulu yahh", Anna melambaikan tangan perpisahan kepada Gaga.
Disambut dengan lambaian tangan dari Gaga, "Oke bye.. nanti aku telepon ya", Gaga tersenyum manis.
Allia menarik tangan sahabatnya itu ke kasir, "Bayarin doonk... aku lupa bawa dompet".
Anna tertawa melihat kelakuan manja sahabatnya itu.
__ADS_1
Sambil berjalan menuju kos nya Allia yang masih penasaran terus bertanya, "Udah pulang Indo? Kok bisa ketemu kamu? Aihhhh... pasti ada apa-apa nih. Trus gimana Shane? Apa buat aku aja? Hahahaha, canda aku!!".
"Mulai deh keponya. Tadi gak sengaja ketemu. Udah gitu aja, trus gak sengaja lagi ketemu di sini. Malah kos mu yang deket sama apartemennya. Ya khaaaannn?", Anna balik bercanda, lalu mereka berdua tertawa terbahak-bahak.
***
Matahari pagi mulai muncul malu-malu. Shinta bangun dari tempat tidurnya, kemudian dia menoleh ke Ray yang masih tertidur dengan pulas.
Shinta mencium bibir Ray pelan, membuat Ray sedikit menggeliat. Tersenyum melihat sang tunangan tertidur pulas, Shinta berdiri dan menuju kamar mandi. Dia mengenakan lingerie berwarna merah darah, lalu kemudian Shinta masuk ke kamar mandi.
Ray membuka matanya pelan, dia sedikit bingung kenapa masih berada di kamar Shinta. Ray berusaha mengingat kejadian semalam, tapi ingatannya masih tidak mau membantunya megingat kejadian semalam.
"Selamat pagi sayangku cintaku, tuan muda Ray. Tidurmu nyenyak? Atau kamu terlalu kecapekan karena semalam?", Shinta mencium bibir Ray kemudian berbisik di telinganya, "Makasih ya sayang, sangat memuaskan".
Ray begitu terkejut dan berusaha membuka sedikit selimutnya. Dan mata Ray terbelalak karena ternyata dia tidak mengenakan selembar pakaian sama sekali.
"Apa yang terjadi Shinta", bentak Ray.
"Apalagi sayang. Kamu memintaku melayani nafsumu semalam. Apa kamu gak inget sayangku?", Shinta melepas lingerinya, sekarangpun Shinta tidak mengenakan selembar pakaian sama sekali.
__ADS_1
Ray gelagapan dan langsung memalingkan mukanya ke tempat lain, "Gak usah berpaling gitu donk. Kan semalem kamu yang minta. Kamu yang pengen. Kok sekarang kamu gak mau liat aku sayang?", Shinta mulai menggoda Ray lagi.
"Cukup Shinta.. Hentikan!!!", Ray bangun dari tempat tidur mengenakan selimut, kemudian mengambil pakaiannya yang berserakan di lantai dan masuk ke kamar mandi.
Shinta tersenyum sinis dan puas, " Sekarang aku gak perlu nggugurin anak ini", Senyum penuh arti tersirat dari bibir Shinta. Setelah selesai menggunakan pakaian, Shinta bergegas ke dapur membuat teh panas dan roti bakar untuk calon suaminya.
Naa..naaa..naa..naaa
Terdengar senandung Shinta menyanyikan sebuah lagu. Hatinya nampak berbunga-bunga karena dia telah menemukan cara yang licik untuk menutupi kehamilannya dengan Arnold.
"Sarapan dulu sayang, baru ke kantor", bujuk Shinta ke Ray.
"Gak usah. Aku pulang!!!", Ray menjawab dengan ketus.
Braaakkkk.... Pintu depan apartemen ditutup dengan keras oleh Ray.
"Sayaaaang....", Shinta berteriak histeris sambil melemparkan gelas ke arah pintu.
BERSAMBUNG
__ADS_1