Cerita Cinta Bersamamu

Cerita Cinta Bersamamu
96. Cerita Cinta Bersamamu


__ADS_3

Melihat ekspresi Anna yang begitu kaget, Ahane hanya bisa tersenyum.


"Kamu kenapa gak bilang mama kalo kita udah putus?." Anna penasaran dengan jawaban Shane.


"Gak mau." Itulah kata-kata yang keluar dari mulut Shane.


Anna mendadak memukul lengan Shane, "Awwww... sakit."


Shane mundur ke belakang sedikit karena kaget tiba-tiba Anna memukul lengannya.


"Eh.. Maaf Shane." Secara reflek Anna memegang lengan atas Shane.


Hal itu rupanya membuat Shane terlihat senang, "Yukk.. berangkat sekarang."


"Tapi..."


"Tapi apa? Udah tenang aja." Shane berusaha menenangkan Anna.


"Aku lama gak ketemu mama papamu, ak takut jadi kikuk." Anna memohon dengan wajah lucu.


Belum sempat Shane menjawab, ponsel Anna berdering, "Halo Ga.. Ada apa?


Shane menoleh ke Anna, dan berusaha mencari tau siapa yang menelepon Anna.


"Ahh gakpapa. Lagi nyantai kok. Tadi udah ketemu kan kita, apa ada yang kurang tadi?."


Mata Shane mendelik tajam, "Kurang? Maksudnya kurang?." Shane mengomel dalam hatinya.

__ADS_1


"Ehm.. tadi itu siapa An?." tanya Gaga kepada Anna.


"Oh. Temenku Shane. Kebetulan aku ada janji, aku suruh jemput aja di resto. Kenapa?." jawab Anna santai.


"Oh gakpapa.. Aku penasaran aja. Oh ya, besok mau makan malam denganku? Akan kujelasin lagi tentang invest saham supaya kamu bener-bener paham dan mengerti." Gaga berusaha untuk mengajak Anna bertemu kembali.


"Besok ya? Aku liat-liat dulu ya, nanti aku kabari." jawab Anna.


"Oke. Semoga besok bisa ya. See you, Anna."


"Ok. Bye." ucap Anna.


Shane mendengar Anna mengucapkan "temanku Shane" lalu segera bertanya kepada Anna, "Temanku Shane, Anna??".


Anna tersenyum, "Kan emang temen."


"What? Aku nunggu kamu dua tahun, Anna. Sekarang kamu bilang ke cowok lain kalo aku cuma temenmu?." Shane berkata dengan mimik wajah yang serius.


"Ohh.. Oke. Kita berangkat sekarang." Shane melajukan mobilnya dan mulai menggerutu.


Anna yang melihat Shane cemburu rupanya tersenyum tipis sambil memandangi wajahn Shane yang tampan.


Di sepanjang perjalanan menuju rumah orang tua Shane, mereka terdiam dan terlihat kikuk satu sama lain.


Shane menyalakan pemutar musik di mobilnya agar suasana canggung di antara mereka menjadi cair.


"Kamu punya kaca?." Anna bertanya kepada Shane.

__ADS_1


"Coba kamu cari disitu?." Shane menunjuk laci mobilnya.


Kemudian Anna membuka laci mobil, dan bergegas mencari kaca. Namun bukan kaca yang dia temukan, tetapi malah sebuah kotak kecil berwarna hitam.


Anna mengambil dan membuka kotak itu. Di dalam kotak itu terdapat sebuah kalung, dan terdapat tulisan "Isha" di liontin kalung.


Deegghhhh...


Anna kaget dan tersenyum kecut. Shane yang menyadari hal tersebut mencoba untuk menjelaskannya, "Itu kalung udah lama. Pas aku sama Isha putus, Isha balikin kalungnya. Dan aku lupa kalau kalungnya masih ada di laci mobil."


"Aku gak tanya kok. Tadi cuma penasaran aja sama isinya. Itu bukan urusanku." Anna mencoba untuk tetap cuek meskipun hatinya tidak karu-karuan.


Shane memandang Anna dengan penuh cinta, "Brarti gakpapa aku simpen terus kalungnya?."


"Serah deh!!." Anna memalingkan muka.


"Boleh aku simpen?." Shane menggoda Anna sekali lagi.


"Aku bilang terserah kamu kan? Jadi ya simpen aja lah."


"Kok sewot gitu." Shane yang terus menggoda Anna akhirnya terkena tabokan juga dari Anna.


Shane tertawa senang karena menyadari bahwa Anna menaruh cemburu kepada Isha.


Keduanya saling berpandangan lama, "Liat ke depan dong Shaneee.." Anna menyuruh Shane untuk konsentrasi dalam menyetir.


Mereka berdua akhirnya tiba di rumah orang tua Shane yang sangat megah. Anna baru pertama kali menginjakkan kakinya ke rumah itu.

__ADS_1


Anna terkagum-kagum karena selama ini yang dia tau, Shane tidak pernah memamerkan kekayaan orang tuanya kepada dia ataupun teman-temannya.


BERSAMBUNG


__ADS_2