Cerita Cinta Bersamamu

Cerita Cinta Bersamamu
7. Cerita cinta bersamamu


__ADS_3

Shinta keluar dari kamar Ray sambil tersenyum tipis, menuju ruang makan. Sudah ada papanya Ray duduk di kursi makan, 'Halo papa' sapa Shinta sembari mencium tangan papa Ray. 'Gimana kabarmu shinta?, kerjaan kamu gimana?.


'Menyenangkan pa, walau masih baru di kantor tapi kakakku membantuku sekali, malah papaku yang agak tegas kalau urusan pekerjaan pa.' keluh Shinta. 'Gakpapa sayang, lambat laun kamu pasti akan terbiasa, it's okay. pelan-pelan aja belajarnya.'


'Iya pa.' Shinta adalah anak dari kolega papa Ray. Dia merupakan anak konglomerat, dan memang papa Ray sudah lama berteman dengan papa Shinta.


Ray masuk ke ke ruang makan sambil mencium pipi mamanya. 'Cantik sekali mama hari ini.' puji Ray. 'Ahh kamu memang jago merayu mama, masih cantikan nak Shinta, tunanganmu. betul kan Ray.' goda mama Ray. Ray hanya tersenyum tipis. Kemudian mereka melanjutkan makan malamnya.


Sedangkan di suatu tempat, lelaki tampan itu merenung. Sesekali dia menghela nafas panjang, kemudian dia menelpon seseorang 'Halo, gimana, sudah enakan?. tanya lelaki tampan itu. 'Yah begitulah, tapi aku lagi gak mood ngobrol, besok ya sampai ketemu di kampus.'

__ADS_1


'Oh maaf ya kalau ganggu, kamu istirahat aja. Sampai besok.' Lelaki itu kembali menghela nafas panjang, sambil menunduk melihat nama Anna di handphone nya.


Yaaa.. Shane sangat mengkhawatirkan Anna, sejak di rumah, rupanya dia terus kepikiran Anna yang sedang bersedih. Sambil bergumam tipis dan menahan kekecewaannya terhadap Ray 'Ahhhh, andai aku daridulu kasih tau Anna kalau ak sering melihat Ray dan cewek itu, pasti Anna sudah putus dengan Ray sekarang.'


Shane meloncat kaget, dia tidak habis pikir dengan apa yang dia gumamkan barusan. 'Oh no, aku bukan orang jahat. Biar Anna tahu sendiri kelakuan Ray. Aku tidak akan memanas-manasi Anna.' . 'Come on Shane, berpikir jernih dan jangan jahat.' gumam Shane sambil menuju kamar tidurnya.


Jam alarm Anna berbunyi, Anna bergerak malas bangun dari tempat tidurnya. Kalau tidak kebagian shift kerja pagi, dia pasti malas-malasan di kamarnya. Dengan lesu dia melangkah menuju kamar mandinya. Melamun sejenak dikamar mandi, kemudian mandi dengan cepat. Biasanya dia sedikit make up, tapi entah kenapa hari ini Anna sangat malas untuk make up.


'Siap non.' Secepat kilat bibi mengambilkan roti dan susu untuk majikannya. Anna melahap roti dan susu sambil menyiapkan buku kuliahnya. Ya, hari ini dia ada kuliah sore setelah kerja.

__ADS_1


'Ma, pa. Anna berangkat kerja dulu ya. Nanti langsung ke kampus.' Anna pamit dan mencium tangan mama papa. 'Iya nak, have a good day ya.' Tak lupa mama mencium pipi Anna.


Sesampai di supermarket, Anna merasa ada seseorang yang memperhatikan dia dari jauh. Ada seorang cewek yang dari tadi sedang mengawasi Anna. 'Sepertinya aku pernah ketemu cewek itu, di mana ya?' gumam Anna.


Rupanya Shinta yang mengawasi Anna. Entah apa yang ada dipikiran Shinta hingga dia nekat mengawasi Anna sampai tempat kerjanya. Anna yang merasa risih langsung masuk ke supermarket. Dia segera ganti seragam, kemudian langsung ke meja kasir.


Anna melirik handphone nya, dia tak habis pikir kenapa sampai sekrang Ray diam membisu dan tidak mengangkat telponnya. Tiba-tiba Anna dikagetkan dengan kedatangan seorang cewek di meja kasir.


'Kamu Anna?.' Cewek itu langsung bertanya kepada Anna. Anna bingung sejenak, lalu dia teringat cewek itu yang bersama Ray.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2