Cerita Cinta Bersamamu

Cerita Cinta Bersamamu
35. Cerita cinta bersamamu


__ADS_3

Secara spontan Shane menoleh ke arah mobil di sebelah mobilny, 'Itu Shinta tunangan Ray, An?'.


Anna mengangguk kesal, 'Tuh kan aku dah feeling aja kalo tuh cewek gak beres, bisa-bisanya dia selingkuh di belakang Ray'.


'Tenang An, calm down. Oke!! Itu bukan urusan kamu sekarang ya. Kamu sudah tidak ada hubungan lagi sama Ray'. Shane terlihat kesal.


'Aku telepon Ray ya Shane', Anna merengek ke Shane.


Dengan bernada kesal Shane melarang Anna, 'Ngapain?? Biarin mereka selesaikan sendiri An. Kamu sekarang orang luar, gak ada hubungan lagi!!!'.


'Shaaane, kamu kok kesal?', Anna sedih mendengar perkataan Shane.


'Jelas aku kesal. Kamu udah di sakiti, tapi tetap pikiranmu ke Ray. Kamu inget gak gimana kamu jatuh bangun gara-gara Ray. Kamu sekarang udah bahagia, udah nyaman, gak usah di inget-inget lagi masa lalumu'. Shane melajukan mobilnya dengan kencang.


'Shaaneee.. pelan-pelan donk', Anna kesal dengan Shane yang tiba-tiba melajukan mobilnya dengan kencang.


'Aku laper, mau makan' , Mereka berdua seperti anak kecil yang sedang berantem.


Mereka mampir ke sebuah resto, lalu memilih tempat duduk yang berada di pojokan.

__ADS_1


Anna dan Shane segera memesan menu kepada pelayan resto. 'Baik kak, di tunggu ya'.


Lalu mata Anna tertuju kepada pasangan yang baru memasuki resto tersebut, 'Shanee.. itu Shinta', bibir Anna mendekat ke telinga Shane sambil berbisik.


Seketika Shane merasakan pipinya panas dan merona, jantungnya kembali berdegup kencang karena bibir Anna dekat sekali dengan pipinya. Sengaja Shane menoleh ke Anna, agar bibir Shane lebih dekat dengan bibir Anna.


Anna menyadari bahwa bibir mereka begitu dekat, dan sontak Anna menjauhkan diri dari Shane. 'Shintaa itu, kamu liat kan?'.


'Iya...aku tau, trus memang kenapa? Kamu mau nyapa?', Nada suara Shane terdengar sinis.


'Ahh.. enggak', Anna menggeleng pelan.


Anna masih serius memperhatikan Shinta. Sementara Shinta duduk di depan Anna. Mata Shinta kemudian bertatapan dengan Anna.


Shinta terkejut karena bertemu Anna pada saat dia sedang bersama dengan Arnold. Shinta langsung gugup dan gelagapan karena bertemu dengan Anna.


'Sayang, kayaknya kita harus pindah. Kita cari makan di tempat lain aja ya', rengek Shinta ke Arnold.


'Gak ahh... aku suka di sini, sudah kamu pesen makanannya', Shinta tertunduk lesu.

__ADS_1


'Aku ke toilet dulu ya', Shinta berjalan menuju ke toilet karena dia melihat Anna menuju ke toilet terlebih dahulu.


Dia sengaja menunggu Anna keluar dari toilet. Dengan sengaja dia mencuci muka di sebelah Anna, dan berpura-pura menelpon seseorang.


'Halo Ray, aku lagi makan sama sepupuku. Abis ini aku mampir rumahmu ya sayang'. Shinta mencoba memanas-manasi Anna.


Dengan kesal Anna mencuci wajahnya, lalu memakai makep up tipis dan lipstik warna nude di bibirnya.


'Kita ketemu di sini ya Anna', Anna menoleh sesaat kemudian tersenyum kecut. Dia tidak membalas sapaan dari Shinta. Anna berjalan keluar kamar mandi.


'Tiga bulan lagi kami akan menikah, Aku dan Ray', Sambil memoles bibirnya dengan lipstik warna merah, Shinta kembali mengajak Anna bicara.


'Trus? Apa hubungannya sama aku? Selamat ya buat kalian berdua, semoga bahagia dan semoga Ray tidak tahu kalo tunangannya selingkuh sama laki-laki lain'. Anna berkata ketus dan kasar kepada Shinta.


'Ohhh.. makasih. Tapi itu sepupuku, Ray tau kok, jadi jangan khawatir. Ray tidak akan marah sama aku', senyum licik terpancar dari mulut Shinta.


'Baguslah... selamat!!!' Anna kembali melangkah keluar pintu.


'Jangan kamu ganggu Ray lagi Anna!!!', Shinta berteriak kepada Anna namun Anna terus berjalan keluar dari toilet tanpa memperdulikan Shinta.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2