
Shane yang melihat Shinta berteriak dan histeris langsung mengajak Anna pergi dari tempat itu. Anna menutupi wajahnya dengan bucket hat warna hitam, tampak air mata membasahi pipi gadis manis itu.
Shane yang menyadari hal itu langsug menggandeng tangan Anna dan mengajaknya menjauh dari Shinta dan Ray.
'Ada aku Anna. Tenang kamu gak papa okaay!!', Shane mencoba menghibur Anna. Tapi rupanya tangis Anna tak terbendung lagi. Anna terlihat sesenggukan sambil menundukkan wajahnya.
Shane yang tidak tega melihat Anna, langsung memeluk Anna dengan erat, 'It's okay Anna, menangislah sepuasnya agar beban dihatimu hilang. It's okay', tangan Shane menepuk-nepuk punggung Anna sambil memeluknya.
***
Sementara itu Shinta masih berteriak histeris kepada Ray, 'Shintaaa.. bisa diam???!!!! Banyak orang ngeliatin. Jangan bikin malu', Ray sudah tidak tahan melihat kelakuan Shinta.
'Ngapain kau menarik tanganku. Kamu gak tau perempuan gila itu bilang apa haahh... Dia bilang ak psikopat!!!!!!, Shinta tetap berteriak kepada Ray.
'Yaaaa... kamu memang gila Shinta!!!!!', Ray segera meninggalkam Shinta yang berkelakuan seperti orang gila.
Ray berjalan keluar tanpa menghiraukan teriakan Shinta yang memanggil-manggil namanya.
'Raaaaayyy... tungguu!!!! Jangan tinggalin aku sendirian!!!, Shinta berlari seperti ayam yang kehilangan induknya.
__ADS_1
Sementara Ray terus berjalan keluar, menuju ke tempat parkir mobilnya, dan tanpa menggubris Shinta. Ray masuk ke mobilnya dan langsung mengendarai mobilnya dengan kencang.
Braaakkk....
Shinta tiba-tiba muncul di depan mobil Ray dan terjatuh. Ray yang terkejut langsung membelokkan mobilnya dan alhasil mobil Ray menabrak tiang.
Tangan dan tubuh Ray mendadak lemas. Ray membuka pintu dan berlari ke arah depan mobilnya. Dia melihat Shinta terjatuh di depan mobilnya.
'Kamu gakpapa Shinta?', Ray merasa cemas akan kondisi Shinta.
Shinta tidak menjawab pertanyaan Ray, tapi terus menangis dan memegang tangan Ray, 'Pliss anter aku ke apartemenku', ucap Shinta.
'Baiklah.. ayo ku bantu berdiri', Ray membantu Shinta berdiri namun wajahnya masih menunjukkan segelintir emosi.
***
'Aku antar pulang sekarang ya?', Anna terdiam tidak menjawab pertanyaan Shane.
'Cewek itu bener-bener gila ya. Aku udah diam dia terus aja nyerocos. Membanggakan hubungannya sama Ray. Aku bener-bener kesel, pengen ku gampar aja tadi. Tapi aku tahan', tangan Anna mengepal erat.
__ADS_1
Shane yang melihat luapan emosi dari Anna sontak menyodorkan minuman ke Anna, 'Minum dulu biar tenang, harusnya kamu gak usah ngatain cewek itu. Biarin aja, biar dia ngomong terus. Kamu harus kelihatan elegan, dan tidak lemah. Biar cewek itu gak bisa ngerendahin kamu'.
Anna tidak terima dengan perkataan Shane, 'Shaanee.. kamu nyalahin aku sih. Coba kamu bayangin di posisi aku saat itu. Kamu yakin gak bakal emosi?'.
'Enggak, kubiarin aja dia ngomong sesuka hati. Lama-lama juga capek sendiri', Shane berdiri dan mengajak Anna pulang.
'Aku gak mau pulang!!! Kamu pulang sendiri aja, aku mau tidur di Allia!!', Anna sedikit membentak Shane.
Shane terlihat kesal dan tanpa basa-basi langsung meninggalkan Anna. Dalam hati Shane bergumam, 'Kenapa aku kesal?? Apa aku cemburu? Cemburu sama siapa?'.
'Ahh sudahlah, Anna si keras kepala', Shane berjalan semakin menjauh dari Anna.
Anna tampak melongo sambil melihat Shane yang berjalan menjauhinya. 'Ngapain sih pake marah segala. Dasar cowok!!! Gak ngerti perasaan cewek', Anna menggerutu sembari berjalan tergesa-gesa mengejar taksi yang lewat.
Lalu brughhhhh...gubraaaakk...braakkk..
Secara tidak sengaja Anna menabrak seseorang yang meggunakan topi. Handphone Anna terjatuh, 'Maaf, maafin saya'.
'Kamu Anna kan??', sapa seseorang dengan suara beratnya.
__ADS_1
BERSAMBUNG
Jangan lupa save di rak buku kalian ya, dan berikan like. Makasih!