Cerita Cinta Bersamamu

Cerita Cinta Bersamamu
66. Cerita Cinta Bersamamu


__ADS_3

Anna turun dari taksi online, kemudian berlari menuju ruang seminar. Hari ini rupanya Anna tengah melaksanakan sidang skripsi.


Tampak dari kejauhan ada seorang gadi yang melambaikan tangannya kepada Anna, "Annaaaa, siniiii.."


Rupanya Allia dan teman-teman Anna muncul untuk mendukung sidang skripsi Anna. Anna tersenyum lebar lalu menghampiri mereka.


Tapi kelihatannya Anna tidak fokus karena matanya kesana kemari seperti mencari seseorang.


"Heeiii... cari Shane?.", Allia bertanya dengan penuh penasaran.


"He eh, dari semalem dia gak bales pesanku.", Anna menjawab dengan raut wajah sedih.


"Aduh aduuuhh, tenaang An. Paling Shane lagi sibuk. Nanti juga nyusul ke sini orangnya. Udah sekarang fokud aja ke sidangmu. Sukses ya.", Allia menyemangati sahabatnya yang lagi sedih.


Anna memeluk Allia, "Kamu memang sahabat terbaikku. Muuaahh."


Anna tiba mencium pipi Allia dengan keras, sampai lipstik Anna menempel di pipi Allia.


Kemudian mereka berdua lonjak-lonjak sambil berpelukan seperti anak kecil, di iringi suara tertawa teman-teman Anna.

__ADS_1


Anna masuk ke ruang sidang. Sementara teman-temannya menunggu di depan ruangan.


Terlihat dari kejauhan Shane berlari menuju ruang sidang untuk menyemangati kekasihnya tersebut.


Dia celingak-celinguk mencari ruangan yang di pakai kekasihnya. Dan mengabaikan Allia yang tengah berjalan menghampirinya.


Plaaakkk..


Allia menepuk pungguk Shane dengab keras membuat shane kaget dan terhuyung ke depan.


"Waaaahh.. bisa-bisanya kamu datang telat ya. Anna bingung tuh, nungguin dari tadi. Pesannya juga gak kamu bales dari semalam.", Allia langsung tancap gas mengomeli Shane yang masih terlihat bingung.


"Ohhh.. baterai ponselku abis. Aku nginep di rumah ortuku karena ada pekerjaan.", Shane mengiba kepada Allia.


"Iya iya, maaf aku salah tuan putri. Nanti kalian tak traktir bakso mang dadang di depan kampus deh.", Shane mencoba menyogok Allia dengan semangkuk bakso agar tidak terus mengomel.


"Oh yaa.. Asiiikk. Kamu di maafkan kalo gitu hahaha.", Allia dengan riang gembira memaafkan Shane yang telah membuat sahabatnya sedih.


Klek..

__ADS_1


Beberapa jam kemudian, Anna terlihat keluar daei ruang sidang. Terlihat dari wajah Anna yang kusut dan kucel bahwa sidang yang di hadapinya kali ini benar-benar menguras tenaga dan pikiran.


Lalu matanya tertuju kepada Shane kekasihnya yang berada di ujung lorong. Anna tersenyum lega karena Shane tetap mendukungnya.


"Gimana?.", pertanyaan Shane padat dan singkat.


Sementara Allia tetap nyerocos kesana kemari sampai membuat Anna bingung menjawab pertanyaan siapa dulu.


"Fiuuhhhh... aku deg-deg an tauu. Mana dapet dosen penguji yang galaknya minta ampun. Sumpah itu doseb teliti banget. Semoga revisianku gak banyak deh.", Anna mengehla nafas lega.


"Yeaaayy... selamaaat Anna. Ehhh ayok, kita mau di traktir bakso mang dadang sama kekasih hatimu.", Allia menarik tangan Anna dan Shane secara bersamaan. Seolah-olah Allia tidak memberikan kesempatan kepada dua sejoli itu untuk mengobrol terlebih dahulu.


Anna dan Shane tertawa lepas melihat kelakuan sahabat centilnya itu. Mereka bersama-sama menuju warung bakso di depan kampus dengan berjalan kaki.


"Biar deg-degannya sembuh, kamu harus makan bakso yang kenyang.", Shane menyodorkan semangkuk bakso kepada kekasihnya tersebut.


Allia tersenyum sambil berbisik ke telinga Shane, "Makasih sayang."


Anna tiba-tiba nyeletuk, "Okeee, dunia milik berduaa. Aku jadi obat nyamuk disini. Oh my god!!! Kasih ak pacar!!!.".

__ADS_1


Celetukan Allia membuat mereka tertawa. Dan sepertinya ponsel yang sedang di dalam tas Anna berbunyi berkali-kali tapi Anna tidak menyadarinya.


BERSAMBUNG


__ADS_2