Cerita Cinta Bersamamu

Cerita Cinta Bersamamu
48. Cerita cinta bersamamu


__ADS_3

Anna menoleh dan langsung kikuk, "Ada apa Shane?".


"Kamu ngindar dari aku? Sejak kata-kataku yang di mobil itu, kamu keliatannya menghindariku An".


Anna tersipu dan bingung mau menjawab apa, "Ehh.. enggak Shane. Aku gak ngindar, aku agak sibuk dan fokus ke skripsi biar cepet lulus".


Shane tidak percaya dengan kata-kata Ann, "Bohong!!! Jelas kamu ngindar dari aku".


Melihat wajah Shane yang merah, Anna mulai risau dan galau. Anna langsung menarik Shane dan menariknya ke tempat yang lebih sepi. "Shane, bukan gitu maksudku. Aku perlu waktu, aku perlu mikir. Aku masih trauma dalam menjalin hubungan. Please!! Kamu ngertiin aku ya?".


Shane tidak langsung menjawab Anna, dia terdiam sebentar.


"Shane??", Anna memegang tangan Shane.


"Entahlah Anna. Setidaknya janganlah kamu ngindar dari aku. Aku pasti nunggu kamu. Semua udah aku pikirin matang-matang", Shane mencoba menjelaskan ke Anna.


"Pasti aku jawab kalau aku sudah siap. Sekarang aku hanya ingin fokus ke skripsi. Biar cepet lulus", mata Anna seperti memohon kepada Shane.


"Baiklah, aku ngerti. Tapi jangan ngindar dari aku".


Mereka berdua berjalan menuju kantin untuk makan siang bersama.

__ADS_1


***


Ditempat lain, Ray berada di lapangan golf. Dia bermain golf bersama teman-temannya.


"Haii Ray!!", sapa salah satu temannya.


"Haiii...", Mereka bersalaman dan lanjut bermain golf bersama.


Sekitar hampir 2 jam mereka bermain golf, mereka beranjak meninggalkan lapangan untuk sekedar beristirahat..


Tampak Ray dan beberapa temannya duduk santai di beberapa kursi. Lalu salah satu teman Ray berkata, "Kamu lihat cewek itu Ray", Hans sedang menunjuk seorang wanita cantik dan seksi yang sedang bermain golf.


"Ya.. Kenapa?", Ray menyahut dengan nada cuek.


"Ahh.. enggak usahlah", belum selesai Ray bicara, tiba-tiba cewek yang di maksud Hans datang menghampiri mereka.


"Hai..", cewek cantik dan seksi itu menyapa mereka berdua.


Ray mendongakkan kepalanya, dan dia sangat kaget sekali waktu mengetahui siapa cewek yang di depannya itu.


Belum selesai kagetnya Ray, cewek itu sudah berbicara lagi, "Kita ketemu lagi Ray", bibir yang tebal dan seksi itu tersenyum manja.

__ADS_1


"Wooww.. kalian udah saling kenal ternyata", Hans terperangah karena tidak menyangka mereka berdua telah saling mengenal.


Ray bermaksud menjawab, tapi cewek itu ternyata sudah menjawab dulu, "Iya, kami saling kenal. Gak nyangka bakal ketemu kamu di sini Ray".


"Ohh iya", Ray menjawab dengan sangat singkat, dan masih terlihat terkejut.


Cewek itu adalah seseorang yang dikenalnya di bar beberapa waktu lalu, dan mereka telah melakukan hubungan terlarang dalam keadaan mabuk.


"Boleh aku gabung di sini?", tanya cewek itu kepada Ray dan Hans.


"Tentu doong, sangat boleh cantik", Hans mengedipkan matanya.


"Oh ya, namaku Airin. Kapan-kapan bolehlah kita ngopi bareng", Airin tersenyum manja dan genit kepada Ray.


Ray masih kikuk dan sangat tidak nyaman dengan keadaan tersebut, dia berpikir kenapa bertemu wanita itu lagi.


Kemudian mereka bertiga mulai berbicara satu sama lain. Setelah agak lama mereka berbicara, mereka kembali melanjutkan bermain golf bersama-sama.


Rasa kikuk Ray tampaknya telah berubah menjadi rasa nyaman. Dia merasa cewek itu adalah tipe yang sangat nyaman untuk di jadikan teman berbicara.


Setelah selesai bermain golf dan berganti baju, Ray melangkah keluar dari ruangan menuju tempat parkir mobilnya.

__ADS_1


"Boleh aku berbicara denganmu?", ada suara yang di kenalnya sedang menyapanya.


BERSAMBUNG


__ADS_2