Cerita Cinta Bersamamu

Cerita Cinta Bersamamu
19. Cerita cinta bersamamu


__ADS_3

Shinta mulai resah dan gelisah karena sudah pukul 10 malam tapi Arnold belum muncul juga. Shinta mulai menggebrak-gebrakkan kaki di kasur, tanda dia mulai marah dan emosi. Dia mulai akan membanting benda yang ada di dekatnya, tiba-tiba bel berbunyi, Shinta beranjak turun dari kasur. Dia melihat dari celah pintu kamar. Terlihat Arnold yang ada di balik pintu.


Shinta membuka pintu kamar, dan langsung balik badan menuju kasur tanpa menyapa Arnold, 'Sayaaang, maag yaa aku telat datang'. Rayu Arnold sambil memeluk Shinta dan menciumi bibir Shinta yang tebal dan seksi. Shinta menolak, tapi Arnold tetap memeluk Shinta dengan kencang.


'Jangan marah ya, kan aku udah dateng sekarang'. Shinta melengos manja seperti aak kecil yang kehilanga mainan, lalu mereka berdua ku bercumbu mesra di balik selimut putih. Seakan melupakan bahwa mereka sama telah mempunyai pasangan masing-masing. Mereka menikmati hubungan yang terlarang.


***

__ADS_1


Di villa hutan pinus, Anna dan teman-temannya tampak sibuk memanggang shortplate, membuat tomyam panas di samping api unggun yang besar dan hangat ditengah cuaca hutan yang sangat dingin. Mereka mengobrol dan bercanda satu sama lain sambil melupakan tugas-tugas dan permasalahan dalam hidup mereka. Sejenak mereka bersifat egois hanya untuk bersenang-senang.


Malam semakin larut, Anna dan teman-temannya masih bersenang-senang di sekitar api unggun sambil menikmati makan malam bersama. Sejenak Anna menghidupkan handphone nya sekedar hanya ingin tau apakah Ray mengirim pesan atau tidak. Justru yang di dapatinya adalah pesan teror dari Shinta, 'lepaskan Ray, Anna. Dia udah jadi punyaku sekarang'. Anna langsung mematikan handphonenya lagi.


Shane melirik ke Anna, mendapati Anna merenung sambil memandang handphone-nya.


Spontan Shane langsung mendekat ke Anna, tapi rupanya Allia sudah gerak cepat duduk di samping Anna. Shane mengurungkan niatnya. 'gaaeesss, lanjut sampe jam berapa nih?'. Seru Allia, 'Niko bawa gitar kan? Yuukk keluarin Nik, Anna mau nyanyi katanya'. Anna terkejut, 'Laaahh, kok guee.. hahahaha, gak bisaa'.

__ADS_1


'Kaliaan yaaa awass..' Anna menarik tangan Allia sambil membungkam mulut Allia. 'Ayok An, di iringi Shane ya.' kata Niko. Mau tak mau Anna menyanggupi keinginan teman-temannya untuk menyanyi. Lalu Anna duduk di sebelah Shane. Mereka berdua saling berpandangan, saling berbisik dan mulai bermain gitar dan bernyanyi.


Anna memang pernah beberapa kali ikut lomba menyanyi dan memenangkan beberapa juara menyanyi. Suara bagus Anna diturunkan dari mamanya yang memang mantan seorang penyanyi. Suasan malam tampak semakin romantis dengan alunan nada dan suara dari Shane dan Anna.


Semua orang terhanyut dalam suara merdu Anna. Tak terasa waktu menunjukkan pukul 00.30 malam. Mereka mulai membubarkan diri dan masuk ke kamar masing-masing. Suasana di luar villa mendadak menjadi hening, dan hanya terdengar bunyi hewan-hewan malam bersahutan.


Pukul 5 pagi Anna terbangun, sementara gadis-gadis lain masih tertidur lelap. Kemudian Anna keluar villa dan berjalan-jalan di sekitar villa. 'Heeemmmm...sejuk sekali, kayaknya aku betah tinggal di sini'. Anna bergumam lirih dan merentangkan tangan sambil menghirup udara pagi yang segar. 'Segaar ya An udaranya'. Anna kaget dan menoleh. Tiba-tiba Shane muncul dari belakang.

__ADS_1


'Ehh, Shane.. kaget aku, muncul tiba-tiba'. Shane tertawan renyah, 'Kamu yang ngelamun, suara kakiku berisik banget nginjek-nginjek daun-daun kering. Ayok kita jalan-jalan sebentar An'. Anna dan Shane kemudian berjalan-jalan sebentar di sekitaran villa sembari menikmati udara pagi.


BERSAMBUNG


__ADS_2