
Wisuda Anna berlangsung dengan sukses. Papa , Mama dan Arsy datang untuk melihat dan memberi dukungan.
"Ahhhhh ..... makasih Papa, Mama, dek Arsy atas dukungan kalian. Aku siap menyongsong masa depan. Love you all." Anna memeluk ketiga orang yang di sayanginya tersebut.
Tiba saatnya Anna dan keluarganya untuk pulang ke Indonesia.
*****
Sementara di bandara, Allia menunggu kedatangan sahabatnya itu.
Sebelumnya Allia telah mengirim pesan kepada Shane, "Anna dateng hari ini. Semangat mengejar cintanya lagi ya Shane. Fighting!!!." Allia mengirim pesan sambil menyisipkan emoji senyum.
Dari kejauhan tampak satu keluarga berjalan bersama.
Allia yang menyadari banyaknya perubahan yang terjadi pada Anna tiba-tiba berteriak histeris dan berlari memeluk Anna, "Annaaaaa cintakuuuu.... Miss you so much." Allia memeluk dan menciumi pipi Anna berkali-kali, dan membuat keluarga Anna tertawa dengan kelakuannya.
"Ihhhh...pangling aku Anna. Kamu cantik banget deh. Kukira tadi bukan kamu loh. Untung aku masih inget Papa Mama. Hahaha." Allia kembali memeluk Anna dan mereka meloncat-loncat gembira.
Penampilan Anna memang sangat berubah drastis. Berat badannya berkurang banyak, dan kulitnya terlihat lebih eksotis. Di tambah sekarang potongan rambut Anna yang pendek sebahu.
__ADS_1
Anna terlihat sangat cantik dengan penampilan barunya, yang membuat temannya hampir tidak mengenalinya.
"Kamu di sana tiap hari berjemur apa gimana? Tambah bagus kulit dan badanmu. Ihhh.. ngiri deh." Allia tak henti-hentinya memuji Anna.
"Ma, Anna keluar sama Allia dulu ya." Anna meminta ijin.
"Dek.. tolong bawain barang-barangku. Nanti aku beliin hadiah deh." Anna meremas pipi Arsy dengan gemas.
"Yeeeaayy.. enak aja. Hadiahnya yang mahal. Weekkk." Arsy menjawab dengan menjulurkan lidahnya.
***
"Beneran lohh Anna, kamu tambah cantik ajah. Tambah seksi pula. Gimana kalo Shane liat kamu.. Pasti tambah klepek-klepek aja." Allia tak henti-hentinya memuji Anna.
"Haah.. Gak salah nanyain kabar Shane ke aku?? Kalian kan punya nomor masing-masing. Ngapain gak langsung kontak-kontakan aja sih. Jangan di gedein dong gengsinya kalo masih cintaah." celoteh Allia.
"Bukan gengsi tapi kikuk karena lama gak ketemu." jawab Anna.
"Ahhh... kalian aja yang buat kikuk sendiri. Pasti deh ah!!! Kalian ini selalu ruwet dari dulu sampe sekarang tetep aja ruwet. Tau gak!!." Allia mulai bete menghadapi sikap gengsi temannya.
__ADS_1
"Gak ruwet Al. Kan emang kondisinya gak memungkinkan. Gak kayak dulu lagi. Udah jauh." Anna mencoba membela diri.
"Ya kalian sendiri lah yang bikin jauh padahal masih cinta. Apa namanya kalo bukan gengsi??." celoteh Allia.
Anna menghela nafas panjang karena kehabisan kata-kata untuk menjawab temannya.
"Mau tau kabar Shane? Mau tau aja atau mau tau banget nih?." Allia menggoda Anna.
"Gak jadi deh." Anna mulai cemberut.
"Yakin gak jadi? Ya udah!!."
"Alliaaaa.. udah deh gak jadi aja." Anna tambah cemberut.
"Ya udah!! Gak jadi donk! Biarin kamu tambah kepo. Cari tau aja ndiri." Allia tertawa lebar.
Mereka berdua tertawa bersama sambil menikmati pemandangan di tepi sungai. "Ahhhh... rinduku sama Indonesia akhirnya terbayar sudah."
"Eh, minggu depan aku ada interview di PT. Rayz. Doain yaa Al." Anna memberitahu Allia kalau fia mendapatkan jadwal interview kerja.
__ADS_1
Allia terdiam sejenak lalu kaget. Dalam hati Allia, "Haahh.. itu kan tempat kerja Shane. Ahh biarinlah, Anna gak akan ku kasih tau biar surprise. Hihii."
BERSAMBUNG