
Anna memukul dengan gemas lengan Shane, lalu mencium bibir Shane. Dan kemudian menarik tangan Shane menuju meja makan.
Shane dengan sigap memeluk Anna dari belakang, dan keduanya berjalan menuju meja makan.
"Sayang, sebenernya.", Shane tidak jadi meneruskan omongannya karena tiba-tiba ponsel Anna berbunyi.
"Sebentar ya." Anna mengangkat telepon dari mamanya.
"Ya ma. Aku baru tiba, sekarang masih makan sama Shane." Sebelum mama Via bertanya, putri kesayangannya sudah menjelaskan terlebih dahulu.
"Ok sayang. Salam buat Shane ya. Cepat pulang, mama kangen nih.", Mama Via meminta Anna untuk segera pulang jika sudah selesai makan.
"Oke ma. Bye mama." Anna menutup telepon.
"Mama bilang apa? Kamu di suruh pulang?." Shane masih keberatan Anna cepat pulang.
Anna mengangguk, "Mama udah kangen katanya."
***
Keesokan harinya, Anna bersiap-siap untuk bertemu dengan sabrina di sebuah cafe yang cukup terkenal.
__ADS_1
"Haiii.." Sabrina melambaikan tangan dan tersenyum kepada Anna.
Anna berjalan menuju meja Sabrina, "Ehh sab, tumben mo ngajakin ketemuan berdua aja. Mana gak boleh ngajak Allia lagi."
Sabrina hanya menyeringai, kemudian dia menawarkan untuk memesankan camilan dan minuman kepada Anna.
Sambil menunggu camilan datang, mereka berdua mulai asyik mengobrol dan bercanda.
Lalu mereka berdua mulai menikmati camilan-camilannya. Sabrina sebenarnya agak kebingungan untuk memulai hal yang mau dia katakan kepada Anna.
"Aduh, gimana mulainya ya. Aku takut Anna salah paham sama aku. Dikira ngadi-ngadi ntar. Tapi aku kan punya buktinya, kalo gak ngomongpun ntar kasian Anna." Sabrina berbicara di dalam hati.
"Sab.. Napa sih dari tadi kayak bingung gitu. Mo ngomong apa?.", Anna langsung menyadari gelagat Sabrina yang kebingungan.
"Sab!! Heii.. kenapa sih??!! Bikin penasaran aja." Anna mulai menyuruh temannya untuk cepat bercerita kepadanya.
Sabrina menghela nafas panjang lalu menggenggam tangan Anna dengan erat, dan dengan berat hati dia mulai bercerita kepada Anna.
"Anna, kalau ak cerita, kamu jangan marahin aku ya. Janji ya. Please!!." Sabrina memandang Anna sambil tetap menggenggam tangan Anna.
"Duhh Sab. Ada apa sih?? Udah langsung to the point aja. Aku gak bakal marah kok." Anna menjawab dengan tegas kalau dia tidak akan marah setelah mendengar cerita dari Sabrina.
__ADS_1
"Jadi gini, seminggu lalu waktu aku pergi jenguk sodaraku di rumah sakit. Aku ngeliat Shane. Aku kira dia lagi sama kamu." Sabrina berhenti sebentar sambil menatap Anna.
"Lalu??." Anna penasaran dengan kelanjutan cerita itu.
"Lalu karena aku penasaran, aku buntuti dia. Trus dia masuk ke sebuah kamar rawat inap." Sabrina berhenti sebentar.
"Trus?? Hari apa itu?." Anna bertanya kepada Sabrina dengan ekspresi yang datar.
"Hari minggu. Besoknya aku telepon kamu itu."
"Oh, aku pas liburan di kampung Allia rupanya. Trus Shane masuk ke kamar rawat inap siapa?." Anna masih menjawab dengan nada datar.
"Aku juga gak tau itu kamar siapa tepatnya. Cuma aku punya bukti foto. Takutnya kamu gak bakal percaya sama aku kalo gak ada bukti foto." Sabrina masih menggenggam tangan Anna dengan erat.
"Aku gak bermaksud apa-apa Anna. Please percaya aku."
Anna mengangguk percaya, "Iya Sab, aku percaya kok. Mana fotonya? Coba kamu kirim ke ponselku."
Sabrina mengambil ponselnya lalu mengirim foto waktu itu ke ponsel Anna.
Setelah menerima foto, Anna mencoba melihat foto tersebut dan rupanya Anna sangat terkejut dan tidak percaya dengan apa yang di lihatnya.
__ADS_1
BERSAMBUNG