
"Apa??!! Pacar??!.", Ray seakan tak percaya mendengar hal itu.
"Ya.. Anna adalah pacarku. Jadi jangan ganggu dia lagi.", Shane menarik tangan Anna dan mengajaknya pergi.
"Tunggu!!! Sejak kapan?.", Ray bingung dan tetap tidak percaya dengan apa yang ia dengarkan.
"Bukan urusanmu. Jangan ganggu Anna lagi!!.", Shane mengajak Anna pergi lagi, tapi tangan Shane keburu di pegang dan di cengkeram oleh Ray.
Anna yang melihat gelagat tidak menyenangkan dari kedua laki-laki itu berkata, "Shane!! Sudah donk. Ayo kita pergi aja. Ayok Allia.."
Tapi Shane rupanya tidak mendengar kata-kata Anna karena sudah terlanjur emosi dengan kelakuan Ray yang seenaknya sendiri, "Kamuu!!."
Shane mencengkeram tangan Ray juga, dan tangan satunya hendak memukul wajah Ray. Tapi saat itu juga di cegah oleh Anna dan Allia.
"Shaneeee!!! Jangaann!!.", teriak Anna dan Allia berbarengan.
Anna langsung memeluk Shane dari depan dan mencoba untuk menenangkannya. Ray yang melihat hal itu menjadi shock dan tidak percaya.
"What??.", gumam Ray tidak percaya.
__ADS_1
Dia hanya melotot dan tak percaya sambil melihat Shane dan Anna pergi meninggalkannya.
"Dasar cowok kurang ajar!!!.", teriak Allia kepada Ray, lalu dia juga pergi meninggalkan Ray yang masih bengong.
Allia mendengus kesal, "Jangan ganggu Anna. Dia udah sama Shane sekarang!!."
Allia masih tidak terima dengan kehadiran Ray. Lalu dia menghampiri Anna dan Shane, menepuk-nepuk punggung Anna.
"Kalian duluan aja ya. Aku gak jadi bareng.", Allia mengerti situasi sekarang yang kurang mengenakkan, makanya dia mengurungkan niatnya untuk menumpang di mobil Shane.
"Kamu naek apa Al? Ayoklahh bareng kami aja. Aku antar sampe depan kosan deh. Please!!.", Anna merengek kepada Allia.
"Haiissshh... Gak usah. Aku masih ada perlu mau belanja di supermarket bentar. Udah kalian berdua berangkat aja. Gak bakal di culik kok aku. Hehehe.", Allia berusaha menghibur Anna dengan kekonyolannya.
"Bye Anna. Hati-hati ya kalian. Jangan berantem.", Allia memeluk Anna lalu berbisik kepada Anna, "Jangan berantem, rayu-rayulah dia An. Tuh muka Shane daritadi cemberut mulu."
Allia melambaikan tangan kepada Anna dan Shane. Sementara Anna dan Shane masuk ke mobil.
Di dalam mobil mereka berdua lebih memilih diam. Anna rupanya bingung mau bilang apa ke Shane. Dia takut salah bicara dan semakin membuat Shane marah.
__ADS_1
Setelah beberapa saat hening, akhirnya Shane mulai membuka omongan, " Kamu gak pengen njelasin apa gitu ke aku?."
Anna memandang wajah Shane, kemudian memegang tangannya, "Maaf ya Shane. Aku gak tau kalo Ray bakal nyamperin ke kampus. Memang Ray telepon aku berkali-kali, tapi aku cuekin."
"Dia bilang apa tadi?.", Shane semakin penasaran.
"Dia cuma bilang ingin bicara hal penting, tapi aku tolak.", Anna semakin erat menggenggam tangan Shane.
"Hal penting apa?.", Shane terus bertanya kepada Anna.
Ketika Anna akan menjawab, tiba-tiba ada sebuah mobil yang melaju dengan kecepatan tinggi menyali mobil mereka dari sebelah kiri.
Bruuunggg..bruuungggg
Lalu dengan sengaja mobil itu pindah ke sisi kanan dan sejajar dengan mobip Shane. Lalu mendadak mengerem dan berhenti di depan mobil Shane.
Shane yang kaget tiba-tiba ada mobil langsung menginjak rem mobil.
Braaaakkkkkkkkkkk....
__ADS_1
Dan benturan kedua mobilpun tak terelakkan lagi.
BERSAMBUNG