Cerita Cinta Bersamamu

Cerita Cinta Bersamamu
49. Cerita cinta bersamamu


__ADS_3

"Aku??!", Ray bertanya pada Airin.


"Ya.. kamu Ray. Ada waktu buat kita ngobrol??", Airin bertanya dengan lebih jelas kepada Ray.


"Ohh.. bisa. Dimana?", tanya Ray ke Airin.


"Bisa antar ke apartemenku Ray", Airin bertanya dengan lembut.


"Tentu saja bisa".


Dari kejauhan terlihat Hans mengedipkan mata dan mengacungkan jempol ke Airin. Dan Airin terlihat sumringah.


***


Mereka berdua tiba di apartemen Airin yang terletak di kawasan mewah.


Airin bergegas menuju ke kamar mandi, mencuci muka dan berganti dengan baju santai. Terlihat kulit Airin yang putih dan mulus.


Hal tersebut membuat Ray berdebar-debar. Ray terlihat duduk di sofa di ruang tamu.


"Mau minum apa Ray?", Airin menawarkan minuman kepada Ray.


"Terserah kamu aja", Ray masih berdebar-debar melihat tubuh Airin yang hanya terbalut dress tipis.


Airin menuju ke dapur dan menuangkan segelas sampanye ke dalam dua buah gelas. Dan tidak lupa menyiapkan dua macam camilan untuk mereka.

__ADS_1


"Silahkan di minum Ray", Airin menyodorkan minuman tersebut, dan terlihat dengan jelas tubuh Airin yang seksi di depan mata Ray.


Ray mencoba untuk tetap tenang, "Mau ngobrol apa?".


"Aku kangen kamu Ray!! Sejak pertama kali kita melakukan itu, aku terus terbayang-bayang wajahmu. Sampai akhirnya kita gak sengaja ketemu tadi", Airin mencoba untuk merayu Ray.


Ray hanya terdiam, dia bingung mau berkata apa, "Ohhhh...".


Hanya kata itu yang terucap dari bibir Ray. Terlihat ponsel Ray sedang berbunyi, di layar terdapat nama Shinta.


"Pacarmu??", Airin menunjuk ponsel yang di genggam Ray.


"Ohh.. Aku sudah bertunangan", jawab Ray singkat.


"It's okay. Gak masalah bagiku. Aku tetap terpesona denganmu", Airin melangkah mendekati Ray.


Ray tak kuasa menolaknya. Kemudian mereka berdua melewati batas lagi di sofa itu. Bergumul berpelukan dan terengah-engah sambil menikmat ******* nafas mereka yang sangat membara.


****


Di sebuah cafe, nampak Anna, Shane , Allia dan beberapa temannya sedang makan malam, berbincang dan tertawa.


"Kalian kenapa gak saling bicara daritadi?? Curiga deh...", Allia mulai iseng menggoda mereka berdua.


"Sssstttt... Allia jangan mulai", Anna melotot dan mencubit lengan Allia.

__ADS_1


Shane sesekali melirik Anna, begitu pula dengan Anna. Mereka tampak kikuk satu sama lain, sampai akhirnya Allia menyadari bahwa ada seseorang yg duduk di meja lain sedang memperhatikan Anna.


Allia berbisik kepada Anna, "Tuh, ada gaga di meja sebrang, samperin gih".


Anna sedikit terkejut karena ini ketiga kalinya mereka bertemu tanpa sengaja. Gaga terlihat memandangi Anna dan melambaikan tangan.


Lalu dengan cepat Gaga berdiri dan berjalan menghampiri Anna, "Haiii... ketemu lagi kita Anna".


"Ohhh.. haiii Ga, kamu sama sapa di sini??", Anna sontak bertanya.


Shane yang dari tadi diam, rupanya memandang tajam ke Gaga. Dia sedikit cemburu melihat keakraban Anna dan Gaga.


"Ohh iyaa, kenalin ini temen-temenku. Ini Shane, Allia udah kenal kan, dan beberapa temenku".


Gaga terlihat sangat ramah kepada teman-teman Anna. "Haaii... aku Gaga, temen sekolah Anna dulu. Kami dulu lumayan deket, trus aku harus pindah keluar negeri".


"Mantan pacarmu kah Anna?", tanya seorang temannya sambil tertawa.


Anna terlihat kikuk dan bingung harus menjawab apa. "Iya bener", Gaga spontan menjawab pertanyaan itu.


Shane yang terkejut sontak memandang tajam ke Gaga, lalu memandang tajam ke arah Anna.


Anna yang menyadari bahwa pandangan mata Shane yang marah memilih untuk berdiri dan meminta ijin ke toilet.


"Aku ke toilet dulu ya. Alliaa.. ayook", Anna menyeret Allia ke toilet.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2