Cerita Cinta Bersamamu

Cerita Cinta Bersamamu
50. Cerita cinta bersamamu


__ADS_3

Allia menunjukkan wajah kebingungan karena ajakan Anna yang mendadak.


Sebelum Allia sempat menjawab, Anna sudah menarik tangan Allia ke kamar mandi.


"Heeeyyyy... Ada apa sih?? Kamu kayak kebingungan gitu An", dahi Allia mengernyit.


"Kamu liat tatapan mata Shane??", Anna berjalan mondar-mandir, "Dia sepertinya marah sama aku".


Allia masih bingung dengan maksud kata-kata Anna. Dia mencoba mencerna tetapi tetap tidak mengerti maksud Anna.


"Maksudnya An?? Sumpah, ak bener-bener gak paham".


Anna mendesah pelan, mencoba mengatur nafasnya dan mulai bercerita ke Allia, "Gini, Shane nembak aku".


Allia berteriak histeris, "Haaaaaaaaahhhh".


Anna kaget dengan teriakan Allia, kemudian dia memegang kedua bahu Allia, "Maaf ya Al, aku ceritanya baru sekarang. Aduhhh, aku bener-bener bingung dan gak nyangka, Shane bakal seberani itu".


Allia tersenyum, "Aku iri deh An. Padahal dulu aku naksir Shane, tapi gak dilirik sama sekali. Ehh canda An, jangan di masukin ati yaaaa".


Anna tersenyum dan memainkan pipi Allia, "Enggaaak, santai aja Al".

__ADS_1


"Trussss, kamu gimana ke Shane? Suka? Biasa aja? Atau gimana?", Allia penasaran dengan perasaan sahabatnya itu.


Anna mencoba untuk jujur pada perasaannya sendiri, "Sebenernya aku juga suka".


Pipi Anna terlihat merah merona. Lalu dia melanjutkan perkataannya, "Tapi Al, aku masih trauma. Masih belum siap berkomitmen lagi".


"Oke aku paham. Karena kalian belum berkomitmen, sikap kamu ke Gaga ataupun Shane biasa aja, jangan grogi. Anggap mereka teman atau sahabatmu. Kalo Shane marah itu wajar, karena dia suka sama kamu".


Anna mengganggukan kepalanya, mengatur nafasnya, "Makasih ya sahabatku. Kamu menenangkan hatiku. I loph u muaahh".


Anna mengecup pipi Allia, lalu mereka berdua tertawa bersama.


Allia berjalan bersama Anna menuju ke meja mereka sembari berguma, 'Ohhh... enaknya jadi Anna". Dia bergumam sembari menggaruk-garuk kerudungnya.


"Biasaaaa Shane, wanitaaa perlu menebalkan bedak", canda Allia.


Shane hanya tersenyum tipis, sementara Anna dan temannya tertawa riang.


Gaga yang sedari tadi berdiri di samping meja Anna kemudian mencoba untuk mengobrol dengan Anna, "Aku balik ke mejaku ya, kapan-kapan kita ngopi bareng".


Gaga tersenyum manis kepada Anna, sambil sesekali matanya melirik tajam ke Shane.

__ADS_1


Shane pura-pura cuek dan tidak memperdulikan Gaga.


"Oh iyaa, have fun ya gaa...", celoteh Anna riang.


Gaga kemudian berjalan menuju ke mejanya disambut beberapa temannya, "Siapa bro? gebetanmu??".


"Mantanku waktu SMA. Cantik yah?? Dulu cantik sekarang cantik. Tubuhnya tambah langsing", jawab Gaga sambil memandangi Anna.


Ketika memandangi Anna, mata Gaga bertemu pandang dengan Shane yang masih menatapnya dengan tajam.


Anna, Shane, Allia dan teman-temannya meninggalkan meja mereka keluar dari cafe itu. Anna tersenyum dan melambaikan tangan ke Gaga, di sambut dengan lambaian tangan Gaga.


"Byeeee teman-teman", Anna, Allia dan Shane menuju mobil Shane.


"Allia sama Anna kalian sekalian ku antar aja. Ntar di culik orang kalo cewek pulang malem-malem", seloroh Shane ke kedua temannya itu.


Allia langsung menimpali sambil bercanda, "Bilang ajaaaa mau anter Anna. Aku yang jadi obat nyamuknya".


Shane tertawa mendengar omelan Allia, "Loooo, aku kan sahabat yang pengertian Al. Gak tega liat cewek pulang malem sendiri".


Lalu mereka berdua di antar Shane, Allia diturunkan terlebih dahulu.

__ADS_1


"Byeeee An, makasih ya Shane. Oh yaa, nge gasnya pelan-pelan yaa biar lamaan dikit nyampe rumahnya Anna", Allia bercanda lagi lalu berlari masuk ke dalam kosnya.


BERSAMBUNG


__ADS_2