
Anna tidak menggubris panggilan Ray, dia terus saja berjalan sambil menangis. Berkali-kali Anna mengusap air matanya. Pandangan matanya kosong, Anna terus saja berjalan menyebrang jalan. Dia terus menyebrang tanpa memperdulikan motor dan mobil yang lalu lalang.
Beberapa pengguna jalan sempat meneriaki Anna menyuruhnya minggir, tapi Anna tidak peduli. Kemudian Anna merasa pusing dan kepalanya berputar-putar, dia berhenti tepat di tengah jalan. Lalu ada tangan seseorang yang menariknya ke pinggir jalan.
Rupanya Ray yang menariknya ke pinggir jalan, Anna terduduk lemas di pinggir jalan. 'Ayo An, masuk mobilku'. Anna tetap diam tapi menuruti permintaan Ray.
Mereka berdua masuk ke dalam mobil, lalu Ray megantar Anna pulang. Sepanjang perjalanan mereka berdua diam membisu. Anna sudah lelah dengan semua yang terjadi, Anna memilih diam untuk menenangkan hatinya.
Begitu juga Ray, dia tau dia salah jadi percuma dia terus merayu Anna. Kemudian Anna turun dari mobil. 'Makasih', Anna bergegas masuk.
'Ehm..Anna', panggil Ray, tapi Anna tidak menoleh sama sekali. Anna terus berjalan masuk ke rumahnya.
Ray menghela nafas panjang, dia sudah tak punya harapan akan hubungannya dengan Anna yang telah kandas. Begitu juga dengan Anna, dia hanya bisa pasrah karena keadaan yang tidak memungkinkan untuk terus menjalin hubungan dengan Ray.
__ADS_1
Berjalan masuk ke rumah dengan lesu, tak sedikitpun Anna menoleh ke adiknya yang telah menyapanya, 'Kaaak... kakak'. Arsy berteriak menggoda kakaknya yang tak menganggap keberadaannya.
'Kenapa sih tuh orang, dari kemarin lemah lesu tak bergairah', Arsy mengomel sendirian. 'Kak.. iniloohh program kesukaanmu lagi tayang, ayo nonton'. Arsy kembali berteriak memberitahu kakaknya.
'Kamu nonton sendiri aja, aku lagi males', Sahut Anna dari depan pintu kamarnya. Lalu Braaaaakkk.... pintu Anna tertutup dengan keras.
'Apaan sihh, marah-marah gak jelas deh dia', gerutu Arsy. 'Jangan-jangan putus sama kak Ray, masa sih, Ah enggah ahhh... orang keliatan baik-baik aja'. Arsy menebak-nebak sendiri denga bergumam lirih.
'Sial....' Anna menggerutu dan menangis tersedu-sedu di iringi musik yang keras supaya orang lain tidak mendengar dia menangis.
Keesokan paginya Anna bangun dengan mata sembab, dan wajah bengkak. 'Oh nooo... aku gak mungkin keluar dengan wajah gini'. keluh Anna dalam hati.
Anna segera ke kamar mandi, membasuh mukanya berkali-kali, tapi wajahnya tetap sembab. 'Haduuhh, mataku masih kliatan bengkak, gimana dooonk ahhh', Sambil menggerutu dan mengusap-usap matanya, Anna tetap membasuh mukanya.
__ADS_1
'Masa ak keluar dalam kondisi mata bengkak gini ishhhh' , Air mata Anna rupanya masih menetes lagi di pipi chubby nya. 'Kannn...gimana gak bengkak, sampe sekarang masih aja tetep nangis'.
Anna terduduk di kamar mandi, menghela nafas panjang, dan berusaha untuk menahan diri supaya tidak menangis lagi. Lalu dia mengambil handphone di meja, 'Al.. ak bolos kuliah, lagi gak enak badan'. Anna menulis whatsapp ke Allia, mencari alibi untuk tidak masuk kuliah.
'Pak bos, hari ini saya ijin gak masuk kerja karena lagi gak enak badan', lalu Anna menulis whatsapp ke bos nya ijin tidak masuk kerja.
'Ahhhhh... semua kacau gara2 aku nangis terus..', lalu pintu kamar mandi di ketuk oleh bibi, 'Annaa... waktunya sarapan, di tunggu papa mama', Anna lagsung menyahut, 'Bii.. bilang mama aku masih ngantuk, mau tidur biii..'
Anna menghindar dari papa mama, 'Bu.. non Anna katanya masih ngantuk, mau sarapan di kamar'.
'Hemm..tumben nih pa, Anna jam segini masih ngantuk. Gak kerja, gak kuliah ta anak itu?' , Papa Anna menjawab sembari menulis pesan ke klien-nya, 'Begadang paling ma semalem, udah biarin aja'.
Lalu Arsy tiba-tiba muncul, 'Kak Anna lagi badmood kayaknya ma, mungkin putus kali sama kak Ray' celetuk Arsy.
__ADS_1
Papa dan mama Anna langsung salig memandang dan kaget, 'Lohhh, beneran dek?'.
BERSAMBUNG