
'Apaan sih... aneh tau kalo kamu kayak gitu', Anna mencoba menngalihkan tatapan Shane. Sebenarnya Anna juga gugup karena tatapan Shane.
Beruntung Anna terselamatkan dengan telepon dari Allia. 'Halooo An, nyampe mana? Kutunggu di depan kelas, buruan!!!!'.
'Oke..mau nyampe Al'
Anna dan Shane berjalan beriringan menuju ruang kelas. Suasana menjadi hening dan agak canggung. Lalu muncul Allia, 'Heiiii... kalian datang bareng? Darimana?', Allia berusaha mengorek informasi dari mereka berdua.
'Dari rumahku, aku dijemput Shane karena searah kan. Lagian aku gak ada mobil trus hujan jadi aku minta tolong Shane buat jemput. Ya kan Shane?', entah kenapa kebohongan itu meluncur dari bibir Anna.
Shane agak kebingungan karena alasan Anna yang 100% bohong, 'Oh iyaa.. tadi Anna minta di jemput karena searah'.
Allia mengangguk-angguk, 'Ohhh gitu.. Yukk mau telat nih.. Eh katanya ada dosen tamu hari ini. Masih muda dosennya..hihiii'.
'Eluuuu kalo ada dosen muda langsung bling-bling matanya', Anna menggandeng tangan Allia dan mereka berdua berjalan setengah berlari menuju kelas meninggalkan Shane di belakang.
__ADS_1
Shane hanya tersenyum manis mendengar celotehan mereka berdua.
Seorang dosen tamu memasuki kelas, dan terdengar suara heboh dari mahasiswa-mahasiswa cewek di kelas.
'Wooowww... An ganteng banget dosennya, An.. aduhhh kamu ngapain sih nunduk-nunduk', Suci teman di sebelah Anna menggerutu karena di cuekin Anna.
'Bentar ciiii... bolpen ku jatuh nihhhh... Naaaahh.. ketemu', Sambil memungut bolpennya yang jatuh, Anna mendongak menegakkan badan agar duduknya kembali seperti semula.
Seketika bolpen Anna terjatuh lagi karena begitu terkejutnya dia ketika dia tau yang menjadi dosen tamu adalah Ray, mantan pacarnya.
'Aku bener-bener ngindarin dia Al..Tapi malah muncul di kelas',
Dari deretan belakang, Shane menatap tajam ke Anna. Sesekali tatapannya beralih ke Ray. Dia bisa merasakan bahwa Anna gelisah dan gugup.
Sementara Ray dengan santai menjelaskan materi kuliah hingga kelas selesai. Sebenarnya dia tau kalau Anna berada di deretan mahasiswa-mahasiswanya.
__ADS_1
Kelas telah selesai, secepat kilat Shane menghampiri Anna dan mengajaknya keluar. Allia melihat Shane menggandeng tangan Anna, 'Mau kemana kalian?'.
'Ngajak Anna keluar sebelum dia tambah gelisah. Tuh liat mukanya udah keliatan murung lagi tuh'. Shane mencoba menjelaskan ke Allia.
'Kamu ajak keluar cepet ya.. Aku ada mata kuliah tambahan nih. Byeee', sambil menepuk-nepuk pundak Anna, Allia berbisik sekali lagi, 'Sudah yang tenang, hindari Ray. Gak usah ketemu. Ok!!!'
Anna cuma bisa mengangguk pelan. Dia dan Shane keluar kelas setelah Ray keluar dari kelas tersebut.
Mereka berjalan menuju parkiran. Banyak mata yang melihat mereka dengan aneh. Ternyata Shane belum melepaskan genggamannya dari tangan Anna, sehingga banyak mata yang memandang mereka.
'Anna!!!', seseorang memanggil Anna dengan keras. Spontan Anna dan Shane menoleh ke belakang. Anna terpaku memandang orang tersebut. Sementara Shane menatap tajam orang tersebut.
'Apa kabar An?', dengan lembut orang itu menanyakan kabar Anna, orang itu adalah Ray. Rupanya dia membuntuti Anna dan Shane ke parkiran. Dia sengaja menyapa Anna.
Anna hanya bisa terdiam, dia tidak menyangka bahwa dia akan bertemu lagi dengan Ray. Yaa.. sungguh dunia sangat kecil. Orang yang sangat di hindarinya malah menyusulnya ke kampus, dan sengaja menyusul dia dan Shane ke parkiran.
__ADS_1
BERSAMBUNG