
'What...' Shinta hampir tidak percaya siapa yang berdiri di hadapannya. 'Haloo tante, saya teman Shinta, sekaligus koleganya. Tadi saya dengar Shinta kecelakaan, kebetulan saya ada urusan dekat sini sekalian mampir jenguk Shinta'. Arnold bicara basa-basi ke mama Shinta.
'Oh iyaa, saya mamanya Shinta. Silahkan duduk ya'. Arnold tersenyum, 'Makasih tante'.
Sementara Shinta hanya diam terpaku dan setengah melotot ke Arnold. Dalam hati Shinta, 'Berani banget dia kesini, gilakk yaa..'.
Mereka berdua terdiam dan kelihatan kikuk. Kemudia Arnold memberikan sebuket bunga, dan beberapa buah untuk Shinta, 'Nih.. cepet sembuh ya Shin..'
Shinta masih terpaku, kemudian tersenyum dan melirik mama-nya sebentar, 'Oh iyaa, makasih ya.. Aku gakpapa kok, cuma lecet-lecet aja'.
Arnold memandangi tubuh Shinta mulai dari kaki sampai kepala. Dia nampak khawatir dengan kondisi Shinta. Sementara mama Shinta juga memandangi Arnold dengan tatapan tajam.
Shinta menulis pesan kepada Arnold melalui pesan WA, 'Kamu pulang sekarang gih! Sekarang! Mamaku dari tadi terus ngliatin kamu. Jangan sampai mamaku curiga!'
Shinta mulai kebingungan dan mengusir Arnold pulang. Arnold berdiri dan berpamitan kepada Mama Shinta, 'Tante, saya pamit pulang'.
Mama Shinta nampak terkejut, 'Lohh kok cepet banget pulangnya. Makasih ya nak. Doakan Shinta cepat sembuh ya'.
__ADS_1
Arnold tersenyum, 'Shin, cepat sembuh ya'. Shinta mengangguk, '
Setelah Arnold keluar, mama segera menghampiri Shinta. 'Temen deketmu?' Mama penasaran dan langsung menodog Shinta dengan pertanyaan. 'Gak ma, kenal aja. Dulu klien di kerjaan ku taon lalu'.
'Tampan ya, keliatan berwibawa', Mama mengolok Shinta. 'Ihhh...mama bisa aja. Nanti Ray cemburu lohhh'.
'Iya, iyaa mama tau. Mama bercanda sayang'. Mama menyuapi Shinta dengan sepotong apel.
Anna telah kembali dari liburannya, 'Shanee...makasih yaa, see you di kampus'.
Anna bergegas masuk ke dalam rumah. 'Mamaaa, aku pulaang' ternyata yang nongol adiknya Anna, 'Kak, lu berantem sama Kak Ray, kemarin dia nyariin tuh ke sini'.
'Trus kamu bilang apa?' Anna mengorek informasi dari Arsy. 'Ya kubilang liburan lahh sama Shane'. Arsy tertawa sambil berlalu dari hadapan Anna.
Anna hendak masuk ke kamar mandi, namun handphone nya berdering, Ray rupanya kembali menelepon Anna. 'Haloo... ada apa Ray'.
'Anna, bisa kita ketemu malem ini?' Anna segera mengangguk setuju, 'Oke, ketemuan di luar aja, di cafe Rosi, kutunggu jam 7'.
__ADS_1
'Aku jemput ya', Ray mencoba merayu Anna. 'Ohhh... gak usah Ray, aku langsung kesana aja, udah yaa aku mau mandi dulu' jawab Anna ketus dan langsung menutup telepon.
'Anna... siapkan hati, siapkan mental, siapkan tisu. Ahhh enggak, aku gak boleh nangis. Air mataku terlalu berharga buat nangisin seorang Ray', Anna berusaha meyakinkan dirinya sendiri bahwa dia mampu dan bisa tegar di hadapan Ray.
Anna memakai dress panjang tanpa lengan dipadu dengan kemeja kotak, memakai sneakers putih. Dengan make up tipis. Anna sengaja memakai warna hitam agar tubuh berisinya tidak terlalu kelihatan.
Turun dari kamar, kemudian menyapa papa dan mamanya sebentar, 'Papa.. aku mau ketemu Rat di luar bentar'. Papa mengangguk, 'Oke.. jangan pulang malem ya nak'.
'Siap pa.. Anna pinjem mobil ya pa', Anna bergegas pergi keluar.
Ray sudah menunggu Anna di cafe. Waktu menunjukkan pukul 7.15 malam, tapi Anna belum datang juga. Ray memanggil pelayan cafe, lalu segera memesan makanan dan minuman untuk dia dan Anna.
Sesekali Ray menoleh ke pintu masuk cafe, namun yang di tunggu belum juga menampakkan batang hidungnya. 'Kamu di mana? Aku udah nyampe'. Namun tak ada balasan dari Anna.
Ray menunggu sebentar, kemudian karena tak sabar Ray mencoba menelpon Anna. Anna rupanya tidak mengangkat telepon, Ray kembali menoleh ke pintu masuk cafe, dan dia melihat Anna berjalan menuju ke arahnya.
BERSAMBUNG
__ADS_1