Cerita Cinta Bersamamu

Cerita Cinta Bersamamu
20. Cerita cinta bersamamu


__ADS_3

Anna dan Shane menikmati pagi yang segar dan sejuk dengan berjalan-jalan di sekitar villa. Banyak pohon pinus di sekitar villa, dan di beberapa tempat terdapar spot foto dan bangku-bangku yang aesthetic untuk berfoto.


'Shane, fotoin donk' Anna merengek, Shane tertawa keras, 'Okelaah, foto-fotonaja sesukamu An, bakal tak turuti, aku jadi fotografernya'. Anna duduk di bangku sambil tertawa.


'Yang keliatan aku kurus yaah..' Anna mengancam Shane, 'Kamu tetep cantik An, tenang aja'. Pipi dan telinga Anna langsung memerah, Anna menutup pipinya dengan tangan agar Shane tidak melihatnya tersipu malu.


'Ngejek lohh Shane.. awas ya, ayook udah fotoin yang bagus ya'. Shane tertawa terpingkal-pingkal, 'Okee nona cantik'.


Anna berfoto dengan macam-macam pose, Shane hanya nurut saja dan mulai memotret Anna. 'Ehh, kok pake hp mu Shane? Nih pake hp ku aja'. Shane mengambil hp Anna dari tangan Anna.


Sekilas Shane melihat di home screen terpampang foto Shane dan Ray, lantas tanpa sengaja Shane berceletuk, 'Masih kamu pasang nih?. Sambil menunjukkan foto di hp Anna.


'Ohhh... masih, udaah ayook foto aku lagi. Keburu yang lain bangun'. Shane mulai memotret Anna, dan Anna berpose manja dan centil membuat Shane tertawa.


Sementara di rumah Ray, Ray sudah siap pergi dengan celana jeans hitam dan kaos lengan pendek warna biru, serta memakai topi biru pemberian Anna. Ray segera memacu mobilnya menuju villa tempat Anna berlibur.

__ADS_1


Rupanya Shane mengetahui tempat Anna dari Raya yang secara gak sengaja keceplosan membocorkan tempat liburan mereka.


Di hotel, Shinta bangun tidur dan menggeliat manja di atas kasur, nampak di sebelahnya Arnold masih tertidur pulas. Shinta tampak hanya mengenakan ****** ***** saja, lalu dia mengelus-elus kepala Arnold, dan mengecupnya manja.


Shinta membuka handphone-nya, dan dia melihat aplikasi pelacak di handphone-nya melihat Ray pagi-pagi sudah keluar. Lalu Shinta mengendap-endap ke kamar mandi, Shinta menelpon Ray.


'Kamu dimana sayang? sapa Shinta dengan manja. 'Aku mau keluar sebentar, aku tutup ya' Shinta akan berbicara tapi telepon keburu di tutup sama Ray. 'Raaaaaaaayy... tunggu' Shinta berteriak pelan, tapi telepon sudah di tutup.


Shinta menggerutu marah, dan mengepalkan tangannya. 'Pasti dia mau ke tempat si gendut itu' geram Shinta. Aku harus segera menyusul Ray.


Shinta terburu-buru berganti pakaian dan keluar dari kamar tanpa berpamitan dengan Arnold. Shinta hanya mengirim pesan ke Arnold.


Mobil Shinta melaju dengan kencang, sambil menelepon Ray, Shinta melajukan mobilnya dengan kencang. 'Raaay , dimana kamu? aku mau ke tempatmu' Ray setengah berteriak, 'Kubilang aku keluar, nanti aku telepon'


Shinta juga ikut berteriak, 'Kamu pasti mau ke tempat si gendut itu, gak boleh. Aku mau ketemu kamu'.

__ADS_1


'Shintaaa.... jangan egois. Kubilang aku ada urusan penting. Jangan manja'. Tiba-tiba terdengar suaraa braaaakkkk dengan keras.


Ray kaget dan memanggil-manggil Shinta, 'Shintaa... Shintaaa... Ada apa? Shintaaa .. apa yang terjadi? Namun Shinta tidak menjawab dan telepon terputus.


Ray yang serba salah dan panik, langsung balik arah menuju rumah Shinta.


Sementara Shinta teryata mengalami kecelakaan, karena terlalu ngebut berkendara, Shinta menabrak pembatas jalan.


Mata Shinta berkunang-kunang, dan mulai pingsan.


Shinta membuka matanya perlahan-lahan, lalu dia mengrenyitkan dahi karena kepalanya masih terasa pusing. Terlihat Ray ada di depan Shinta.


Shinta tersenyum dan langsung memeluk Ray, 'Raaaaaayyy.... ada apa sama aku? Kepalaku pusing banget' Shinta menangis sesenggukan.


Ray berusaha menenangkan Shinta. Kemudian papa dan mama Shinta muncul beserta kakak Shinta yang bernama Dimas. 'Kamu gakpapa Shinta?' Dimas khawatir dengan keadaan adiknya.

__ADS_1


Mama Shinta terlihat menangis tersedu-sedu sambil memeluk Shinta.


BERSAMBUNG


__ADS_2