
"Husshh.. anak kecil jangan ikut-ikutan tau." Anna membekap mulut adiknya yang tidak mau diam, sementara Arsy meronta-ronta dan mencoba untuk menjauhkan tangan kakaknya dari mulutnya.
"Heeyyy... kalian berdua ya, selalu aja berantem. Arsy jangan ganggu kakakmu."
Dengan lesu Arsy menjawab, "Baik papa."
***
Beberapa minggu kemudian, Anna mendapatkan email dan telepon dari PT. Sky Blue bahwa ia dinyatakan di terima bekerja di sana dan bisa mulai bekerja minggu depan.
Tak lama kemudian, Anna mendapat telepon dari Shane.
"Halo Shane.." jawab Anna.
Shane mengucapkan selamat kepada Anna karena telah di terima bekerja, "Selamat ya Anna. Kamu hebat, dan layak di terima."
"Oh, makasih Shane." Anna tersipu malu.
"Ada waktu luang hari ini?" ucap Shane langsung to the point.
"Ehh.. ada apa? Aku nanti siang ada acara pertemuan, setelah itu free."
Shane yang kegirangan langsung menyahut, "Aku jemput ya. Nanti sharelock aja. Selesai jam berapa?"
"Mungkin sekitar jam 4 sore. Ada apa sih Shane? Mau ke mana?." Anna menjawab di sertai rasa penasaran.
"Nanti aku jemput ya." rupanya Shane tidak mau menjawab rasa penasaran dari Anna.
"Ehm.. iya."
__ADS_1
Klek...
Telepon di tutup oleh Shane, "Mau ngajak kemana sih dia?."
Anna tidak dapat menutupi rasa senangnya. Bibirnya terus mengembangkan senyum setelah menerima ajakan dari Shane.
***
Tepat jam makan siang, Shane tiba di sebuah restoran di kawasan tengah kota. Sebelum turun dari mobil, Shane merapikan baju dan rambutnya.
Setelah rapi kembali, Shane membuka pintu dan akan turun dari mobil. Lalu dia kembali masuk, "Ahhh.. ponsel sama dompet."
Dia mengambil dompet dan ponselnya sebelum turun dari mobil.
Shane berjalan dengan penuh kebahagiaan saat akan masuk ke dalam restoran. Dia tersenyum lebar saat memikirkan bagaimana Anna akan menyambutnya waktu masuk ke restoran.
Tapi setelah masuk ke dalam restoran, mendadak senyum Shane hilang berganto dengan muka datar.
Anna terlihat sangat cantik dan mata Anna terlihat berbinar-binar saat berbicara dengan laki-laki tersebut.
Sesekali Anna tertawa lebar dan menutup mulut dengan kedua tangannya. Kemudian Shane juga melihat laki-laki iti sesekali mencuri-curi pandang ke Anna.
Shane melangkah mendekati mereka, dia sengaja terus melangkah mendekat dan kemudian tepat berdiri di samping Anna.
"Lohh Shane, udah dateng?." Anna terkejut.
"Udah dari tadi. Siapa dia?."
"Dari tadi? Yang bener? Aku baru liat kamu sekarang. Oh, kenalin dia Gaga temenku. Kalian sering ketemu kan di kantor"
__ADS_1
Gaga tersenyum kepada Shane, "Halo Pak Shane."
Shane menyambut senyuman Gaga dengan ekspresi datar, "Ya.. Halo."
"Duduk Shane. Bentar ya aku kurang sedikit lagi habis itu selesai."
"Aku tunggu di meja sebelah, kalian lanjutin aja." Shane bergerak mundur.
Minuman yang di pesan Shane sudah datang, dia mengaduk-aduk minuman itu sambil sesekali memperhatikan Anna dan Gaga.
"Bahagia sekali Anna ketemu cowok itu." Tatapan mata cemburu dari Shane terus menatap Anna.
Anna sesekali menoleh ke arah Shane dan tersenyum.
Gaga berdiri dan menyalami Anna sambil tersenyum, "Sampai ketemu lagi ya Anna. Nanti aku telepon."
"Ohh.. iya Ga. Hati-hati dijalan."
Gaga melangkah keluar dan tidak lupa menyapa Shane sebelum keluar dari restoran.
"Udah selesai?." ucap Shane datar.
"Udah. Mau di sini dulu atau keluar Shane?." tanya Anna.
"Ikut aku ke rumah ya. Mama nyuruh kita makan malam di rumah."
Anna terkejut mendengarnya, "Eh.. kita??."
Shane mengangguk, kemudian mendekati meja Anna. Lalu Shane memegang tangan Anna dan berkata, "Mama taunya kita masih pacaran, Anna."
__ADS_1
"What??."
BERSAMBUNG