
Shinta tersenyum puas karena trik yang ia gunakan telah berhasil. Dia mendekati Ray dan berbisik mesra, "Udah sayang, kamu gak usah pulang yah. Di sini aja sama aku. Yukk ke kamar".
Shinta menarik paksa tangan Ray dan membawanya ke dalam kamar. Kemudian dihempaskannya tubuh seksi Ray ke ranjang. Shinta mulai melepas baju yang di kenakan Ray. Mendaratkan ciuman panas ke bibir, mata, hidung dan tubuh Ray.
Ray yang seperti orang mabuk rupanya menyambut hangat ciuman dari Shinta. Dan sesuatu yang sangat di inginkan Shinta untuk menjebak Ray pun terjadi.
Senyum licik tersirat di mulut Shinta. Dia memeluk Ray dengan mesra, seolah dia tidak mau melepaskan Ray. Lalu mereka berdua tertidur dengan saling berpelukan.
***
"Tadi siapa?", suara berat Shane memecah keheningan di dalam mobil.
"Kenapa tanya Shane?. Biasanya kamu gak pernah kepo", ucap Anna yang terheran-heran dengan sikap Shane akhir-akhir ini.
"Kamu jadi posesif deh sama aku. Ehh apa aku yang ke ge-er an?", Anna tidak dapat menyembunyikan ekspresi curiganya.
"Gak, pengen nanya aja. Gak boleh?", wajah Shane menjadi masam karena jawaban Anna.
"Canda Shane. Kok ngambek lagi sih. Dia temenku sekolah. Dulu pernah pacaran sih, tapi putus gara-gara dia pindah ke luar negeri. Udah puas sama jawabanku?", Anna mencoba menggoda Shane.
__ADS_1
"Udah", jawab Shane padat singkat dan jelas.
"Jangan cemberut donk. Maaf ya tadi ak mbentak kamu. Biasa, lagi emosi", Anna meminta maaf dan mencoba menepuk-nepuk bahu Shane.
"Aku kasih saran ya. Kalo ketemu Ray ataupun tunangannya, udah tinggalin aja, cuekin alias jangan ditanggepin. Move on Anna. Oke!!!", Shane mencoba memberi saran kepada Anna.
"Kamu gak ngalamin Shane, kamu cowok. Cowok beda sama cewek. Cewek lebih peka, pake perasaan. Bayanginlah 5tahun sia-sia karena orang ketiga gimana rasanya!!", Anna mulai menunjukkan emosi lagi.
"Ya yaaa..oke aku gak ngalamin. Cowok lebih tidak peka. Okelah!! Kalo gitu kamu gak usah moven aja. Tetep pikirin aja mantan pacarmu", Shane terlihat lebih emosi.
Tokkk...tookkk...tokkkk
Kaca mobil Shane rupanya ada yang mengetuk, dan Allia berdiri mematung di samping mobil.
"Helooowwwww...kalian debat apa??!!, sampe gak denger aku panggil-panggil", Allia menunjukkan muka sewot.
"Perasaan nih anak berdua sering barengan sekarang", gumam Allia pelan.
"Eh Al... nggak kok tadi lagi ngobrol biasa ajah. Yuk masuk", Anna menarik tangan Anna masuk ke dalam.
__ADS_1
Wuuuuuunnnggg.... Tanpa kata-kata, Shane melajukan mobilnya dengan kencang.
"Tuh anak kenapa sih??!!", Anna terus mengomel seperti orang yang berantem denga kekasihnya.
"Kalian berdua pacaran?!!", pertanyaan Allia membuat Anna langsung menoleh dan mencubit tangan Allia.
"Aaawww.. aku cum nanya. Kalo pacaran juga gakpapa, walaupun ak naksir Shane dari dulu hikksss.. Tapi kalo dua sahabatku pacaran aku bakal seneng banget. Sueeerrrrr deh", Allia menggoda Anna dengan membuat tanda di tanggannya.
"Apaan sih!!!", Anna mencoba mengalihkan pembicaraan.
Sebenarnya di dalam hati Anna, terkadang ada keinginan untuk berpacaran dengan Shane. Tapi mengingat pertemanan mereka yang cukup lama, mustahio rasanya hal itu terwujud.
Jika benar mereka berdua bisa pacaran, akan menyebabkan kecanggungan bagi mereka berdua.
"Yuukk ah masuk, gimana kalo kita bikin mie goreng, kasih sawi, kasih cabe Al? Kamu punya stok mie?", mata Anna mengerjap-ngerjap ke Allia.
"Gak punyaaaa... ayok kita ke minimarket", Langkah mereka berdua berbelok ke sebuah minimarket dekat kos Allia.
Ketika Anna sedang memilih mie dan beberapa sosis, tiba-tiba Anna di kejutkan dengan panggilan seseorang, 'Haiii An..kita ketemu lagi", sapa seorang cowok yang dikenal Anna.
__ADS_1
BERSAMBUNG
Jangan lupa save di rak buku kalian ya, dan berikan like untuk novel ini. Thanks!! 😍