
"Ada apa?." Shane merasa sikap Anna berbeda dengan biasanya.
"Gakpapa. Kita ke taman deket sini bentar. Ada yang mau aku bicarain." Anna mengajak Shane untuk ke taman dekat kosan Sabrina.
Shane memandang Anna dengan wajah bingung. Tidak biasanya Anna bersikap cuek dan dingin kepadanya.
Shane mencoba menggandeng tangan Anna sambil berjalan. Tetapi hanya kebisuan dari Anna yang di dapatkan Shane.
Lalu mereka duduk di sebuah bangku taman. Anna mengeluarkan dua botol minuman yang di belinya di minimarket. Satu minuman untuk Shane, satu lagi untuk dia sendiri.
Sebelum memulai berbicara, Anna menghela nafas panjang. Dia mulai mengeluarkan ponselnya dari tas nya. Sebelum menunjukkan foto kepada Shane, Anna mencoba bertanya kepada kekasihnya itu.
"Kemarin waktu aku ke kampungnya Allia, kamu sibuk apa?." Anna bertanya dengan nada yang datar.
__ADS_1
Shane menjawab dengan tenang, "Aku sibuk bantuin papaku. Tapi banyakan tiduran di rumah sih hehehe. Sama papa suruh cepet-cepet join ke ke kantor. Tapi aku minta rehat bentar sekitar 1-2 bulan. Masih penat abis ngerjain skripsi.
Anna yang tidak dapat menahan emosinya langsung menunjukkan foto di ponselnya kepada Shane, "Ini apa?."
Mata Shane terbelalak melihat foto dirinya dengan Isha waktu menjaga Isha di rumah sakit, "Kamu dapet darimana? Maaf sayang, aku belum sempet cerita. Tunggu ya, jangan marah dulu. Aku bisa jelasin kok."
Shane mencoba mengenggam tangan Anna, tapi rupanya Anna sudah bersiap untuk menepis tangan Shane. Emosi Anna sudah tidak terbendung lagi, namun dia bertahan untuk tidak menangis di depan kekasihnya.
"Anna.. Aku bisa jelasin. Itu gak seperti yang kamu lihat." Shane mencoba menjelaskan.
"Gak seperti yang di lihat gimana? Jelas-jelas kalian pegangan. Sepertinya kamu nemenin dia semaleman. Harusnya kamu ijin dulu donk sama aku. Kamu punya pacar Shane. Kenapa gak ijin dulu?." Anna terlihat tidak mau mengalah dan sudah mencapai titik emosi yang paling tinggi.
"Maafin aku sayang. Aku tau aku salah, aku yang salah karena aku gak jujur, gak berani ngomong jujur sama kamu. Aku cuma takut kamu marah." Shane meminta maaf kepada Anna sambil memegang tangan Anna.
__ADS_1
"Kamu takut aku marah?? Gak salah??!! Dengan kamu gak ngomong jujur aja kamu udah bikin aku marah. Bikin aku gak percaya kamu!!." Anna menahan airmatanya dengan menggigit bibirnya.
"Mamanya Isha minta tolong sama aku, sayang. Isha drop dan gak mau makan. Mamanya nelpon aku, aku cuma bantuin bawa Isha ke rumah sakit. Percayalaah sama aku sayang. Aku udah gak ada rasa sama Isha."
Shane menghela nafas sebentar lalu melanjutkan ceritanya, "Foto pegangan tangan itu, Isha yang pegang tanganku duluan, dan aku langsung lepasin tangan Isha. Percayalah sama aku sayang."
"Percaya?? Kayak gitu kamu masih bisa bilang aku suruh percaya kamu?." Anna tertawa sinis di depan Shane.
"Intinya aku cuma nolongin mamanya Isha. Aku gak ada maksud apa-apa sama Isha. Please, kamu jangan marah. Aku juga gak selingkuh sama Isha."
"Aku tinggal ke luar kota seminggu aja sikapmu kayak gini. Udahgak jujur sama aku." Anna mendengus kesal, dan belum selesai Anna berbicara, ponsel Shane berbunyi dan bisa di lihat dengan mata Anna nama yang terpampang di ponsel Shane.
BERSAMBUNG
__ADS_1