Cerita Cinta Bersamamu

Cerita Cinta Bersamamu
45. Cerita cinta bersamamu


__ADS_3

Deeggghhhh....


Jantung Anna berdebar tak karuan. Pipinya merah merona seperti buah semangka. Mulut Anna menyunggingkan senyum sumringah ketika dia membaca pesan dari Shane, "Maaf Shane tadi masih mandi. Ini mau makan malam sama papa. Papa katanya mau bicara sama aku".


Klinggg...kliingg...


"Bicara apa?", Shane penasaran.


"Ihhh Shane kepo banget deh", Anna senyum-senyum sendiri sambil memandangi pesan dari Shane.


"Belum tau. Nanti aku critain deh. Aku maj turun nemuin papa dulu ya".


Anna membuka pintu kamarnya dan bergegas turun ke bawah. "Papa dimana ma?", tanya Anna ke mama.


"Di tunggu di ruang kerja tuh kak. Buruan ke sana. Penting kata papa", jawab mama.


Hal itu semakin membuat Anna penasaran, kira-kira papanya mau membicarakan apa dengannya.


Tokk..tookk..tookkk


Anna mengetuk pintu ruang kerja, "Masuk kak", sahut papa Anna.


Klekkk...


Anna membuka pintu, kemudian melihat papanya duduk di meja kerja sambil memandangi laptopnya.


"Ada apa pa? Kok bicaranya di sini?", Anna semakin penasaran.

__ADS_1


"Coba deh kak liat ini", Papa Ann menyodorkan laptopnya ke arah Anna.


"Heemm... sekolah di luar negeri pa? Buat siapa?", Anna sedikit terkejut dengan perkataan papanya.


"Ya buat kamu nak. Papa sudah pikirkan matang-matang. Selesai S1 langsung lanjut kuliah di Amerika. Semua demi masa depan kamu", Papa menjelaskan detail maksud perkataannya.


"Anna pikir-pikir dulu ya pa. Pengennya selesai S1, Anna langsung cari kerja dulu", Anna mulai berkelit. Dalam hati Anna sebenarnya berat meninggalkan Indonesia.


"Anna... Kerja perkara gampang. Mumpung ada kesempatan lanjut kuliah, kamu gak perlu ragu. Paling gak butuh waktu 2-3 tahun buat nyelesaikan S2. Kamu mikir apa lagi? Ini kesempatan emas lohh buat kamu nak".


"Iya pa.. Anna paham. Tapi Anna pikir-pikir dulu ya pa, mau lanjut kuliah apa kerja dulu", Anna tetap berkelit.


"It's okay Anna. Kamu pikirkan matang-matang ya. Yang pasti akan banyak kebaikan dan kelebihannya jika kamu ambil tawaran ini", Papa pantang menyerah dalam merayu Anna kesayangannya.


"Baik pa. Aku keluar dulu ya pa. Mau tidur pa".


Anna tersenyum manja, lalu keluar dari ruangan papanya.


"Heeemmm...", Anna mengacak-acak rambutnya sambil mendesah pelan.


***


Dua minggu kemudian..


Ada seorang gadis bertubuh seksi dan tinggi menjulang berjalan cepat menuju ke sebuah rumah mewah.


Gadis itu memencet bel rumah. Tinggg...toooonggg...tiiinggg...tooongg..

__ADS_1


Lalu munculah seorang penbantu wanita berumur separuh baya dari balik pintu.


"Ohhhh bu Shinta. Mari masuk bu. Pak Ray ada di kamarnya", Pembantu itu menyuruh Shinta masuk ke dalam rumah.


Kebetulan sang pemilik rumah, Tuan Ruda dan Nyonya Sari sedang berada di luar negeri. Hanya ada Ray, adik dan pembantunya. Adik Ray sedari pagi sudah keluar rumah untuk mengurus bisnisnya.


"Aku masuk ke kamar Ray ya bi", seloroh Shinta.


Klek..


Tanpa permisi Shinta langsung membuka pintu kamar Ray. Dia melihat Ray masih tertidur pulas di ranjangnya.


Shinta berjalan dengan sangat pelan kemudian duduk di samping Ray. Dia memandangi wajah tampan Ray, kemudian tangannya mengelus rambut Ray, kemudian turun mengelus pipi Ray sambil bergumam, "Calon suami dan ayah dari anakku sangatlah tampan".


Senyum penuh kepuasan tersungging dari bibir seksi Shinta.


"Sebentar lagi kamu akan jadi ayah dari anakku Ray sayang".


Lalu tiba-tiba Ray membuka matanya, "Kamu bilang apa?".


"Ehmmm... sebentar sayang", Shinta merogoh tas mungil yang berwarna hitam. Dia mengambil sesuatu dari dalam tasnya.


"Taraaaaa.... sebentar lagi kamu akan jadi ayah, sayangku", dengan menunjukkan hasil testpack nya, Shinta tersenyum girang dan merasakan kepuasan tersendiri.


Sontak Ray kaget dan langsung bangun dari tempat tidurnya dengan membelalakkan mata memandang tajam ke arah testpack di tangan Shinta.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2