
"Isha!!!!." mata Anna melotot tajam sambil tangannya mencengkeram tangan Sabrina.
"Kamu kenal An??." Sabrina semakin menjadi penasaran siapa wanita yang di temui Shane itu.
Anna mengganguk pelan lalu menceritakan semua ke Sabrina, " Isha mantan Shane, dulu stay lama di luar negeri, trus memutuskan pulang ke Indo demi Shane. Beberapa waktu lalu memang sempet dateng ke apartemen Shane."
"Haaahh, ngapain?." Sabrina semakin penasaran.
"Dari yang aku denger dia pengen bicara hal penting sama Shane. Tapi aku gak nyangka Shane kayaknya nanggepin mantannya." Mata Anna mulai berkaca-kaca.
Sabrina yang mengetahui temannya bersedih segera memberi dukungan, "Ahh An, apa aku yang salah liat ya mungkin. Coba kamu tenang dulu An, mungkin Shane mau ceritain semua ke kamu tapi waktunya belum tepat."
"Belum tepat gimana? Ini udah seminggu lebih lohh Sab dari kejadiannya." Anna mencoba menahan emosi saat memandang foto itu kembali.
"Liat deh mereka juga pegangan tangan. Brarti aku berhak marah donk sama Shane."
Sabrina kembali membujuk Anna, "Dari yang aku tangkap waktu itu, si mantannya duluan yang megang tangan Shane. Cuma aku gak keliatan jelas gimana reaksi Shane saat itu An."
"Sampe sekarang Shane juga masih diem. Apa mungkin dia coba-coba merahasiakan ini dari aku ya Sab?." Anna kembali bertanya kepada Sabrina dengan nada kecewa.
__ADS_1
"Tenang dulu Anna. Coba kamu tanya baik-baik ke Shane ya. Pokoknya jangan sampai kamu ganggu si Isha. Bisa tambah rumit ntar jadinya." Sabrina berusaha untuk menyemangati temannya itu.
Anna mengucapkan terimakasih kepada sahabatnya itu, karena udah memberitahu hal yang urgent kepadanya.
"Sab, makasih ya. Entahlah kalo kamu pas gak ke rumah sakit hari itu pasti aku kayak orang bodoh yang gak tau apa-apa." Anna kembali menunjukkan ekspresi sedihnya.
Lalu Sabrina berdiri dan memeluk Anna, "Udah ya jangan kepancing emosi. Tenangkan diri dulu, tunggu aja beberapa hari mungkin Shane mau bercerita."
"Makasih banget ya Sab." Anna mengusap air matanya pelan sambil memeluk Sabrina.
*****
Ponselnya sedari tadi berbunyi, Anna melihat ponselnya sekilas. Tampak terpampang nama Shane di layar ponselnya.
Anna sengaja tidak menjawab telepon dari Shane , karens sudah beberapa hari sejak Ia bertemu dengan Sabrina, Shane tetap tidak menceritakan bahwa Shane telah bertemu secara diam-diam dengan Isha.
Kling..kling.
"Lagi sibuk sayang?? Maaf beberapa hari ini aku sibuk banget bantuin papaku. Nanti malam aku usahain ke rumahmu ya." Anna membaca pesan dari Shane tanpa membalasnya.
__ADS_1
Lalu Shane mengirim pesan lagi, "Kamu lagi dimana? Sudah tiga hari kamu gak balas pesanku dan gak angkat teleponku. I miss you sayang. Kami lagi sibuk?."
Anna tetap membaca pesan dari Shane tanpa membalasnya. Dia tengah menikmati segelas kopi di sebuah coffee shop.
*****
Sementara itu di sebuah kantor, nampak Shane tengah sibuk dengan tugas-tugasnya.
"Pa.. Ini udah selesai ya. Aku mau keluar bentar." Shane masuk ke ruangan papanya.
"Shane.. jadi kapan kamu join di perusahaan Papa?." Papa Shane sangat ingin anaknya untuk join di perusahaannya.
"Sabar pa sementara aku bantu-bantu papa dulu ya. Nanti kalo aku udah siap aku bakal join kok."
Papa Shane menjawab pernyataan dari anaknya, "Jangan main-main melulu lah Shane. Cepetan join, bantuin papa biar kakakmu ada yang bantuin juga."
"Iya pa.. Gak lama kok pa. Dah Pa, aku keluar dulu." Shane melangkah keluar dari pintu ruangan papanya.
"Mau kemana Shane?." Tapi rupanya Shane sudah tidak mendengar perkataan papanya karena sudah terlanjur menutup pintu.
__ADS_1
BERSAMBUNG