
"Byeeee... Shane hati-hati bawa anak orang!!." Teriak teman-teman Anna kepada Shane. "Langsung di pulangin ya." Goda teman-temannya.
"Tuh berdua sebenernya masih cinta tapi gengsi. Rumit memang mereka." Bisik Allia kepada Sabrina.
"Iya. Doain yang terbaik deh. Udah saling nyaman, udah cocok. Eh kalah deh sama gengsi." cetus Sabrina.
Anna melambaikan tangan dengan penuh semangat kepada Allia dan Sabrina.
"Mau ke apartemenku sebentar?." tanya Shane.
"Enggak. Pulang aja. Aku masih mau beberes dan packing." seloroh Anna dengan ketus.
"Ya udah iya. Pulang sekarang."
****
Hari keberangkatan Anna telah tiba. Di rumah Anna terjadi keriuhan karena Anna, Mama dan Arsy akan berangkat ke Inggris.
"Arsy!!! Ayo cepetan. Jangan sampe telat." teriak Anna.
"Iya bentar kak. Nyari headset gak ketemu. Bentaar!!! Sabaar!!!." Arsy membalas teriakan Anna.
"Anna, Arsy!! Mama tunggu di bawah ya. Kalian cepet turun. Papa udah nunggu lama." mama tak kalah hectic dengan kedua anak cantiknya.
__ADS_1
"Ya ma!!." jawab dua bersaudara itu barengan.
Arsy dan Anna tergopoh-gopoh turun dari tangga, "Ayo sarapan dulu anak-anak cantik." mama dengan sumringah menyapa kedua anaknya.
Mereka berempat menikmati sarapan bersama sebelum terbang ke Inggris.
"Ma.. nanti jangan lama-lama di sana ya." Papa rupanya sudah mewanti-wanti mama dan Arsy agar segera kembali ke Indonesia.
"Yahh.. Papa, Arsy kan pengen jalan-jalan dulu. Dua minggu deh di sana. Papa kan banyak temennya di rumah." Arsy menggoda papanya.
Papa Dave tertawa mendengar celotehan Arsy, "Kan papa kangen kalau ditinggal lama-lama sama mama, sayang."
"Ohhh gitu ya. Papa cuma kangen mama doang. Sama Anna enggak?." Anna mencoba berakting ngambek.
"Yahhh.. Papa. Mereka udah putus. Upss." Arsy keceplosan.
Anna langsung menginjak kaki Arsy di bawah meja dan Arsy berteriak dengan kencang, "Aaawww... kak!! Sakit!!."
Anna memonyongkan mulutnya untuk mencibir Arsy.
Setelah sarapan selesai, mereka bertiga pamit kepada Papa Dave. "Papa, Anna berangkat dulu ya. Sehat-sehat ya Papa." Anna memeluk papanya dengan erat dan matanya tampak berkaca-kaca.
"Rupanya anak papa udah dewasa. Udah berani hidup sendiri di negeri orang." Papa mengelus rambut Anna, "Jaga diri baik-baik ya sayang."
__ADS_1
"Ehhhmmm... Papa." Anna tak kuasa menahan tangis, dan sesenggukan di pelukan Papa Dave.
Mama yang melihat momen mengharukan itu langsung memeluk mereka berdua, "So sweet kalian berdua." mama ikut mengusap air matanya yang tiba-tiba jatuh ke pipinya.
Arsy rupanya juga meneteskan air matanya ketika melihat kakak tersayangnya akan segera meninggalkan mereka untuk menempuh pendidikan.
****
Di bandara, Shane, Allia dan Sabrina sudah menunggu kedatangan Anna.
"Shane, gimana?? Udah baikan sama Anna?." tanya Allia penasaran.
Shane menggelengkan kepalanya, "Sulit. Dia tetap minta waktu untuk sendiri dan menenangkan diri."
Allia dan Sabrina terlihat menghela nafas panjang, "Yang sabar ya. Kamu harus terus berjuang untuk dapetin Anna kembali Shane."
Mereka memberi semangat kepada Shane, "Fighting!!! Kamu pasti bisa. Anna bukan tipe cewek yang gampang tergoda sama cowok lain."
Shane mengangguk lesu. Harapannya untuk segera berbaikan dengan Anna sudah setengah pupus karena Anna sudah keburu pergi ke luar negeri selama kurang lebih dua tahun.
Shane harus dengan sabar menunggu Anna kembali ke Indonesia. Anna bukan orang yang mudah untuk di dekati jika hatinya sudah tersakiti.
BERSAMBUNG
__ADS_1