
"Makan dulu yuk. Udah jam segini pasti kamu udah laper." Shane mencoba mengajak Anna untuk makan malam.
"Ah gak usah. Aku belum laper." tawaran Shane di tolaknya mentah-mentah.
"Kamu...." Shane berhenti sejenak.
"Kenapa?."
"Nggemesin." senyum lebar terpasanh dari bibir Shane.
Tanpa menunggu persetujuan dari Anna, Shane membelokkan mobilnya ke sebuah restoran timur tengah. Mobil segera berhenti dan Shane membukakan pintu mobil untuk Anna.
"Kok berhenti di sini?." tanya Anna.
"Aku lapar dan pengen makan malam. Temani aku." ucap Shane seraya mengulurkan tangannya untuk Anna.
"Tapi...." belum selesai Anna menjawab, Shane menarik tangan Anna dengan lembut agar keluar dari mobil.
"Jangan alasan ahh!! Temenin aku bentar." lalu Shane menggandeng Anna dan memasuki sebuah restoran.
Mereka duduk di dekat jendela dan Shane tiba-tiba memandang Anna dengan tatapan yang membuat Anna salah tingkah, "Apa kabar Anna? Kamu tambah cantik."
Kata-kata Shane membuat Anna kembali salah tingkah dan bibir Anna membuat senyuman sedikit, "Jangan basa-basi ah."
Shane tersenyum manis, "Gak basa-basi. Udah lama kan kita gak ketemu. Sekali ketemu belum sempat tanya kabar kamu."
__ADS_1
"Baik-baik aja kabarku. Lagi cari-cari kerja biar cepet kaya." ucap Anna.
"Aku pangling." ucapan Shane membuat Anna mengrenyitkan dahi.
"Apanya?? Aku tetep Anna yang dulu Shane."
"Kamu tambah cantik tapi aku gak suka kamu terlalu kurus."
Anna melotot gemas karena perkataan spontan Shane, "Shane..!!"
"Oke-oke maaf ya." Shane mencoba flirting ke Anna dengan mengedipkan matanya.
"Sudah lama kerja di sana Shane?."
"Sejak kamu berangkat ke luar. Aku mutusin untuk kerja di perusahaan lain. Papa awalnya keberatan tapi lama-lama luluh juga." ucap Shane.
Anna memotong perkataan Shane, "Aku belum minat menjalin hubungan lagi. Aku pengen fokus ke kerja."
"Ahhh itu hanya alasan kamu aja, Anna."
"Gak alasan, Shane!! Aku memang pengen fokus aja sama cari kerja dulu. Urusan lain belakangan." Anna mencoba menjelaskan kepada Shane.
"Kalo aku pengen deket lagi? Kalo aku ngajak balikan? Gimana?."
Pada saat Anna akan meminum segelas es red velvetnya, seketika Anna berhenti dan hampir saja minumannya tersembur.
__ADS_1
Shane baru saja melihat hal itu, dan dengan sigap Shane mengambilkan tisu untuk Anna, "Kamu gak papa?."
"Oh gakpapa. Makasih."
Anna masih terlihat canggung dengan suasana yang di hadapinya sekarang. Dia tak habis pikir kenapa harus bertemu dengan Shane di waktu yang tidak tepat.
Mereka berdua menghabiskan malam dengan mengobrol sepanjang waktu sambil menikmati makanan mereka.
****
Anna keluar dari mobil Shane, " Shane, makasih ya. Maaf ngrepotin."
"Dari dulu sampai sekarang kamu selalu bilang 'maaf ngrepotin', Anna. Cobalah sekali-sekali bilang 'Shane, kamu menyenangkan atau Shane, I love you'. Kan tambah enak di dengerin." Shane menggoda Anna hingga Anna kelihatan salah tingkah.
"Mulai deh!!."
"Aku pulang dulu ya, Anna. Bye." Shane melambaikan tangan lalu bergegas pulang.
Anna berjalan kaki memasuki rumahnya. Dan melihat orang tuanya sedang duduk di ruang keluarganya.
Anna menghampiri mereka, " Papa mama, Anna sudah pulang."
"Gimana wawancaranya hari ini??." Papa Dave menodong Anna.
"Lumayan lancar Pa. Tapi saingannya banyak, semoga aja di terima ya." Anna duduk di sofa sambil melepas kaos kakinya.
__ADS_1
Tiba-tiba Arsy muncul dari balik pintu dapur sambil membawa sebuah coke, "Ciyeeeee, di anter Shane ya."
BERSAMBUNG