
"Pengen telpon aja. Ganggu kah??", Gaga rupanya mulai melakukan pendekatan ke Anna.
"Iya nih, aku lagi konsul sama dosen pembimbingku. Nanti aja ya", jawab Anna.
"Ohhh.. maaf An. Semoga berhasil ya. Nanti aku telepon lagi".
Klik... Telepon tertutup.
Anna membuka pintu pelan, dan melanjutkan konsultasi dengan dosennya.
***
Satu jam kemudian, mereka berdua keluar dari ruangan dosen.
"Abis ini mau kemana?", Shane secepat kilat bertanya.
"Mau senam Shane. Aku pergi dulu ya", Anna menjawab sambil berjalan meninggalkan Shane.
"Tunggu Anna!!!", Shane berteriak memanggil Anna.
"Haaahhh... ngagetin aja kamu ihhh!!!", hndphone Anna hampir jatuh ketika mendengar Shane memanggilnya dengan berteriak.
"Kuantar ya, lagian aku juga mau arah ke sanggar senam", mencoba mencari alasan agar Anna mau di antar.
"Oke Shane, makasih ya", Anna tersenyum manis membuat Shane terpesona, dan secara refleks tangan Shane mengelus-elus rambut Anna.
Kluntingg... kluntingg..
__ADS_1
Begitu masuk ke mobil, ada sebuah pesan masuk di ponsel Anna, "Udah selesai bimbingankah?, ketemuan yuk", bunyi pesan itu.
Anna langsung membalas, "Aku masih ada urusan, nanti aku kabari ya".
Shane melirik sebentar mencoba melihat ponsel Anna, "Siapa?".
"Oh.. dari gaga", Anna terlihat kikuk.
"Mau ngajak ketemuan dia?", Anna mengangguk pelan menanggapi pertanyaan Shane yang mendadak.
"Jangan temui dia!!!!", Shane tak percaya bahwa dia mengucapkan hal itu di depan Anna.
Rupanya Anna tak kalah kaget, matanya langsung tebelalak lebar, "Ehh.. kenapa gak boleh?".
Shane diam seribu bahasa, dia mencoba mengalihkan pembicaraannya, "Udah sampe, nanti aku jemput ya". Shane tersenyum penuh arti.
"Udah gakpapa nanti aku jemput. Dua jam lagi kan selesainya?", Shane tetap memaksa untuk menjemput Anna. Rupanya Shane takut kalau Anna bakal bertemu dengan Gaga.
"Ohhh oke Shane", Anna lebih penasaran kenapa Shane begitu ingin menjemputnya.
***
Dua jam telah berlalu. Mobil Shane sudah terparkir rapi di depan sanggar senam. Sesekali Shane melihat jam tangannya dan bergumam, "Udah dua jam lebih, Anna belum keluar juga".
Kriinggg...kriiing...
Isha menelpon Shane, tapi Shane tidak mau mengangkat teleponnya.
__ADS_1
Anna keluar dari sanggar senam, dia melambaikan tangan ke Shane, sementara tangan kirinya sedang meletakkan ponselnya di telinga. Ternyata Anna sedang berbicara di telepon.
"Ohh maaf ga, aku udah ada janji malam ini. Aku udah selesai senam, tapi ada janji lagi", rupanya Anna berbicara dengan Gaga.
"Yaaahh... kamu banyak janji ya seharian ini. Kalo aku main ke rumah gimana? Boleh?", Gaga tidak kehabisan ide, dia terus melakukan upaya pendekatan kepada Anna.
Anna masuk ke mobil Shane, "Ohh mau ke rumah? Boleh kok, tapi kabari aku dulu ya kalo mau ke rumah".
Shane mendengar obrolan itu, dan matanya langsung menatap tajam ke Anna sembari menunjukkan ekspresi kesal.
"Ohhh God, Gaga gencar banget ndeketin Anna. Aku gak mau Anna deket sama dia", batin Shane.
"Oke Ga, bye", Anna menutup telepon dari Gaga.
"Yuk pulang Shane", Anna mengajak Shane segera pulang.
Shane tetap tak bergeming. Dia kelihatan seperti memikirkan sesuatu.
Buugghhhhhh....Tiba-tiba tangan Anna menggaplok lengan Shane. Seketika Shane langsung terkejut, "Aaargggggghh!!!".
"Ayok Shane pulang. Jangan ngelamun ah. Tau gak kamu aneh banget dari tadi siang".
Shane menatap Anna dengan lembut tapi tetap terdiam. Sementara Anna kelihatan salah tingkah di tatap seperti itu.
Anna mencoba mengalihkan pandangannya dari Shane, tapi tiba-tiba Shane memegang tangan Anna dengan lembut, menatap mata Anna dan berucap, "Kita pacaran yuk".
BERSAMBUNG
__ADS_1
Jangan lupa save di rak buku dan kasih like ya. Thank u ❤️