Cerita Cinta Bersamamu

Cerita Cinta Bersamamu
92. Cerita Cinta Bersamamu


__ADS_3

"Ngapain Al senyum-senyum daritadi?." Anna terdengar penasaran.


"Engaaak.. Lagi bahagiaa!!!." Allia menjawab sambil mendekap Anna.


Mereka berdua bercengkrama menghabiskan waktu dengan duduk di tepi sungai sambil menikmati camilan.


*****


Satu minggu kemudian, nampak kehebohan melanda rumah Anna. Anna terbangun kesiangan. Alarm yang membangunkannya rupanya tidak mempan sama sekali.


Anna menuruni tangga dengan berlari, kemudian mampir ke meja makan menyapa orang tua dan adiknya.


Setelah menyapa, Anna buru-buru meminum susu dan mengambil roti isi selainya. Memakan roti dengan terburu-buru, "Kakak.. pelan dong makannya. Keselek tau rasa." Arsy mengomeli kakaknya.


"Buru-buru dek, nanti telat. Pah, Mah... Anna berangkat dulu ya." Anna salim dengan Papanya, "Doakan lancar ya Pa, trus ketrima."


"Iya sayang. Hati-hati ya, semoga lancar sukses." Papa melambaikan tangan dan tersenyum lebar.


****


Anna berlari-lari kecil menuju lobby kantor, sambil membenahi bajunya. Dia memakai setelan simple, atasan blouse polos berwarna hijau, dengan bawahan kulot katun warna hitam dan memakai flatshoes warna hitam.

__ADS_1


Anna nampak langsing dan terlihat tinggi. Dan nampaknya dari kejauhan ada sesosok pria yang tengah memperhatikan Anna sambil tersenyum tipis.


Di depan ruang interview nampak berjejer-jejer para pelamar kerja. Anna nampak gugup karena ini merupakan pengalaman pertamanya.


Satu persatu para pelamar di panggil untuk menjalani sesi wawancara kerja. Ada beberapa pelamar kerja wanita yang berbisik-bisik setelah keluar dari ruangan, "Tau gak, manager-nya ganteng banget. Duh semoga aku ketrima biar bisa terus ketemu sama dia."


"Woowww.. manager ganteng." Anna berdecak kagum dan sekaligus penasaran. "Banyak banget cewek-cewek yang memuji. Seperti apa sih gantengnya."


"Ibu Anna."


Anna tersadar dari lamunannya, "Oh.. iya saya."


"Silahkan masuk."


Suara itu tampak tidak asing bagi Anna, tapi dia masih belum yakin apakah itu suara yang dulu sangat di cintainya atau bukan.


Dengan perlahan kaki Anna melangkah masuk ke dalam ruangan. Pada saat kepala Anna mendongak dia melihat tiga orang duduk berjajar di belakang meja.


Anna memandangi mereka satu persatu, dan pandangan Anna terhenti dengan sosok tampan yang memakai kemeja berwarna biru, bermata tajam, dan tentu saja dia adalah sosok yang sangat dikenal Anna


"Hahhh... Shane." Anna terkejut dan memundurkan kakinya sedikit.

__ADS_1


Shane tersenyum dan mempersilahkan Anna duduk. Sekitar satu setengah jam Anna menjalani sesi wawancara kerja.


Setelah selesai, Anna bersalaman dengan ketiga pewawancara. Lalu Anna berpamitan dan keluar dari ruangan.


Belum hilang rasa terkejut Anna, "Hai.. apa kabar?."


Anna menghentikan langkahnya, kemudian menoleh, "Jangan pulang dulu. Tunggu aku di lobby." Shane memohon agar Anna menunggunya di lobby.


"Enggak. Aku mau pulang." Anna menjawab dengan ketus.


Anna melangkah meninggalkan Shane yang sedang berdiri di depan pintu. Sebenarnya dalam hati, Anna merasakan deg-deg an luar biasa karena setelah dua tahun akhirnya bertemu kembali dengan orang yang di cintainya.


"Kenapa harus dia yang jadi pewawancara sih. Aduhhh aku malu." Anna menutupi wajahnya yang memerah karena malu.


Anna duduk di sofa depan lobby kantor, "Aku duduk sini sebentar aja." Dia menghela nafas panjang sambil memperhatikan para pelamar yang lalu lalang.


Tanpa terasa dua jam telah berlalu dan Anna masih duduk di sofa itu sambil bermain ponselnya, "Anna." sebuah sapaan terdengar begitu halus dan lembut di telinga Anna.


Kepala Anna reflek mendongak dan sudah bisa di tebak siapa yang menyapanya. Sontak ponsel Anna terlepas dari genggaman Anna.


Braaaakkkk...

__ADS_1


Ponsel Anna jatuh ke lantai dengan keras.


BERSAMBUNG


__ADS_2