
Sementara itu Ray mendapati bahwa Anna sedang menghindarinya. Ray hanya bisa menghela nafas panjang. Dia menulis pesan ke Anna 'Kabari aku secepatnya ya sayang.'. Ray kemudian berjalan keluar ke ruang makan. Shinta sudah berada di rumah Ray dan duduk manis di ruang makan 'Sayang, ayo kita makan.'
'Kapan kamu kesini?.' Tanya Ray ketus. 'Barusan aja, tadi aku telepon mama, di suruh kesini nemenin kamu.' Shinta yang terobsesi dengan Ray dari kecil rupanya tidak sedikitpun menyerah meskipun Ray bersikap jutek padanya. Shinta terus menerus mendekati Ray, tidak menbiarkan siapapun mengganggu Ray. Rupanya dia baru tahu kalau Ray sudah punya pacar dari salah satu teman dekat Ray. Melihat sikap Shinta yang sangat ambisius, pasti Shinta sudah punya rencana yang jahat untuk Anna.
'Kenapa kamu membuntuti Anna, dia tidak tau apa-apa. Sudah kubilang aku yang akan nyelesein semuanya. Kamu gak perlu ikut campur.' tegas Ray. Anna memotong kalimat Ray 'Yaaaa yaaa aku tau, kamu udah janji ke aku beberapa bulan lalu, nyatanya sampe sekarang kamu masih pacaran sama si gendut itu.' Ray marah dan membentak 'Shintaaa... stop.'
__ADS_1
Shinta yang ambisius rupanya tidak mau mengalah 'Stop apa sayang?!!! Fakta kok kalo pacarmu gendut. Aku udah kasih kamu waktu berbulan-bulan ya buat mutusin dia. Tapi kamu ingkar janji. Kamu tau kan kalo aku tipe orang yang bisa berbuat apapun demi kita.'
Ray marah dan langsung meletakkan sendok garpunya, dia jadi tidak selera makan karena perkataan Shinta. 'Sayaang.. sayaaaang, makan dulu.' teriak Shinta. Tapi Rau tidak memperdulikan teriakan Shinta dan langsung menuju ke ruang perpustakaan.
Handphone Shinta berbunyi nyaring 'Haloo sayang ..' Shinta berbisik 'Nanti aku telepon ya, aku masih di rumah Ray. Kita ketemu yaa, aku kangen banget.' Rupanya Shinta punya pacar lain selain Ray. Mereka berencana bertemu secara sembunyi-sembunyi. Shinta memang cantik, menarik, tinggi semampai dan kaya raya. Tak heran jika banyak pria yang akan jatuh cinta padanya.
__ADS_1
Shinta rupanya tak menghiraukan Ray yang merasa risih karena pelukannya. Dia malah melanjutkannya dengan mencium leher Ray, Ray hanya diam membisu tak bergerak sama sekali. Shinta terus mencium leher Ray berkali-kali, sampai akhirnya bibir mereka berdua bertemu. Ray tetap diam membisu, dipikirannya dia hanya teringat dengan Anna, gadis yang sudah dipacarinya selama 5 tahun.
Shinta mengecup bibir Ray dengan lembut. Tangan Shinta melingkar di pundak Ray dengan mesra. Rupanya Shinta pantang mundur sebelum dia mendapat balasan ciuman dari Ray. 'Ayolah sayang, kiss me..' Ray menggeleng 'Kamu harus terima takdirmu kalau kamu harus menikah sama aku, sudah sejak lama ak mencintaimu.' Ray tetap diam membisu tidak membalas ciuman Shinta.
Tentu saja Shinta belum menyerah, dia tidak mungkin cepat menyerah begitu saja mengingat Shinta adalah tipe gadis yang akan melakukan apa saja untuk mendapat apa yang dia inginkan. Tiba-tiba tangan Shinta mendorong Ray dengan keras ke kursi. Seketika Ray terduduk di kursi kerjanya.
__ADS_1
BERSAMBUNG