Cerita Cinta Bersamamu

Cerita Cinta Bersamamu
52. Cerita cinta bersamamu


__ADS_3

Anna marah mendengar perkataan Shinta, tanpa di sadari dia mengeluarkan kata-kata yang lebih tajam, "Kamu yang kurang ajar!! Bukan aku!!! Inget itu. Kamu yang masuk ke dalam hubunganku sama Ray. Inget itu!!!".


"Enak aja kamu terus-terusan nyalahin aku. Sementara kamu sendiri merasa paling benar", Anna kembali mengomel.


"Aku ngeliat kelakuan selingkuh kamu di belakang Ray. Aku tau itu Nona. Tapi aku diam aja. Aku gak mau ikut campur urusan kalian. Kalian sudah ku anggap masa laluku!!!! Paham Nona??!!", Anna berkata dengan tegas. Di mengeluarkan semua uneg-unegnya di hadapan Shinta.


Shinta sangat terkejut karena ternyata Anna mengetahui dia selingkuh dari Ray, "Maksud kamu apa? Aku selingkuh apa? Kamu mau ngancem aku?? Haaaahhh!!!!".


"Aku bukan kayak kamu yang sukanya neror dan ngancem. Paham!!!?? Yang kurang ajar itu kamu bukan aku.", emosi Anna sudah tidak terbendung lagi.


"Ngapain kamu cari tunanganmu itu di sini. Kamu salah alamat. Aku bukan wanita murahan yang mengemis cinta tunanganmu itu!!", Anna melepaskan tangan Shinta yang mencengkeram tangannya dengan kasar.


Shinta tak terima dengan hempasan tangan Anna. Dia berusaha untuk mencengkeram lagi tangan Anna, "Kalo kamu bikin gaduh di sini, aku panggilin satpam", gertak Anna.


"Atau aku bisa ngasih tau Ray bahwa kamu selingkuh. Paham??!!! Dasar perempuan gila", Anna mengancam Shinta sambil berjalan meninggalkannya.


"Kamuu!!! Ngancam akuu?!!!. Aaaarrrghhhhhh..", Shinta merasa terpojok dan tidak mencegah langkah kaki Anna yang masuk ke dalam rumah.


"Pak.. tolong suruh perempuan itu pergi", pinta Anna kepada satpam.

__ADS_1


Lalu satpam segera memberitahu Shinta untuk segera meninggalkan rumah itu.


Anna masuk ke dala rumah dengan amarah yang memuncak. Dia berusaha menahan kemarahannya selama ini.


Tapi rupanya hari ini dia tidak lagi bisa menahan semua amarahnya. Perlahan dia membuka pintu balkon kamarnya.


Dia berdiri di balkon sambil menatap langit malam bertabur bintang. Sepertinya Anna sedang memikirkan sebuah rencana.


"Aku bener-bener marah. Selama ini aku diam. Tapi perempuan itu terus menggangguku. Apa aku harus memberitahu Ray tentang perseligkuhannya??", Anna berpikir keras.


Tokk tookk tookk.....


Ternyata bibi yang mengetuk pintu kamar Anna, "Non.. Ada surat. Tapi gak tau dari siapa".


"Oh iya bi. Bibi dapet dari siapa?", Anna penasaran dan bertanya kepada bibi.


"Dari pak satpam non. Cuma pak satpam juga gak tau ini darimana. Katanya tadi ada anak kecil yang nganter", bibi dengan hati-hati menjelaskan panjang lebar tentang asal usul surat itu.


"Oke bi. Makasih ya. Oh ya bi, bawakan segelas teh hangat dong", Anna meminta tolong kepada bibi.

__ADS_1


"Baik non", bibi bergegas keluar dari kamar Anna.


Lalu Anna membuka surat itu dengan ragu-ragu. Dalam hatinya dia sudah menebak bahwa surat misterius itu pasti dari Shinta.


Anna membaca isi surat itu dengan hati-hati, "Jangan macam-macam!!! Atau kamu gak akan selamat!!!".


Anna menghela nafas panjang dan kembali dudu di balkon kamarnya, "Sudah kuduga. Dia mengancamku".


Anna mengeluarkan ponsel dari saku celananya. Kemudian dia mulai mencari nomor telepon Ray, dan akan mengirim pesan ke Ray.


Nampak ada keraguan dari dalam diri Anna, "Apa ini satu-satunya cara?".


"Tapi cewek itu udah keterlaluan kalo gak aku bongkar kelakuan busuknya", Anna mantap mengirim pesan ke Ray.


Anna mengetik pesan itu dengan hati-hati sekali, "Maaf Ray kalau ganggu waktu kamu. Perlu kamu tau, Shinta selalu mengganggu dan mengancamku meskipun kita sudah tidak ada hubungan lagi. Aku cuma pengen kamu tau kalo tunanganmu tidak sebaik dugaanmu. Maaf".


Yang mengejutkan, Anna rupanya mengirim foto-foto ciuman Shinta dan Arnold di mobil ketika Anna dan Shane tidak sengaja melihat mereka berdua.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2