Cerita Cinta Bersamamu

Cerita Cinta Bersamamu
77. Cerita Cinta Bersamamu


__ADS_3

"Tapi saya sudah ada janji dan ada kerjaan tante. Hubungan saya dengan Isha juga sudah putus. Apa nanti gak jadi canggung kalo saya yang harus menemani Isha di sini.", Shane mencoba beralasan untuk menolak.


"Tante tau nak kalo kalian sudah putus. Tante mohon sekali lagi nak Shane. Pasti kalo nak Shane yang di sini, Isha bakalan lebih cepat sembuh.", mama Isha kembali membujuk Shane.


"Shane, please sekali aja temani aku.", Isha yang sedari tadi diam, kali ini mencoba merayu Shane.


Pada saat Shane mau menjawab, ponsel Shane berdering. Anna rupanya menelepon kekasihnya itu.


"Sebentar tante, saya angkat telepon dulu. Permisi.", Shane beranjak keluar dari ruangan, mencari tempat yang nyaman untuk menerima telepon dari Anna.


Ray duduk agak jauh dari kamar Isha, "Ya sayang. Udah nyampe?."


"Udah sayang. Cuma mau ngabari itu. Kamu gimana? Jadi bantuin papa?.", jawab Anna dengan manja.


"Ehm.. ini aku lagi ada perlu sebentar dengan teman. Mungkin nanti setelah selesai urusanku baru pulang ke rumah papa.", Shane menjawab dengan ragu.


Sebenarnya dia mau menjelaskan apa yang dia lakukan saat itu juga, tapi dia berfikir akan lebih tepat saat Anna kembali, jadi Shane bisa menjelaskan secara detail kepada Anna.


"Ada perlu apa? Dengan siapa?." Anna penasaran.

__ADS_1


Sebelum Shane menjawab, Anna sudah memotong pembicaraan, "Sayang, aku dipanggil mamanya Allia. Nanti aku telepon lagi ya. Jangan lupa makan ya. Muaah. Miss u."


"Ya sayang, kamu juga. Miss u too. Muaah.", Shane mencium ponselnya dengan keras, sampai tidak sadar kalau ada beberapa perawat yang lewat sambil senyum-senyum.


"Ahhhhh.. gimana aku njelasin ke Anna ya. Pasti dia bakal salah paham." Shane duduk termenung sambil berpikir.


Setelah hampir setengah jam duduk, Shane memutuskan untuk masuk kembali ke dalam kamar rawat inap Isha.


Shane berjalan dengan pelan setengah menunduk. Dari kejauhan tampak seorang wanita berjalan ke arah yang berlawanan dengan Shane.


Lalu wanita itu menghentikan langkahnya ketika matanya melihat Shane, "Eh itu kayak Shane. Ngapain dia di sini??."


Wanita itu hendak melambaikan tangannya untuk memanggil Shane, namun tiba-tiba dia mengurungkan niatnya karena melihat seorang wanita paruh baya keluar dari dalam kamar.


Setelah wanita paruh baya itu melangkah pergi, Shane kemudian masuk ke dalam kamar.


"Ngapain Shane masuk? Siapa yang sakit?.", wanita itu penasaran dan akhirnya membuntuti Shane. Dia berjalan menuju kamar yang di masuki Shane. Lalu berusaha untuk melihat ke dalam melalui kaca pintu.


Sekilas dia melihat wanita muda yang cantik berambut panjang berkulit putih berada di atas ranjang kamar rawat inap. Sementara Shane nampak duduk terdiam di sofa sebelah ranjang.

__ADS_1


"Hemmm.. siapa ya?? Bukan Anna. Apa kakaknya Shane yang sakit. Coba ak foto aja dulu, nanti aku tanyakan ke Anna."


Cekreekk...


Wanita muda itu memotret Shane dan Isha. Sementara di dalam kamar, Isha meminta tolong kepada Shane untuk mengupas buah-buahan.


Dengan berat hati Shane mengupas buah-buahan tersebut. Menyiapkan buah kupas untuk Isha. "Ini makan buahnya." , kata Shane dengan singkat.


Isha memegang tangan Shane dengan lembut.


Cekreekk...


Teman Isha berhasil memotret mereka berdua lagi.


"Makasih banyak ya Shane. Ternyata kamu masih perhatian sama aku. Aku tau kamu masih sayang sama aku."


Shane dengan cepat melepas genggaman tangan Isha, " Aku di sini karena permintaan mamamu. Bukan karena kamu Sha."


****

__ADS_1


Di luar, teman Isha masih mengintip ke dalam kamar, "Ehhh.. kok mereka pegangan tangan??"


BERSAMBUNG


__ADS_2