Cerita Cinta Bersamamu

Cerita Cinta Bersamamu
25. Cerita cinta bersamamu


__ADS_3

'Aku ngarang pa hehe.. tapi memang lagi badmood dia dari kemarin', terang Arsy ke orang tuanya.


'Sudah ayo makan, biar kakakmu makan di kamar aja', papa Anna melanjutkan sarapannya


Kemudian handphone nya berdering, 'Haloo Al.. ada apa?'. Allia langsung nyerocos gak karuan, 'Annaa... kamu sakit? Aku kesitu yaaa.. aduhhh aku kawatir nih An'.


Anna tertawa mendengar celotehan sahabatnya itu, 'Ihhhh kamu Al, udah gak usah ke sini, aku cuma gak enak badan aja pengen istirahat'.


Belum selesai Anna bicara, Allia sudah memotongnya, 'Kamu jarang sakit An, pasti ada apa-apa deh, yakin nih feelingku gak pernah salah'.


'Alliaaa... beneran aku cuma gak enak badan aja, udah kamu ke kampus gih. Aku mau tidur lagi, byeeee', Anna menutup telepon.


Anna kembali menenggelamkan wajahnya ke bantalnya, rasanya dia ingin menghilang dari dunia ini. Dia ingin segera lupa dengan Ray, masa-masa indah dengan Ray. Semua kenangan bersama Ray masih melekat di ingatannya.


Lalu perlahan-lahan Anna tertidur. Semua beban terasa lepas karena denga tidur Anna tidak memikirkan apa-apa.


'Aku hamil', dengan suara bergetar Shinta mengucapkan hal tersebut di telepon. Di seberang telepon Arnold terkejut bukan main, Kok bisa? Sama aku?'. Arnold tidak percaya dengan apa yang dikatakan Shinta.

__ADS_1


'Jelas sama kamu, ak bingung mesti gimana Arnold', Shinta semakin kebingungan.


Lalu mama Shinta masuk ke kamar perawatan sehingga membuat Shinta terkejut dan langsung menutup telepon.


'Sayang, kita keluar RS siang ini, mama sudah telepon Ray untuk jemput', mama melirik Shinta yang terlihat masih bingung.


'Oh iya ma, nanti aku telepon Ray', jawab Shinta sambil terus fokus dengan handphone-nya.


Sementara itu Ray memacu mobilnya pelan-pelan sambil menggerutu, 'Manja emang Shinta, pake minta jemput lagi, mana aku kudu meeting'.


'Kamu gak usah ke sini, aku mau pulang, nanti kita ketemu, byee'. Ray sepertinya penasaran Shinta sedang ngobroo dengan siapa, karena dari nada bicaranya, Shinta tidak sedang menelpon teman ceweknya.


Ray membuka pintu perlahan, seketika Shinta kaget dan buru-buru memasukkan handphone ke dalam tasnya.


'Sayaang, kamu udah dateng?' Shinta segera memeluk Ray erat. Yang di peluk sepetinya agak risih, 'Mama mana?'. Shinta langsung cemberut, 'Kok mama yang kamu tanyain sayang? Bukan aku?'.


Shinta menggelendot manja di pundak Ray, 'Ahh jangan gitu, nanti ada yang ngeliat'. Shinta bertambah cemberut karena Ray menolaknya, 'Ya gakpapa donk sayang, aku kan tunanganmu'.

__ADS_1


Shinta rupanya tidak melepaskan Ray, dia tambah erat memeluk Ray. Rupanya di balik pintu ada Arnold yang sedang megawasi mereka. Kaki Arnold sudah akan melangkah masuk ke ruangan, tapi kemudian dia mengurungka niatnya. 'Aku harus buat mereka gak jadi nikah!'


Arnold bergumam lirih, dia tidak rela melihat Shinta dengan lelaki lain meskipun dirinya juga sudah beristri. Kriiinghhh....kriiiinghhhh...


Tiba-tiba handphone Arnold berbunyi. Sontak Arnold kaget, begitu pula dengan Shinta dan Ray. Shinta melepaskan pelukannya dari Ray, 'Siapa di situ?!'


Shinta setengah berteriak, tapi Arnold sudah berbalik arah dan melangkah pergi. Ray yang penasaran langsung menuju ke balik pintu.


Rupanya Arnold sudah tidak terlihat lagi. 'Gak ada siapa-siapa, mungkin ada orang lewat'.


Shinta tetap penasaran dan bergegas ijin ke kamar mandi sambil mengantongi handphone-nya.


Shinta menelpon Arnold, tapi Arnold tidak mengangkat telepon dari Shinta. Shinta kembali menelpon Arnold berkali-kali, 'Ya haloo sayang..'


Terdengar suara Arnold di seberang telepon, 'Kamu baru dari tempatku Ar?' tanya Shinta dengan cepat.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2