Cerita Cinta Bersamamu

Cerita Cinta Bersamamu
16. Cerita cinta bersamamu


__ADS_3

Ray sepertinya masih bingung untuk menjawab pertanyaan calon mertuanya, 'Iya pa, nanti kami bicarakan lagi pastinya, sekarang saya masih sibuk menyiapkan proyek besar.' Papa Shinta tampak mengangguk-angguk, 'Baiklah, kita maunya jangan lama-lama, supaya kalian cepat pindah ke rumah baru, Shinta kayaknya juga pengen cepetan nikah.' Shinta tersipu malu mendengar kalimat dari papanya. 'Iya pa.'


Sementara itu Anna dkk baru akan sampai di tempat staycation mereka. Mereka sengaja memilih villa di tengah hutan pinus yang berhawa dingin. Selain menenangkan pikiran, bisa membuat mereka relax dan jauh dari hiruk pikuk keramaian kota. Anna dkk masuk ke villa, dan Allia langsung membagi kamar, 'Gaesss, kamar ada 3 ya, ak bagi aja ya, Aku sama Anna sekamar, Raya sekamar sama sabrina, dan coowk bertiga sekamar. Oke?.'


'Oke, siap.' seru mereka dengan antusias. Lalu masing-masing masuk ke kamar. Ternyata Anna tidak langsung masuk ke kamar, dia memilih menuju balkon untuk menikmati pemandangan. Anna melihat handphone-nya ada pesan baru, kemudian dia menghela nafas dan matanya kembali berkaca-kaca. Ternyata Shinta baru mengirim fotonya dengan Ray, 'Ray lagi di rumahku membicarakan pernikahan kami, menyerahlah Anna!!'.

__ADS_1


'Anna...mau teh hangat atau kopi??' sapa Shane dari belakang. Shane memandang mata Anna yang berkaca-kaca. Anna langsung menyeka matanya sebelum air mata jatuh ke pipinya. 'Kopi boleh Shane'. jawab Anna. Shane bergerak mundur, 'Oke, aku buatin ya'. Sebelumnya Shane rupanya mencari-cari Anna, dan melihat Anna berdiri mematung di balkon Villa.


Anna membalas pesan Shinta, 'Kamu siapa? beraninya cuma neror aja, dasar picik.' Anna geregetan deng teror pesan dari Shinta. Nada pesan handphone Anna kembali berbunyi, 'Kamu tau Ray sudah tunangan, tapi kamu tetep kekeuh gak mau pisan. Dasar rubah licik.


Kedua tangan Anna mengepal keras, dia sangat marah dan frustasi. Shane muncul dari belakang Anna, 'Kopi kopiiii....' Shane melihat wajah Anna yang tampak memerah dan penuh denga amarah. 'Yuuukk An, minum kopinya dulu biar rilex. Tujuan kita kemari untuk senang-senang, rilex Anna. Coba singkirkan dulu handphone atau apalah yang bikin kamu gak nyaman. Buat senyaman mungkin pas ada di sini biar kamu tenang, dan bila udah balik ke kota kamu siap menghadapinya.'

__ADS_1


Lalu Anna mengalihkan pembicaraan, 'Heeemm, kopinya enak Shane, menikmati kopi panas di tengah hutan pinus dan hawa dingin. Makasih ya Shane.' Shane hanya tertawa melihat Anna yang kembali ceria. Dari ruang tengah, Allia berteriak memanggil Anna, 'Annaaaaa, dimana kau? Ayook bantuin nyiapin bahan makanan.'


Anna spontan menjawab, ' Yaaaaa.. bentar Al, masih ngopi bentaar aja, abis ini aku kesana.' Shane dan Anna kembali tertawa, 'Allia si miss rempong'. celoteh Shane. Keduanya tertawa bersama. 'Maaf ya Shane, kamu liat aku lagi galau lagi. Bukan galau tapi frustasi. Kalau kamu di posisi ku, kamu bakalan gimana?'.


Shane terdiam sebentar sambil memikirkan sesuatu, 'Heeemm... aku bakal denger penjelasan dari Ray dulu lah, kalo emang bener yang di bilang cewek itu, yaa mau gimana lagi. Pasti susah kan mertahanin kamu sama Ray. Tapi menurutku di bicarain aja dulu baik-baik. Biar ada solusi'.

__ADS_1


'Ini tuh muncul tiba-tiba Shane, padahal hubunganku sama Ray udah 5 tahun. Aku akui selama pacaran memang Ray orang yang tertutup banget, belum pernah aku di bawa ke rumahnya atau di kenalin sama ortunya. Harusnya aku udah curiga, tapi entahlah kenapa aku bisa percaya banget sama Ray.'


BERSAMBUNG


__ADS_2