Cerita Cinta Bersamamu

Cerita Cinta Bersamamu
39. Cerita cinta bersamamu


__ADS_3

Lantas kepala Anna mendongak pelan. Sambil mengrenyitkan dahi, Anna berpikir dan menerka-nerka siapa cowok itu.


"Siapa ya?", Anna bertanya kepada cowok itu.


Cowok itu bertubuh kekar, menutupi wajahnya dengan masker dan berkacamata. Anna terheran-heran siapa cowok itu.


"Aku gaga, ingetkan?!!", sambil melepas maskernya, Gaga tersenyum dan mengulurkan tangan ke Anna.


Dalam hati Anna mengomel, "Aduuhh...ngapain harus ketemu dia sih, mana aku lagi jatuh. Gak lucu!!!".


"Kubantu berdiri An.. Apa kabar?", uluran tangan Gaga di sambut Anna. Anna kembali berdiri dan merapikan bajunya. Dia merasa malu karena jatuh di depan orang yang dulu sangat di kenalnya.


Ya... Gaga adalah mantan pacar Anna sewaktu bersekolah dulu. Mereka putus karena Gaga melanjutkan studinya ke luar negeri.


"Ehmm... kabarku baik-baik aja, kamu gimana Ga? kapan balik Indo?", sedikit banyak Anna juga penasaran dengan kondisi Gaga saat ini.


"Udah 6 bulan lalu aku balik Indo. Sekarang kerja di perusahaan Bokap, disuruh bantu-bantu gitu lah. Kalo kamu An?"


"Ehh.. aku masih skripsi. Kayaknya taon depan deh baru lulus. Oh ya.. aku pergi dulu ya, senang bertemu denganmu Ga", Anna mencoba menyudahi perbincangannya dengan Gaga.

__ADS_1


"Mau kemana?, aku antar boleh?. Aku juga mau minta nomermu ya.", Anna memberikan nomernye ke Gaga dan mau menjawab pertanyaan Gaga.


Tetapi tiba-tiba ada suara cowok yang menjawab, "Sori bro.. Anna pulang sama aku. Dari tadi kita barengan. Kenalkan namaku Shane", Shane tersenyum sambil mengulurkan tangannya ke Gaga.


"Shane... ??", Anna tertegun dan dibuat bingung oleh Shane.


Gaga akhirnya mengalah dan merelakan Anna pergi dengan Shane, 'Ohh.. oke bro. Anna nanti aku telepon ya. Bye cantik!!!".


Mata Shane menatap tajam ke Gaga. Rupanya dia cemburu kepada Gaga dan penasaran siapa cowok itu. Dia ingin bertanya kepada Anna, namun dia urungkan niatnya karena Shane tidak mau kalau Anna mengetahui Shane cemburu.


"Ayo..aku anter ke Allia", Shane menggandeng tangan Anna.


Shane yang grogi menjawab, "Kasian ah, anak gadis tak tinggalin sendiri di jalan. Ntar aku di marahin mama papamu".


"Uuuuuuww dasaaar!!!"


Mereka berdua berjalan menuju mobil Shane. Setelah itu bergegas ke kos Allia.


***

__ADS_1


Tiiitt tiii tuutt tiiiit tuuttt... Shinta memencet kode pintu apartemennya. Kemudian pintu terbuka. Dengan kaki agak pincang karena terjatuh tadi, Shinta dan Ray masuk ke dalam apartemen.


"Aku pulang. Istirahat aja. Dan aku minta tolong Shinta. Jangan kamu ulangi perbuatanmu tadi. Jangan bikin malu aku di depan orang banyak. Dan tolong jangan ganggu Anna. Aku sama dia udah putus. Paham kamu?!!", Ray menggertak dan menunjuk wajah Shinta dengan telunjuknya.


Bukan Shinta namanya kalau tidak manipulatif, "Arrgghhhh... sakiitt banget kakiku".


Shinta mengerang kesakitan sambil memegang pergelangan kakinya, "Aduuuhh... kakiku sakit banget Ray. Tolong ambilkan obat di kotak obat di sebelah meja sayang, please!!".


Ray berjalan mengambil obat, sementara Shinta dengan kaki pincang membuatkan Ray teh hangat. Shinta menoleh ke arah Ray, lalu dia memasukkan sesuatu ke dalam teh tersebut.


Setelah semua tercampur, Shinta menyuguhkan teh tersebut, "Minum sayang sebelum kamu pulang ya".


Ray mengangguk pelan dan mengoleskan obat ke pergelangan kaki Shinta. Sementara Shinta tersenyum licik sambil memandangi tunangannya tersebut.


"Sudah ku oles. Nanti pasti agak baikan, kamu pake istirahat dulu.", Sambil menyeruput teh bikinan Shinta. Sementara Shinta terus tersenyum penuh makna.


Beberapa menit berlalu, Ray mulai berdiri dan akan berjalan meninggalkan ruangan itu. Tetapi tiba-tiba kepala Ray terasa pusing sekali, pandangan mata Ray menjadi kabur dan Ray sempoyongan seperti orang mabuk.


BERSAMBUNG

__ADS_1


Jangan lupa save di rak buku kalian ya. Dan jangan lupa like novel ini. Makasih!!


__ADS_2