Cerita Cinta Bersamamu

Cerita Cinta Bersamamu
63. Cerita Cinta Bersamanu


__ADS_3

Ray terdiam mendengar penjelasan dari dokter. Lalu setelah diam beberapa saat Ray mencoba berbicara, "Baiklah dok. Akan saya pikirkan matang-matang dulu. Terimakasih dok."


Ray kemudian bersalaman dengan dokter, dan keluar dari ruangan.


Kemudian ponsel Ray berbunyi. Rupanya Airin menelpon Ray. "Ray.. maafin aku. Aku gak sengaja mendorong Shinta. Aku hanya membela diri."


Ray menghela nafas panjang, "Oke Airin. Gakpapa. Semuanya salahku. Sudah kamu gak usah merasa bersalah oke??".


"Maaf ya Ray. Kalo sudah senggang, temuilah aku Ray. Miss you..muaahhh." , kemudian Airin menutup telepon.


Ray terlihat mondar-mandir di depan kamar rawat Shinta. Lalu dia memandangi ponselnya. Mencoba mencari nama Arnold di kontak ponsel. Segera setelah menemukan nama Arnold, Ray akan menelpon Arnold.


Tapi tiba-tiba Ray mengurungkan niatnya, dia mondar-mandir kembali di depan kamar rawat Shinta.


"Temuilah kekasihmu, dia mengalami kecelakaan.", akhirnya Ray menulis pesan dan mengirimkan ke Arnold beserta nama rumah sakit dan nomor kamar Shinta.


Satu jam kemudian, sosok laki-laki bertubuh tinggi berjalan dengan cepat menuju sebuah kamar rawat inap.


Ray sedari tadi duduk diam di depan kamar, dan sengaja tidak masuk ke kamar Shinta untuk menghindari pertengkaran.


Dia melihat Arnold yang datang dengan wajah cemas, "Masuklah!! Dia ada di dalam. Aku serahkan Shinta kepadamu."

__ADS_1


"Tapi Ray..", Arnold mencoba mencegah Ray pergi.


"Kamu gak masuk? Dia tunanganmu Ray.", Arnold mencoba meyakinkan Ray.


"Ohh tidak.. Dia sudah bukan tunanganku lagi. Dia hamil anakmu. Tanggungjawablah Arnold. Aku akan mundur.", Ray menjelaskan dengan detail sambil berlalu meninggalkan Arnold yang diam mematung di depan kamar.


"Fiuuhhh... akhirnya aku terbebas dari wanita itu. Aku bisa kembali kepada Anna lagi.", Ray tersenyum sumringah sambil terus memikirkan Anna.


*****


Waktu sudah menunjukkan pukul 9 pagi. Anna sudah bersiap dengan celemeknya. Dia ingin memasak untuk Shane.


Sementara Shane masih tertidur pulas di sofa, Anna mulai memasak untuk kekasihnya tersebut.


Shane tetap memeluk Anna dari belakang, "No noo.. aku gak mau lepasin. Udah pesen aja gak usah masak."


Shane mencoba menggoda Anna. Tapi Anna tetap pada pendiriannya untuk memasak makanan biat Shane.


"Sudah mandi sana Shane.", perintah Anna kepada Shane.


"Mandi bareng yuk." cuppppp... Shane mencium bibir Anna lagi.

__ADS_1


Wajah Anna kembali memerah seraya mendorong Shane masuk ke kamar mandi agar kekasihnya itu segera mandi.


"Taraaaaaaaa...", Anna memberikan kejutan kepada Shane. Makanannya sudah tertata rapi di meja makan.


"Ayook Shane kita makan. Sudah siap nih.", Shane yang keluar dari kamar mandi takjub dengan semangat Anna dalam memasak dan menyiapkan makanan untuk dirinya.


"Makasih sayang. Nikah yuk!!!." goda Shane.


Anna tersenyum malu-malu karena Shane terus menggodanya. Kemudian mereka berdua menikmati makan pagi bersama.


Keduanya makan sembari mengobrol dan sesekali tertawa bersama. Nampak sekali mereka berdua menikmati waktu kebersamaan mereka sebagai sepasang kekasih.


"Nanti siang antar aku ke Allia ya. Biar ortuku gak curiga..", Anna merajuk kepada Shane.


"Nanti malem aja ya langsung kuantar pulang. Aku mau ngajak kamu beli sesuatu. Gimana?.", Shane juga mencoba merajuk kepada Anna.


"Heeemm.. aku pikir dulu deh. Kamu kan abis sakit sayang. Istirahat aja dirumah dulu."


Shane tetap pada pendiriannya, "Gak mau. Aku maunya jalan sama kamu. Aku udah sembuh kok sayang."


Kriinggg...kriingggg

__ADS_1


Kemudian ponsel Anna berbunyi, dan terlihat nyata kalau Ray sedang menelepon Anna.


BERSAMBUNG


__ADS_2