
"Huhhhh... kamu tetep aja ketus sama aku. Tapi gak papa, aku sudah berhasil mendapatkanmu. Sebentar lagi akan kubuat cerita yang lebih heboh antara kamu dan aku sayangku Ray", Shinta bergumam pelan sambil meminum teh panas.
***
Ray melemparkan tasnya ke kursi sebelah. Dia menghela nafas panjang dan berusaha menahan amarah. Berkali-kali tangannya mengepal dan meninju setir mobilnya.
"Siaall... aku sama sekali gak inget apa yang terjadi semalam. Shinta udah njebak aku rupanya. Bener-bener wanita licik!!!", Ray mengerang menahan amarahnya yang seakan-akan mau meledak.
Ray mengambil botol minum di sampingnya. Dia meminum air itu lalu mengatur nafas agar kemarahannya mereda.
Kepalanya dia sandarkan ke kursi mobil. Ray kemudian meraba-raba saku celananya, mencari handphonenya, "Haloo Nia, saya hari ini gak ke kantor ya, kalo ada yang urgent kabari lewat telepon saja", Ray menelepon sekretarisnya.
"Baik Pak. Oh iya Pak sebenarnya hari ini ada jadwal meeting di Sun Tower dengan klien, tapi kalau Bapak belum bisa hadir bisa saya re-schedule lagi", terdengar suara Nia di seberang telepon.
"Ya, kamu jadwalkan lagi aja Nia. Oke, makasih infonya. Saya tutup ya teleponnya".
Nada dering handphone Ray berbunyi, tampak di layar ada nama Shinta. Tapi Ray tidak menggubris telepon dari Shinta.
Dia langsung menginjak gas mobilnya dan keluar dari gedung apartemen Shinta. Sebenarnya Ray bingung dia mau kemana karena memang dia lagi tidak enak hati dan sedang marah atas apa yang terjadi tadi malam bersama Shinta.
__ADS_1
Rupanya Ray pergi ke Club menemui seorang temannya, "Haiiii broo... sini kutemani kau bersenang-senang. Bentar kupanggilkan tamu istimewa", Teman Ray yang bernama Darian terlihat melambaikan tangan pada seorang cewek cantik berbaju seksi.
Kemudian cewek seksi itu terlihat berjalan agak sempoyongan menuju ke Ray dan Darian.
"Hai Angel, kenalkan ini temenku Ray. Tolong temani dia bersenang-senang", Darian mengedipkan mata ke Angel di sambut senyuman memikat dari cewek itu.
Ray dan Angel tengah asik mengobrol, terlihat Angel sedang main mata dengan Ray, dan tangan Angel terlihat agresif denga megusap-usap kepala Ray. Lalu Angel berbisik mesra kepada Ray.
Dengan berjalan sempoyongan, kedua orang mabuk ini berangkulan satu sama lain dan masuk ke dalam sebuah ruangan.
Di ruangan itu mereka berdua saling melepas baju, berciuman panas. Dan pada puncaknya wanita penggoda itu berhasil membuat Ray tak berdaya dan memenuhi hasratnya.
Mereka berdua terlihat sangat menikmati adegan demi adegan bersama, penuh dengan erangan nafsu diantara keduanya. Mereka berteriak penuh nafsu.
***
Dengan ragu, Anna mengetuk pintu ruangan tersebut. Terdengar sahutan pak dosen dari dalam, "Ya.. silahkan masuk".
Klek...
__ADS_1
Perlahan Anna membuka pintu. Dengan langkah kaki pelan dan ragu Anna berjalan menuju meja Dosen Pembimbingnya.
Langkahnya terhenti karena dia juga melihat Shane sedang duduk di hadapan dosen itu.
"Lahhh... Shane juga dapet pembimbing pak Karya?", Anna mengrenyitkan dahi. Tetapi dalam hati sebenarnya dia merasa senang karena bakalan bisa sering sama-sama Shane karena memiliki dosen pembimbing yang sama.
Ya... sebenarnya itu hanya alasan Anna saja agar bisa sering bertemu Shane.
"Silahkan duduk Anna. Nunggu giliran ya. Saya sedang diskusi sebentar dengan Shane".
Kriiingg...kriiinggg....
Nada dering ponsel Anna berbunyi. Shane melirik sekilas dan menatap tajam nama yang tertera di layar ponsel Anna. Ya ... tertera nama Gaga.
Shane lantas cemberut dan mulai gusar karena nama Gaga mengganggunua sejak dia mengetahui Anna bertemu dengan Gaga.
"Maaf Pak, saya angkat telepon dulu di luar", Anna berjalan pelan keluar ruangan dosen.
"Haloo Ga.. Ada apa telepon?", jawab Anna singkat.
__ADS_1
BERSAMBUNG
Hai teman-teman jangan lupa save novel ini di rak buku, atau klik like ya.. Atau dengan senang hati saya juga menerima bunga atau love dari kalian. Thank i