Cerita Cinta Bersamamu

Cerita Cinta Bersamamu
6. Cerita Cinta Bersamamu


__ADS_3

Di tempat lain, Anna berada di dalam mobil Shane, kembali menuju kampus. Dia tampak sibuk menelpon Ray. 'Halo, kamu dimana Ray?, bisa kita bicara?.


'Aku masih di rumah, nanti kita bicara'. Ray menjawab dengan nada datar. Anna hanya pasrah, dia ingin marah tapi tidak bisa marah.


'Anna, kalo pengen nangis, nangis aja. Luapin emosi kamu' Shane mencoba menenangkan Anna kembali.


Tiba-tiba air mata Anna jatuh, dia menangis sesenggukan. Dia tidak mengerti kenapa dia menangis padahal Ray belum menjelaskan siapa gadis itu. Shane memandang Anna dengan iba. Lalu Shane menyodorkan cokelat ke Anna, dengan sedikit bercanda Shane bilang 'Makan cokelat nih An, biar mood bagus.' senggol Shane sambil memberikan cokelat ke Anna.


'Issshh Shane ngajak bercanda yaa, yang ada aku malah tambah gendut hahahaha.' Anna tertawa riang. Shane tersenyum senang melihat Anna kembali ceria. 'Tapi its okay Shane, makasih ya cokelatnya.. Nanti biar aku semangat olaraganya, biar badanku langsing hehehe.'

__ADS_1


Shane terus memandang Anna, setidaknya Anna sedikit mulai riang setelah beberapa waktu lalu wajahnya murung. 'Shane, maaf ya kamu jadi melihat hal-hal yang sedikit membuatmu terganggu, maafin yaa.' dengan wajah memelas Anna memandang Shane.


'Aahh, sudahlah gakpapa kok. Kamu tenang aja. Gak masalah.' Shane menepuk-nepuk pundak Anna. 'Mau aku antar pulang An?, biar mobilmu nginep kampus aja?.


'Yang ada nanti aku gak dipinjami mobil mama nih kalau mobio gak tak bawa pulang.' Anna keluar dari mobil dan melambaikan tangan ke Shane 'Aku pulang ya, makasih tumpangannya Shane'. Shane tersenyum 'Hati-hati jangan ngebut.'


Rupanya Anna tidak mendengar kata-kata Shane. Dia melajukan mobilnya dengan kencang, menyetel musik dengan keras, dan menyanyi dengan keras pula. Jarak dari kampus ke rumah Anna memang tidak terlalu jauh. Sesampai di rumah Anna di sambut dengan sang adik, tapi Anna melewati adiknya 'Hai, aku pulang.' Anna berlalu melewati adiknya.


'Selalu begitu, ada masalah apasih dia sama aku.' gerutu sang adik.

__ADS_1


Anna menjatuhkan dirinya ke kasur empuknya. Dia terdiam membisu sambil memandangi handphone 'Sampai sekarangpun dia tidak menelponku' Tiba-tiba air mata Anna kembali terjatuh.. Dia menenggelamkan wajahnya di bantal sambil menangis tersedu-sedu.


Sementara di rumah Ray, orang tua Ray menyambut tunanga Ray dengan sukacita. Rupanya mereka sudah mempersiapkan makan malam mewah untuk Ray dan tunangannya. 'Aku mandi dulu, kamu langsung gabung sama mama papa aja' Ray berlalu meninggalkan tunangannya menuju kamar. Sesekali dia melirik handphone nya. Membuka pesan dan berniat mengetik sesuatu untuk dikirim ke Anna. Tapi ada keraguan, kemudian dia membatalkan niatnya.


'Nak shinta, mari duduk sini. Mama sudah meyiapkan makan malam untuk kalian berdua' Mama Ray menyambut Shinta dengan mata berbinar binar. 'Iya tante, waahh kalo tante yang masak pasti enak nih' rayu Shinta


'Gimana tadi, sudah belum cincin nya? tanya mama Ray. 'Belum ketemu model yang cocok tante, minggu depan kami coba liat-liat lagi tante, semoga ada yang cocok.' terang Shinta.


'Tante, aku ke kamar Ray dulu ya. Mau ambil barangku di tas Ray. Ray masih mandi kan?. tanya shinta. 'Iya, masih mandi. Udah ambil aja sana sayang, jangan sungkan-sungkan. Anggap rumah sendiri ya.'

__ADS_1


Shinta mengangguk dan berjalan menuju kamar Ray. Sementara Ray sedang mandi, rupanya Shinta mengambil handphone Ray di meja. Dia terburu-buru membuka handphone Ray dan segera mencatat nomor hp Anna. Dengan senyum licik dan puas, Shinta menaruh kembali hp di meja, dan secepat kilat keluar dari kamar Ray.


BERSAMBUNG


__ADS_2