
'Kamu becanda ya Sha?' , Shane mengejek perkataan Isha.
'Ohh gak Shane, aku serius. Kalo gak serius ngapain ak kembali ke Indo, padahal ak kuliah di Aussie. Demi kamu ak pindah kuliah ke sini.'
Rupanya Shane tetap tidak percaya, 'Kalo kamu serius, kenapa kamu mutusin aku tanpa alasa jelas Sha'.
Isha gelagapan mendengar kata-kata dari Shane, 'Ehmmm... maksudku, Ehmmm.. dulu ak pikir, aku akan stay di Aussie, makanya aku gegabah dengan mutusin kamu. Tapi ternyata aku gak bisa tanpa kamu Shane.'
'Ya benar Sha, kamu gegabah, kamu sembrono karena mutusin aku tanpa alasan. Itu sebabnya aku sakit hati dan gak bisa maafin kamu. Sorry Sha'.
'Tapi Shane........', mata Isha mulai berkaca-kaca, dan air mata Isha tumpah di hadapan Shane. Isha menangis dengan penyesalannya. Tapi rupanya tangisan Isha tidak meluluhkan hati Shane.
Dengan terbata-bata Isha bertanya kepada Shane, 'Trus apa karena Anna kamu gak mau balik sama aku Shane?'.
Pembicaraan mereka terputus karena pesanan Isha telah datang. Lantas Isha menyuruh Shane untuk memakan steaknya.
Mereka dua memakan steak sambil diam seribu bahasa. Shane dengan cepat menghabiskan steak itu, kemudian berjalan menuju kasir dan membayar pesanan Isha.
__ADS_1
Isha yang mengetahui hal itu langsung menegur Shane, 'Shane kenapa kamu bayarin? Aku yang nyuruh kamu ke sini'.
'Gak papa, anggep aja itu salam perpisahan dari aku. Aku masih ada urusan Sha. Bye. Terimakasih ya buat selama ini'. Shane melangkah pergi meninggalkan Isha, namun dengan cepat Isha memegang tangan Shane.
'Shane.. plis, dengerin aku. Aku khilaf aku salah. Aku minta maaf. Plis... aku mohon, aku mau kita balikan lagi. Aku sudah mengalah demi bisa di sini agar kita bisa bareng-bareng lagi'. Isha memohon kepada Shane.
Hujan mulai turun dengan deras, Isha menangis memohon kepada Shane. Tapi Shane tetap dengan pendiriannya, bahwa dia sudah tidak bisa bersama Isha lagi.
'Gak bisa Sha.. maaf'. Hanya itu yang terucap dari bibir Shane. 'Aku mohon kamu ngerti'. Shane kembali menolak permohonan Isha.
Di dalam restoran, Isha menangis tersedu-sedu, menyesali keputusannya yang salah.
'Haloo An.. maaf aku telat. Aku jemput sekarang ya'. Shane menuju rumah Anna, mengendarai mobil dengan pelan di bawah rintik hujan yang turun.
'Gpp shane, keputusanmu udah tepat. Mari tutup lembar masa lalu sama Isha. Sekarang mulai lembar baru. Pasti bisa!!'. Shane bergumam untuk dirinya sendiri.
Anna terlihat melambaikan tangan ke mobil Shane. 'Ngapain nunggu di luar An, hujan loo ini'.
__ADS_1
Anna menyeringai lebar, 'Kamu telat, udah keburu di mulai kelasnya'.
'Ya deh..maaf ya tuan putri', Shane menggoda Anna karena mulai cemberut. 'Abis kelas kamu kemana?', tanya Shane.
'Aku mau ke minimarket bentar, ambil barang-barangku. Aku mau fokus kuliah sama ngurusin badan aja... hahaha', Anna tiba-tiba tertawa.
Lalu Shane juga ikutan tertawa, dia rupanya senang melihat Anna kembali ceria. Sudah beberapa waktu sejak masalah menimpanya Anna terlihat murung, dan berat badannya turun drastis.
'Eh kamu tau gak Shane? Bb ku turun 10kg, Amazing kan.. Gak sia-sia aku diet sama rutin olahraga', Anna mengeluarkan cermin dan menatap wajahnya yang terlihat mulai tirus, kemudian Anna mengeluarkan lipstik warna nude, dan mengoleskan lipstik itu ke bibirnya yang mungil.
Shane melirik Anna yang sedang mengoleskan lipstik ke bibirnya. Sejenak Shane terpaku dan tiba-tiba jantungnya berdegup kencang, dia merasa Anna terlihat cantik sekali.
Anna yang tau kalau dia di pandangi Shane tiba-tiba mencubit lengan Shane, 'Kenapa, Aku cantik kan?' Anna tertawa riang.
Shane kembali merasa gugup luar biasa sambil jantungnya berdegup kencang. Dengan terbata-bata Shane menjawab pertanyaan Anna, 'Ehmm... Ehhhh... Ituuu..'.
BERSAMBUNG
__ADS_1