
Anna dan Shane masuk ke ruang tengah. Allia memandangi mereka dengan heran, 'Heyyyy... darimana aja ih berduaan?'. Allia sedikit cemberut, 'Lagi di balkon Al, ngopi. Aku ngantuk banget pengen tiduuurr. Abis hawanya mendukung buat malas-malasan sih.. hahaha'. Allia menimpali, 'Kamu tukang tiduurr An'. Mereka bertiga tertawa. 'Raya, Sabrina sama Arnold lagi keluar bentar, cari es degan katanya'. Shane menimpali, 'Niko mana?'. Allia menyahut dengan kesal, 'Tuuuuhh lagi molor di kamar'.
Anna dan Allia menyiapkan bahan-bahan untuk membuat tomyam serta daging panggang. Allia mengeluarkan kompor portable, dan segala macam peralatan dapur yang dibawa oleh Raya. 'Waaahh, si Raya kalo udah urusan peralatan dapur memang paling lengkap deh'. Anna membantu Allia menata peralatan dan bahan-bahan, 'Rajin dia memang Al, nanti kapan-kapan kita nge-grill di rumah Raya enak tuh kayaknya'.
Sementara itu, Ray berpamitan pulang kepada keluarga Shinta. 'Aku mau ikut kamu pulang sebenernya sayang, tapi aku ada kerjaan penting, maaf ya gak bisa nemenin'. Ray dengan wajah dingin menjawab, 'It's oke.. Aku pulang dulu'. Shinta mencium pipi dan bibir Ray, kemudian memeluk Ray dan melambaikan tangan ke Ray. 'Hati-hati sayaang...'.
__ADS_1
Ray menyetir mobil dengan sangat pelan, terlintas dalam pikiran Ray kalau dia akan mampir ke rumah Anna, karena Anna tidak bisa di hubungi, lebih tepatnya Anna tidak menggubris telepon maupun pesan dari Ray. Ray membelokkan mobilnya k arah rumah Anna, waktu menunjukkan pukul 5 sore, sesampai di depan rumah Anna, Ray berpapasan dengan Arsy. 'Kak Raaay, mau ke sini kah?, Kak Anna gak di rumah, lagi pergi staycation sama Kak Shane'.
Ray terkejut dan berhenti tepat di samping Arsy, lalu keluar dari mobilnya, 'Kemana Anna dek? sama Shane?'. Arsy gelagapan menjawab pertanyaan dari Ray, 'Ehh, maksudnya rame-rame gitu perginya, sama kak Allia, kak Raya, banyak kok. Mereka staycation di hutan pinus'. Raya melanjutkan lagi, 'Lah, emang kak Anna gak bilang ke kak Ray?'. Dengan tenang Ray berkata, 'Anna belum bilang, aku tadi telepon handphone-nya di matikan'.
Arsy yang penasaran langsung menjejali Ray dengan beberapa pertanyaan, 'Kok bisa?, teleponku di angkat kok, pesanku juga di bales. Kalian lagi berantem?'. Ray terkejut dengan pertanyaan spontan Arsy, 'Ahhhh enggak dek, beberapa hari ini aku sibuk sama kerjaan, belum sempet ketemu Anna. Oke kalo gitu kakak pulang dulu ya, gak mampir ya. Byee...'.
__ADS_1
Arsy bergumam dalam hati, 'Pasti mereka berdua lagi berantem, makanya kak Anna kabuuurrr sama temen-temennya'. Arsy meneruskan langkanya menuju minimarket dekat rumahnya sambil menelepon Anna, tapi handphone Anna ternyata di matikan. 'Hiihhh, nih orang kabur beneran deh'.
Shinta keluar dari rumahnya setelah Ray pergi, 'Mama, aku keluar dulu, ada kerjaan penting. Nanti aku nginep di rumah Elsa'. Mama menyahut dari ruangan tanamannya, 'Oke sayang, kenapa tadi gak di antar Ray aja?'. Shinta langsung mencari alibi, 'Ray ada urusan katanya, udah aku berangkat sendiri aja. Dadaaa maa..'.
Shinta memakai dress pendek di atas lutut berwarna hitam, dibalut outer rajut warna merah, dengan rambut panjang yang di gerai. Shinta memakai riasan tebal dan lipstik warna merah. Sambil mengeluarkan kaca, Shinta memuji dirinya sendiri, 'Cantik sekali aku hari ini, Arnold pasti udah nungguin'. Shinta mengeluarkan salah satu koleksi mobil mahalnya yang berwarna merah, melaju denga kencang di jalan sambil menyetel musik dengan keras.
__ADS_1
Shinta mampir ke salah satu store sepatu untuk membeli sepatu baru. Dia membeli sepatu mahal berwarna merah. Membayar dengan kartu kredit unlimitednya. Kemudian bergegas kembali masuk ke dalam mobil. Shinta mengeluarkan handphone-nya dan menulis pesan ke Arnold, 'Aku tunggu di hotel sayang, cepet datang ya!'. Sambil menunggu balasan dari Arnold, Shinta kembali mengoleskan lipstik merahnya ke bibir, 'Perfect!'. Triingg triiing, bunyi pesan masuk di handphone Shinta, 'Aku datang telat, ada urusan penting, tunggu ya sayang!'. Mata shinta melotot melihat balasan dari Arnold.
BERSAMBUNG