Cerita Cinta Bersamamu

Cerita Cinta Bersamamu
46. Cerita cinta bersamamu


__ADS_3

"Anak siapa?", tanya Ray dengan wajah datar, lalu dia melangkah keluar dari selimutnya.


Sesaat Shinta terkagum-kagum dengan tubuh Ray yang sempurna. Ray hanya mengenakan celana pendek saja, tanpa mengenakan atasan.


"Ya anak kamu lah, anak kita. Kamu lupa dengan apa yang kita lakukan beberapa minggu lalu? Waktu itu aku pas masa subur. Gak perlu nunggu sebulan, aku langsung melakukan tes. Dan hasilnya!!! Bisa kamu lihat sendiri kan sayang??", Shinta kembali menyodorkan testpack itu ke Ray.


"Tolong kamu keluar. Aku mau mandi", Ray menyuruh Shinta keluar kamar.


"Ngapain??!!! Aku udah tau semuanya, aku udah liat semuanya", Shinta tidak mau menuruti kata-kata Ray.


"Please, keluar Shinta!!! Tunggu aku di ruang tamu", Ray setengah menggertak Shinta dan tangan Ray menunjuk ke arah pintu.


"Oke..baiklah aku keluar. Okee!!!", wajah Shinta terlihat menahan amarah karena perlakuan kasar Ray.


Dengan kasar Shinta menutup pintu kamar Ray. Lalu turun ke bawah menuju ruang tamu. Rupanya bibi memperhatikan calon istri majikannya itu, "Cantik sih cantik, tapi dihh kasar banget. Kok mau-maunya mas Ray sama dia".


"Nona Shinta.. ini bibi bikinin teh hangat sama kue kesukaan nona", bibi menyodorkan segelas teh hangat dan sekotak kue untuk Shinta.

__ADS_1


Shinta hanya membalas dengan singkat, "Ya bi".


Beberapa menit kemudian Ray turun dan sudah memakai setelan baju golf. Ray membawa peralatan golf di punggungnya.


"Sayang . aku kemarin udah telepon mama papa, udah kasih tau mama papa kalo aku hamil. Aku mau pernikahan kita di percepat bulan depan", Shinta tiba-tiba menodong Ray.


"Kamu!!! Kenapa kamu selalu semaumu sendiri Shinta. Kamu selalu bertindak tanpa sepengetahuanku", Ray menunjuk wajah Shinta dengan tangannya. Kemudian tangan Ray mengepal menahan amarah.


"Kamu bilang apa Ray?? Bukankah kita berdua melakukannya suka sama suka??!!! Jika aku hamil, wajar kalo aku minta pernikahan secepatnya. Apa itu salah?? Sikapmu yang ketus sama aku yang bikin aku selalu marah", Shinta mengeluarkan semua emosinya dan mulai berteriak.


"Yaaa.. aku tau. Kita melakukan itu. Tapi harusnya kamu paham kalo masalah ini harus di bicarakan sama aku dulu. Baru kita bisa bilang sama orang tua".


Shinta memotong pembicaraan Ray, "Apa yang kamu masalahin lagi??? Kita di jodohin, kita mai menikah. Trus kamu masih mikir apa lagi? Jika aku hamil anak kamu, itu bonus. Tanpa hamilpun aku sama kamu juga akan tetap menikah".


"Kamu bisa diam??!!", Ray mulai terbawa emosi.


"Oohhh... kamu masih belum bisa lupain Anna mantan kamu. Kamu masih ngarep balikan sama dia??? Kamu liat sendiri dia udah punya pacar baru, yang artinya dia udah gak ada rasa, udah lupain kamu", Shinta terus saja mengoceh.

__ADS_1


"Kamu bisa diam, please?!!!!, Ray mengepalkan tangannya dan suaranya bergetar menahan amarah.


"Kamu mau ngerayu mantanmu lagi kah?? Biar bisa balikan lagi?? Masih gak terima kalo kalian udah bubar, gak bisa sama-sama lagi. Apa kelebihan mantan kamu dibanding aku. Dia gendut, tidak cantik, dari keluarga biasa".


"Udah ngocehnya??!! Bisa diam tidak??", Ray terus menanyakan ke Shinta apakah bisa diam atau tidak.


"Akuu??? Aku gak bisa diam. Dan aku gak mau di samain sama mantanmu, aku gak mau kamu terus mikirin mantan kamu. Paham kamu Ray??!!", Shinta berteriak histeris.


Bibi yang melihat pertengkaran itu semakin takut akan sikap calon majikannya, "Aduuhh... apa baiknya telepon Tuan sama Nyonya ya. Tapi nanti Tuan Ray marah kalo aku ngadu. Tapi nona Shinta nyeremin". Bibi kelihatan mondar-mandir kebingungan.


"DIAAAMM!!!", tiba-tiba Ray membentak Shinta.


BERSAMBUNG


Haaii guyss... jangan lupa save novel ini di Rak buku kalian ya.. Dan jangan lupa like atau kasih hadiah.


Salam dari new othor 😍

__ADS_1


__ADS_2