
Tiba-tiba pintu kamar terbuka dengan keras. Isha menerobos masuk ke dalam kamar dimana Anna tengah ganti baju.
"Tinggalkan Shane, Anna!!!.", Isha menyuruh Anna dengan nada tinggi.
"Bisa bicara dengan sopan kan Isha? Kenapa kamu harus membentakku?!! Apa hakmu meneriakiku, Isha?!.", Anna mencoba tetap tenang.
Shane berlari masuk ke kamar dan segera mendekat serta menggenggam tangan Anna.
"Sha.. kumohon pergilah. Kamu hanya perlu merenung dan menenangkan hatimu. Itu aja! Gak ada gunanya kamu teriak-teriak di sini. Aku tetap tidak akan kembali padamu.", Shane menegaskan sekali kepada Isha bahwa mereka tidak mungkin dekat seperti dulu.
"Kamu!!! Kenapa tega sama aku, Shane??.", Isha terisak-isak sambil terus memohon. "Kamu gak pantes buat Anna. Dia gak sebanding sama aku."
"Sebentar sayang. Aku akan bawa Isha keluar dari sini.", Shane memegang kedua tangan Anna, meminta ijin untuk membawa Isha keluar.
Anna mengangguk pelan. Lalu Shane menarik tangan Isha dan membawanya keluar dari kamar.
"Shaaaneee!!!! Lepasin!!!! Aku gak mau keluar dari sini.", Isha tetap meminta berada di apartemen Shane.
Karena Isha terus kehilangan kendali, akhirnya Shane mengancamnya, "Keluar sekarang atau aku panggil security!!!."
Shane tetap menarik tangan Isha dan menyuruhnya untuk keluar dari apartemennya, "Sudah cukup Sha. Hubungan kita sudah berakhir. Kamu jangan gila!! Jangan ganggu kami!!."
__ADS_1
Braaaakkkkkk...
Shane menutup pintu dengan keras. Saat itu juga Isha terduduk dan menangis sekencang-kencangnya di depan pintu sambil menggedor-gedor pintu.
"Shane!!!! Please!!! Aku gak bisa kayak gini. Anna gak pantes buat kamu. Aku yang seharusnya ada di kamar itu!!.", Isha memukul-mukul dadanya sendiri.
Sementara di balik pintu, Shane mendengar dengan jelas Isha meraung-raung memohon kepadanya. Shane menghela nafas panjang, lalu berbalik arah.
Dia melihat Anna berdiri mematung di depan kamar. Lalu Shane menghampiri Anna dan memeluknya dengan erat.
"Maaf ya.", cuma kata maaf yang keluar dari mulut Shane.
Anna menimpali permintaan maaf Shane dengan anggukan pelan dan bergumam, "Maafin aku juga."
Setelah mereda, Anna melepaskan pelukan Shane dan berkata, "Aku pulang ya. Gak usah di antar. Aku pengen pulang sendiri. Kamu istirahat aja."
"Aku mau ke bengkel sekalian. Kuantar ya.", Shane mencoba membujuk Anna. Tapi Anna tetap ingin pulang sendiri.
Shane akhirnya tidak bisa memaksa Anna. Lalu Anna berpamitan untuk pulang dengan naik taksi online.
Shane mencium dahi Anna dan melambaikan tangannya serta tersenyum lembut, "Hati-hati sayang."
__ADS_1
Sepanjang perjalanan pulang, Anna melamun dengan memandang jalanan yang macet. Lalu anna menghela nafas panjang, "Hari yang melelahkan. Ughhhh aku ingin berendam air hangat untuk meredakan stres gara kejadian sepanjang hari ini."
***
Pada hari-hari berikutnya, Anna di sibukkan dengan revisi-revisi dari sidang skripsinya. Begitu pula dengan Shane yamg telah menjalankan sidang skripsi dan setelahnya dipenuhi dengan revisi-revisi.
Mereka berdua jarang bertemu karena sama-sama sibuk. Mereka berdua hanya bertanya kabar dan melepas rindu melalui whatsapp dan telepon.
Akhirnya hari yang ditunggu-tunggu telah tiba. Anna dan Shane telah dinyatakan lulus kuliah.
"Ahhhhh lega yaa..", Allia menelepon Anna untuk mengucapkan selamat.
"Iya. Aku sama Shane sibuk sekali sampai lupa kencan hahaha.", celoteh Anna.
"Ehhh.. nanti malam makan bareng yuk. Ajak Shane jugalah itung-itung traktiran kalian jadian sama lulus barengan. Ya kaan??.", Allia mencoba merayu Anna agar mau mentraktirnya.
"Ohhh boleh. Aku coba telepon Shane dulu.", Anna dengan riang gembira menutup telepon Anna dan menelpon kekasihnya.
"Sayang, aku kangen. Nanti Allia minta di traktir. Jemput aku jam 7 ya.", Anna langsung mengajak Shane untuk bertemu.
BERSAMBUNG
__ADS_1
.
Maaf ya othor apdetnya gak tentu karena masih sibuk di dunia nyata. Othor usahain bisa sering-sering apdet biar kalian makin semangat baca novel pertamanya othor 🥰