
Di tempat lain, tepatnya di dalam kampus tampak Ray sedang menelepon seseorang dengan wajah cemas dan tidak nyaman.
Berkali-kali dia mencoba menelepon tapi rupanya teleponnya tetap tidak di angkat.
Beberapa menit kemudian, Ray melihat Anna dan teman-temannya melewatinya menuju ke depan ruang sidang.
Ray sengaja bersembunyi di balik mobilnya agar Shane tidak mengetahui kehadirannya, "Si Shane kenapa nempel terus sama Anna?.". Ray mendengus kesal.
Dia melihat Shane sedang pergi ke toilet meninggalkan Anna dan Allia di parkiran mobil. Secepat kilat Ray menuju ke tempat dimana Anna berdiri.
"Anna.", Ray memanggil Anna dengan lembut.
Sontak Anna menoleh dan betapa kagetnya Anna begitu mengetahui siapa yang berdiri di belakangnya.
"Aku mau bicara.", Ray mendekati Anna dan mengutarakan niatnya.
"Ehh.. sekarang? Ada apa? Aku lagi sibuk?.", Anna mencoba menghindari Ray sebisa mungkin.
"Anna.. Aku ke toilet dulu ya.", Allia yang mengerti situasi langsung bergegas menjauh dari mereka.
__ADS_1
"Waduh, gawat nih. Kalo Shane tau bakal marah besar nih dia. Apa aku telepon Shane aja ya? Lagian Ray berani-beraninya nyamperin Anna di kampus.", Allia menggerutu sambil berjalan menuju ke toilet.
"Bisa bicara sebentar? Di sini gak nyaman. Ke cafe depan kampus mau?.", Ray mencoba membujuk Anna.
"Tapi aku sibuk Ray. Kamu liat kan aku abis sidang skripsi. Aku gak bisa. Kalo mau bicara di sini aja.", Anna menolak ajakan Ray.
"Please Anna. Ngobrol sebentar aja. Ada hal penting yang mau aku sampaikan.", Ray tetap pantang mundur.
"No Ray!!. Aku gak mau ada yang salah paham tentang kita. Waktu itu aku udah bilang kalo kita gak usah ketemu lagi.", Anna menolak dengan tegas.
"Tapi keadaan waktu itu dengan sekarang berbeda An. Please sebentar aja." Ray tetap memohon kepada Anna.
Shane keluar dari toilet, dalam perjalanan menuju ke tempat Anna menunggu, Shane bernyanyi kecil dengan hati senang.
Kemudian dari kejauhan dia melihat Anna sedang berdiri di depan pohon rindang dan menghadap ke arahnya. Shane hendak melambaikan tangan kepada Anna, tapi diurungkan niatnya karena Shane melihat seorang laki-laki yang sangat ia kenal.
Ekspresi wajah Shane mendadak kesal. Dia menghentikan langkahnya, dan mengawasi dua orang itu.
Dari kejauhan Anna dan Ray tampak mengobrol seperti biasa. Dan hal itu membuat Shane cemburu. Lalu sebuah sapaan membuat Shane menoleh, "Shane.. Ayo kesana.", Allia mengajak Shane menemui Anna.
__ADS_1
Allia sudah menduga bahwa Shane akan terbakar cemburu begitu melihat Anna bersama dengan Ray.
"Jangan emosi ya Shane. Tanya Anna dulu biar jelas. Oke!!.", Allia mengingatkan Shane.
"Iya, aku paham.", terdengar nada Shane yang kesal.
Lalu mereka berdua berjalan mendekati Anna dan Ray.
"Anna!! Ayo pulang.", Shane langsung mengajak Anna pulang.
Saat itu juga Ray menoleh dan melihat Shane yang sedang kesal, "Aku masih ada perlu dengan Anna. Jangan ikut campur."
Belum sempat Anna menjawab, Shane sudah angkat bicara lagi, "Sekarang kalo kamu ada perlu dengan Anna, harus ijin aku dulu. Paham?!!."
Ray rupanya tidak mau kalah, "Haah.. ijin kamu?? Memang apa hakmu?."
"Anna sekarang pacarku. Lantas kamu mau seenaknya sendiri sama pacar orang, sama cewek yang pernah kamu buat menderita??.", Shane berkata dengan lantang.
BERSAMBUNG
__ADS_1