
Tok ... tok ... tok ...
Seseorang mengetuk pintu kontrakan ayah Reyhan.Hari sudah mulai gelap,ayah Reyhan pun baru saja sampai di kontrakannya.Syukurlah,pabrik sudah mulai stabil.Jadi,ayah Reyhan seringkali pulang malam untuk lembur.
Ceklek
Seorang wanita muda,datang dengan raut wajah yang begitu cemas.Dia menangkupkan tangannya di depan dada,memohon pertolongan.
"Yah,tolong Milla!Sekali ini saja.Setelah ini,Milla janji nggak akan ganggu Ayah lagi!"mohon Camilla dengan air mata yang mengalir.
"Apa?"tanya ayah Reyhan singkat.
Camilla menghapus air matanya yang terus mengalir.Ayah sambungnya sudah benar-benar tidak peduli lagi dengannya maupun ibunya.Dia sadar,ini adalah balasan dari perbuatannya dan sang ibu di masa lalu.
"Yah,Ibu sakit.Tolong bujuk ibu agar mau dibawa ke rumah sakit!Ibu selalu nunggu Ayah di rumah,"ujar Camilla.
"Kenapa harus saya?Dia ibu kamu,"ucap ayah Reyhan.
Bahkan sekarang,ayah Reyhan tidak mau menganggapnya anak lagi.Pedih sekali rasanya hati Camilla.
"Ibu nggak mau,Yah.Milla sudah membujuknya,tapi Ibu keukeh,nggak mau berobat.Semakin hari,kondisinya semakin memburuk.Milla mohon,Ayah pulang dan bujuk Ibu untuk berobat!"mohon Camilla lagi.
Ayah Reyhan menatap Camilla dengan lekat.Dulu,putri sambungannya ini selalu mengenakan pakaian yang bagus, begitupula wajahnya selalu terlihat cantik karena perawatan yang dilakukannya.
Tapi, lihatlah sekarang,wajahnya sudah tak semulus dulu.Bahkan ada jerawat di sana.Pakaiannya pun sudah terlihat lusuh.Kulit yang dulu putih bersih,kini sudah agak menggelap.
"Ya,sudah.Ayo!"
"Terimakasih,Yah."
* * *
Sampai di rumah,Camilla mengajak ayahnya menuju kamar ibunya.Di sana terbaring wanita paruh baya yang terlihat begitu kurus tengah memejamkan matanya.
Nafasnya sesekali terlihat sesak.Ayah Reyhan begitu prihatin melihat kondisi wanita yang masih berstatus sebagai istrinya itu.Camilla mendekati ranjang, begitupula ayah Reyhan.
"Bu,ayah sudah pulang!Kita ke rumah sakit,ya!"bujuk Camilla.
Perlahan Bu Rosa membuka matanya.Seketika air matanya menetes.Bibirnya bergetar mencoba untuk mengucapkan sesuatu,namun terasa begitu sulit.
"Kamu harus berobat!Kamu nggak kasihan melihat putri kamu,"bujuk ayah Reyhan.
"Kamu siapkan baju Ibu kamu!Biar saya angkat ibu kamu ke mobil,"suruh ayah Reyhan.
Camilla mengangguk dan segera melakukan apa yang ayah Reyhan suruh.Ayah Reyhan menggendong tubuh ringkih Bu Rosa menuju mobilnya untuk dibawa ke rumah sakit.
* * *
"Sudah sejak kapan ibu kamu sakit?"tanya ayah Reyhan.
"Sudah tiga bulanan ini.Maaf,Milla dan Ibu selalu ngerepotin Ayah.Terima kasih,Ayah masih mau membantu Milla.Kalau Ayah mau pulang,Ayah pulang aja.Biar sisanya Milla yang urus,"ucap Milla tertunduk.
Camilla merasa malu meminta tolong pada ayah sambungannya itu.Mereka sudah sangat menyakitinya.Tapi,Ibunya cuma akan menurut pada ayahnya.Camilla menebalkan mukanya untuk menampakkan wajahnya di depan ayahnya lagi,demi ibunya.
__ADS_1
"Kamu punya uang untuk membayar administrasinya?"
"Milla akan pinjam di tempat Milla bekerja.Ayah nggak perlu cemas."
"Di pabrik,"ucap ayah Reyhan.
"Ayah tahu?"
"Hem.Sudahlah,Ibumu masih tanggung jawabku.Berdoa saja,agar keadaan Ibumu segera membaik."
* * *
Di dalam kamar putranya,Aiyla masih menyusui bayinya yang sudah berusia sepuluh bulan.Davian menghampiri istrinya yang memejamkan matanya sembari terus menimang Darren yang sedang menyusu.
"Baby nya sudah bobok,"beritahu Davian.
Aiyla membuka matanya dan melihat bayinya yang sudah melepas putingnya dari mulutnya.Jagoannya ini kuat sekali menyusu.
"Kamu tidur lagi,gih!"ucap Davian.
"Terus kamu?"tanya Aiyla.
"Nanti aku nyusul.Darren baru memejamkan matanya.Tidurnya belum begitu pulas."
"Ya,sudah.Aku ke kamar duluan!Selamat malam,jagoan."
Setelah mengecup pipi putranya,Aiyla pergi ke kamarnya melalui connecting door.Davian pun kembali menimang putranya sampai benar-benar tertidur dengan nyenyak.Baru ditaruhnya di box bayi.
"Sayang,kamu nggak apa-apa?"cemas Davian.
"Nggak apa-apa.Tadi gelasnya licin,jatuh deh jadinya,"jelas Aiyla.
Aiyla membawa pecahan gelas itu ke dapur dan membuangnya lalu kembali lagi ke kamar.
"Kamu yakin nggak apa-apa?"
"Iya ...."
"Tapi,muka kamu kelihatan cemas.Ada apa?"
"Kelihatan banget ya?"
"Hem.Ayo cerita,ada apa?"
"Perasaan aku tiba-tiba nggak enak.Seperti akan terjadi sesuatu,"cerita Aiyla.
"Nggak usah dipikirin!Berdoa saja,semoga semuanya baik-baik saja,"ucap Davian menenangkan.
"Aamiin."
Pagi yang cerah,di mansion papi Bara sudah terdengar suara tawa bayi.Semuanya kini berada di gazebo dekat taman di samping rumah.Mereka sarapan di sana sembari berjemur.
"Nona,ini handphone Nona bunyi,"ujar salah satu maid memberikan ponsel Aiyla.
__ADS_1
"Oh,terimakasih,Mbak."
"Iya,Nona.Permisi!"
"Siapa?"tanya Davian.
"Ayah.Assalamualaikum,Yah."
"Waalaikumussalam.Nak,Ayah ingin menyampaikan kabar duka,Ibunya Camilla meninggal dunia."
"Innalilahi wa inna ilaihi raji'un,kapan Yah?"
"Tadi malam,di rumah sakit.Ini Ayah dan Milla akan membawa jenazahnya ke rumah dan menyiapkan pemakamannya."
"Ya,sudah.Nanti Aiyla dan yang lain akan ke rumah."
"Hem, Assalamualaikum."
"Waalaikumussalam."
Sambungan telepon pun ditutup.Aiyla segera memberitahukan kabar duka itu pada semua keluarganya.Begitupula Billa dan Radit.
Semuanya pun ikut menyiapkan pemakaman Bu Rosa.Camilla terus saja menundukkan wajahnya.Air matanya tak berhenti mengalir.Sekarang,tinggal dia seorang di dunia ini.
"Jangan menangis lagi,Ibu sudah sembuh dari sakitnya,"Aiyla memeluk Camilla.
"Maafkan Ibuku,"ucap Camilla.
"Dia juga Ibuku dan aku sudah memaafkannya sejak lama."
"Terima kasih."
* * *
Lima tahun telah berlalu sejak kepergian Bu Rosa.Ayah Reyhan pun sudah kembali tinggal bersama Camilla dan suaminya.Pabrik juga sudah dipercayakan kepada suami Camilla.
Keluarga Adhitama sedang berkumpul di mansion papi Bara.Dua tahun yang lalu,Aiyla melahirkan anak keduanya yang berjenis kelamin laki-laki,Damian Adhitama.Sedangkan Radit,baru dikaruniai seorang putra.Dan kini,Billa tengah mengandung anak keduanya yang diprediksi berjenis kelamin perempuan.
Sementara itu,Fahri dan Jasmine sudah memilik anak kembar.Keduanya perempuan dan belum berniat untuk hamil lagi.
Akhirnya,semua orang mendapatkan kebahagiaannya masing-masing.Walau masih panjang perjalanan hidup yang akan mereka jalani,semuanya sudah mendapatkan pelajaran hidup yang akan menjadi bekal di masa depan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Alhamdulillah,akhirnya kisah Davian dan Aiyla selesai juga.
Terima kasih untuk teman-teman yang sudah meluangkan waktunya untuk membaca kisah ini.
Kalau ada kata-kata yang menyinggung atau tidak sesuai,maupun kesalahan dalam pengucapan dan penulisan,Mohon di maafkan,yah!!!🙏🙏🙏😁😁😁
Sampai jumpa di cerita saya selanjutnya ...
🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
__ADS_1