Cinderella dan Pangeran Pemaksa

Cinderella dan Pangeran Pemaksa
Maafkan Ayah


__ADS_3

Acara syukuran tujuh bulanan sudah akan di mulai,Aiyla melihat kembali ke arah luar jendela kamarnya.Mami yang baru masuk melihatnya dan mendekati Aiyla.Mami memeluk bahu Aiyla.


"Ajaklah ayahmu masuk!Ini juga calon cucunya,kan?"


Aiyla menatap Mami dengan mata yang berkaca-kaca.Betapa berat rasanya untuk melepaskan cerita masa lalu.Mami memeluknya sembari mengusap punggungnya,mencoba menenangkannya.


"Camilla saja kamu lepaskan,Ini ayah Aiyla sendiri.Relakan semua masa lalu yang menyakiti hati ini,"Mami menunjuk dada Aiyla.


"Bukankah bundanya Aiyla sudah bahagia di atas sana?Kamu juga bilang kan,kalau bunda kamu sudah memaafkan semuanya?"


Aiyla memang sudah bercerita tentang mimpinya yang bertemu bundanya kepada Mami.Aiyla mengangguk,air matanya pun jatuh.Mami mengusap air mata menantunya yang sudah dia anggap seperti anaknya sendiri itu.


"Terima kasih,Mami selalu memberikan kasih sayang yang berlebih untuk Aiyla.Aiyla sangat...sangat bersyukur Allah mengirimkan orang-orang yang baik dan penuh kasih sayang seperti kalian,"Aiyla mencium tangan Mami.


"Mami juga bersyukur masih diberi kesempatan untuk memiliki seorang putri cantik dengan hati yang baik seperti kamu,"Mami mengecup kening Aiyla.


"Sudah,sana hampiri ayahmu dan suruh ikut dalam acara!"


Aiyla mengangguk dan segera keluar.Dengan langkah pelan,Aiyla mendekati mobil ayahnya.Ayah Reyhan yang melihat Aiyla menghampirinya segera keluar dari dalam mobilnya.Setelah sampai pada ayahnya,Aiyla menatap mata ayahnya yang sudah menitikkan air matanya.Aiyla yang sudah merangkai kalimat yang akan dia ucapkan dalam otaknya menjadi buyar seketika.Keheningan tiba-tiba melanda diantara mereka berdua.


"Aiy-"suara ayah Reyhan seolah tercekat di tenggorokan.


Ayah Reyhan jatuh berlutut di hadapan putrinya itu.Air matanya pun mengalir begitu derasnya.Penyesalan,penyesalan ini begitu tampak di raut wajah tuanya.Aiyla yang terkejut menutup mulutnya dengan tangannya.


"Ayah tahu,ayah tidak pantas untuk mendapat belas kasih dari kamu.Tapi ayah akan tetap meminta maaf.Maafkan ayah yang sudah sangat jahat padamu dan bunda kamu.Ayah bahkan dengan teganya menuduh kalian sehina itu.Maafkan kebodohan ayah,"ayah Reyhan masih duduk seraya menangkup tangannya.


Aiyla termangu melihat ayahnya yang berlutut memohon maaf dengan berderai air mata.Aiyla cepat-cepat meminta ayahnya untuk berdiri.Aiyla tidak mau sampai ada yang mengambil keuntungan dari apa yang terjadi seperti yang dilakukan Camilla dan Mawar kemarin.


"Sebaiknya kita masuk.Acara syukuran akan segera di mulai,"kata Aiyla saat melangkahkan kakinya.

__ADS_1


Aiyla berjalan mendahului ayahnya.Sementara ayah Reyhan bingung harus ikut masuk atau tidak.Aiyla menoleh karena tidak mendengar derap langkah ayahnya.


"Kenapa?Ayah tidak mau ikut mendoakan calon cucu ayah,"sarkas Aiyla.


Ayah Reyhan tersadar dari lamunannya, mendekati putrinya dan menggeleng cepat.


"Bukan seperti itu."


"Terus,"rajuk Aiyla.


Aiyla memang sangat marah kepada ayahnya,tapi rasa sayangnya tidak pernah bahkan tidak akan pernah bisa hilang dari hatinya.


"Apa ayah pantas ikut dalam acara kalian?"


"Apa ayah benar-benar menganggap kalau Aiyla bukan putri kandung ayah?"air mata Aiyla kembali menetes.


"Maaf....maafkan ayah,"ayah Reyhan memeluk Aiyla ragu-ragu.


"Mau ke mana?"


"Mau menyusul istriku,Mi!"


"Nggak usah.Biarkan mereka!"


"Tapi,Mi.Aiyla istriku!"


"Iya,tahu.Terus kenapa?"


"Mami nggak lihat,mereka berpelukan."

__ADS_1


Mami menyentil kening Davian,"Pak Reyhan ayahnya.Sudah sana layani tamu yang datang!"


"Emangnya Davi pelayan."


"Kamu tuan rumahnya!"lagi-lagi Mami menyentil bibir Davian yang selalu menjawab omongannya.


* * *


Setelah acara selesai dan tamu sudah pulang silih berganti.Ayah Reyhan juga harus pamit untuk pulang.Walau masih malu dan canggung terhadap keluarga Davian,ayah Reyhan menghampiri keluarga Adhitama dan berpamitan.


"Pak Bara,maaf sekali lagi karena sudah dengan tidak tahu dirinya saya datang dan ikut dalam acara kalian,"ucap ayah Reyhan sungkan.


"Pak Reyhan jangan ngomong begitu.Saya yang harusnya meminta maaf,karena tidak memikirkan perasaan Pak Reyhan sebagai kakek dari calon cucu kita.Kami malah tidak mendatangi Bapak untuk memberi tahu tentang syukuran ini."


Ayah Reyhan menggelengkan kepalanya,"Saya mengerti.Kalau begitu,saya pamit dulu.Terima kasih untuk kesempatan ini,dan saya sangat......sangat berterima kasih kepada kalian karena sudah menghujani Aiyla dengan kasih sayang yang berlimpah yang tidak didapatnya dari ayahnya sendiri."


Ayah Reyhan pun berjalan ke luar pintu ditemani Aiyla dan juga Davian sementara yang lainnya pergi ke kamarnya masing-masing.Hari ini,Billa dipaksa Mama Salma untuk menginap.Bahkan Mama sendiri yang meminta izin kepada orang tua Billa secara langsung.


Dengan kecanggungan yang masih terasa,ayah Reyhan memeluk putrinya lagi.Setelah sekian lama menahan rasa rindu karena kebodohannya,akhirnya ayah Reyhan bisa memeluk putri kesayangannya kembali.


"Ayah pulang dulu!Maafkan ayah karena sudah membuat kamu menderita selama ini." lagi-lagi air mata itu jatuh.


"Maukah ayah berziarah ke makam bunda bersamaku besok?"tanya Aiyla penuh harap.


"Apa Ayah masih boleh ke sana?"


"Kenapa tidak boleh?"tanya balik Aiyla.


"Baiklah!Ayah akan menjemputmu besok."

__ADS_1


Aiyla mengangguk dan ayah Reyhan masuk ke dalam mobil.Saat Aiyla masuk,ayah Reyhan menatap punggung Aiyla yang semakin menjauh.Air matanya kembali jatuh tanpa bisa dicegah.Walau kata maaf belum terucap dari mulut putrinya,ayah Reyhan tetap bersyukur karena Aiyla sudah mau berbicara padanya.


"Maafkan ayah,putriku!"


__ADS_2