
Saat ini, Aiyla dan Billa sedang berada di pabrik ayahnya.Mereka diam-diam menemui seseorang yang benar-benar tahu siapa saja yang bekerja di sana.
"Pak Bima !"sapa Aiyla, mereka pun bersalaman.
"Eh,non Aiyla ! apa kabar,non?sudah lama nggak ke sini !"ucap Aiyla.
"Iya,pak ! Aiyla baik, sekarang sedang sibuk.Jadi, nggak sempat untuk main kemari."Aiyla berbasa-basi.
Pak Bima mengangguk,"Ini,non nyari bapak ?" Aiyla menggeleng cepat,"nggak,pak ! Aiyla menyodorkan sebuah foto seorang pria.Tadi, Aiyla menggunting foto bagian bundanya dan menyimpannya.Aiyla tidak sudi melihat wajah pria yang membuat nama baik bundanya tercoreng.
"Bapak tahu nggak siapa pria ini?"pak Bima melihat foto itu sembari mengingat-ingat.
"Sebentar ya non,bapak cari dulu !"pak Bima membuka file yang ada di laptopnya.Setelah mendapatkannya,pak Bima memperlihatkannya pada Aiyla dan Billa.
Aiyla memotret semua informasi yang tertulis di sana dengan ponselnya.
"Terimakasih yah,pak ! kita pamit dulu.Oh,ya.Jangan kasih tahu ayah ya pak kalau Aiyla ke sini nanyain tentang orang ini !"mohon Aiyla.Aiyla dan Billa pun segera pergi dari pabrik ayahnya itu.Sebenarnya pak Bima, ingin bertanya untuk apa anak Bossnya itu menanyakan karyawan pabrik yang sudah dipecat puluhan tahun lalu.Tapi,dia merasa itu bukanlah urusannya.
__ADS_1
Aiyla dan Billa berhenti di sebuah cafe untuk melihat kembali informasi itu.Sebelum ke pabrik,Billa mengambil motornya agar lebih mudah untuk ke mana saja.Sebenarnya Davian menyediakan mobil beserta sopirnya.Namun, Aiyla merasa tidak enak untuk menerimanya karena mereka belum mempunyai hubungan yang pasti.Aiyla membuka ponselnya.
"Dia sudah punya istri !"beritahu Aiyla.
"Tapi, kenapa dia malah mendekati bunda?"Billa bertanya heran.Aiyla mengangkat kedua bahunya dan menyandarkan tubuhnya pada sandaran kursi.
"Kamu tenang aja,kita akan tahu setelah bertemu dengan orangnya nanti.Sekarang kita harus mengisi tenaga dulu,biar kalo dia bohong,kita bisa hajar dia sampai mengaku,"hibur Billa dan segera memanggil pelayan untuk memesan.Aiyla tersenyum dan mengangguk.Aiyla harus Semangat untuk bundanya.
*****
"Boss, Aiyla dan Billa sedang tidak di apartemen !"beritahu Fahri.Tadi, bodyguard yang diperintahkan untuk menjaga Aiyla menelpon dan memberitahunya apa saja yang di lakukan Aiyla.
Davian mengangkat kedua alisnya,"ke mana mereka ?"
"Tadi mereka pulang ke rumah Billa untuk mengambil motornya terus mereka ke pabrik pak Reyhan, ayahnya Aiyla.Tapi, sepertinya pak Reyhan tidak mengetahui keberadaan mereka.Mereka cuma sebentar di sana."Davian mendengarkan Fahri tanpa memotong ucapannya.
"Mungkin Aiyla merindukan ayahnya dan ingin melihatnya tanpa diketahui,"lanjut Fahri.Davian mengangguk-anggukkan kepalanya dan menghubungi Aiyla.Satu menit,dua menit,tiga menit Aiyla tak mengangkat panggilannya.Davian mulai kesal dan hendak membanting handphone nya yang mahal.Fahri pun dengan sikap siaga hendak menangkapnya.Bossnya itu memang suka seenaknya, lumayan kan kalau dijual bisa nambah nominal pada buku tabungannya.Dan pada akhirnya pada menit ke delapan Aiyla mengangkat teleponnya.
__ADS_1
Aiyla :"Halo, assalamualaikum.Kenapa mas?"
Davian:"Waalaikumussalam,Kamu di mana?"
Aiyla :"Di cafe,lagi makan siang.Bosen di apartemen terus.Kenapa?"
Davian:"Nggak apa-apa.cuma pengen tahu keadaan kamu aja."
Aiyla :"Oh.Terimakasih sudah khawatir.Aku dan Billa sedang healing biar nggak stress."
Davian:"Ya sudah.Kalian hati-hati, jangan pulang malam."
Aiyla :"Iya, assalamualaikum."
Davian :"Waalaikumussalam."
Billa tersenyum senang melihat bestienya sudah mulai kasmaran.Sedangkan Fahri membuang nafasnya kasar mendengar Davian yang sedang asyik menelpon.
__ADS_1