
"Duduklah !"pinta papi Bara pada Aiyla dan Billa."Nggak usah tegang gitu,mami dan papi nggak gigit,kok."Mami Manda mencoba mencairkan suasana.Billa sih, biasa saja.Tapi, Aiyla yang deg-degan.Pengen ke toilet rasanya.
"Bisa tolong jelaskan,apa yang terjadi ?"tanya papi Bara to the point."Apa Davian yang memaksamu menikah dengannya ?"tanyanya lagi.
Billa menyenggol lengan Aiyla menyuruhnya menjawab.Setelah diam cukup lama dan mengucap bismillah, Aiyla pun memperkenalkan dirinya dan Billa dan menceritakan semua yang terjadi dari awal pertemuan mereka sampai mereka memutuskan untuk menikah pada hari ini.Aiyla juga menceritakan tentang ayahnya yang mengusirnya dari rumah karena sebuah foto antara dirinya dan Davian.Mami dan papi mendengarkan tanpa menyela sedikit pun.Mami dan papi saling pandang dan menyunggingkan senyum.Sebenarnya mami dan papi menyayangkan, kenapa hal itu harus terjadi.Tega sekali ayahnya itu.
"Kamu cantik !"puji mami pada Aiyla dengan membelai lembut rambutnya.Aiyla senang mendapat sentuhan itu.Sentuhan tangan seorang ibu.Aiyla rasanya ingin menangis karena teringat akan bundanya.Billa yang menyadari itu segera mengusap punggung Aiyla.Billa juga senang maminya Davian ternyata bukan tipe orang kaya yang angkuh.
"Kenapa ?"tanya mami yang melihat mata Aiyla berkaca-kaca.Aiyla menggelengkan kepalanya dengan senyumnya yang menawan.
"Apa kalian saling mencintai ?"tanya papi kembali.Aiyla bingung harus jawab apa.Apa mencintai seseorang semudah itu, pikir Aiyla.Aiyla memang tidak menceritakan tentang syarat yang diajukannya pada Davian.Mami dan papi mengerti, mungkin Aiyla belum memahami perasaannya sendiri.Mereka bertemu bahkan belum sampai dua bulan.Tapi,mami dan papi yakin kalau putranya mencintai gadis ini.Davian bukanlah pria yang mudah didekati.Tapi dengan Aiyla, dia lah yang memaksanya untuk mendekat.
Melihat Aiyla yang masih terdiam,mami menepuk tangannya pelan."Tidak apa-apa,mami dan papi setuju kok kalian menikah.Akhirnya ada perempuan yang mau dengan putra mami yang sudah matang tapi masih jomblo itu.Mami dan papi cuma sedikit kecewa tadi, masa' anaknya menikah mami dan papinya nggak di undang.Anak durhaka kan yah namanya ?"Aiyla dan Billa mengangguk dan tertawa mendengar kata-kata mami.
__ADS_1
"Jadi, sekarang kamu tinggal di mana ?"tanya papi.
"Aiyla tinggal di apartemennya bang Davian,om."beritahu Billa."Tapi om dan tante tenang aja, mereka nggak tinggal bersama kok.Saya yang nemenin Aiyla di sana,"jelas Billa takut mami dan papi Davian salah paham.Mami dan papi manggut-manggut.
"Baiklah biar mami dan papi yang mengurus pernikahan kalian !"ucap papi setuju Aiyla menjadi menantunya.Aiyla dan Billa saling tatap.
"Tapi om,tante...."Aiyla ragu untuk melanjutkan ucapannya."Nggak apa-apa, ngomong aja !"kata mami melihat keraguan Aiyla.Aiyla menarik nafas dalam-dalam dan membuangnya pelan.
"Panggil mami dan papi, sayang !"potong mami.
"Maaf m-mi, bukannya Aiyla ingin menceritakan keburukan tentang keluarga Aiyla sendiri,tapi Aiyla harus memberi tahu ini."Aiyla pun menceritakan tentang keluarganya.Namun Aiyla tidak memberi tahu tentang tuduhan ayahnya terhadap bunda Amine.
"Apa om dan tante masih mau Aiyla jadi menantu di keluarga kalian?apa kalian tidak akan malu kalau nanti orang-orang tahu asal-usul istri dari Davian Adhitama ?"tanya Aiyla setelah selesai menceritakan tentang kehidupannya.Aiyla baru terpikir tentang hal ini sekarang.Akan sangat egois kalau dia hanya mementingkan keadaannya tanpa peduli apa yang akan keluarga Davian hadapi nantinya.Papi dan mami tersenyum mendengar pertanyaan Aiyla, sepertinya Davian tidak salah pilih.
__ADS_1
"Kenapa harus malu? bukan mereka yang membiayai mami jalan-jalan keliling dunia,"jawab mami Aiyla dan Billa sampai bengong.
"Ha...ha...ha.....kamu tenang saja, ucapan nggak enak dari orang lain nggak perlu didengarkan.Mereka itu semakin diladeni semakin mencari celah kesalahan kita.Kamu cuma harus percaya pada Davian,dia tidak akan membiarkan orang lain menyakiti kamu,"jelas papi.Aiyla pun mengangguk.
"Ya sudah,kita keluar yok ! dari tadi pintu itu tidak berhenti digedor,"ajak mami.Davian memang terus menggedor-gedor pintu.
Saat pintu dibuka, Davian langsung menghampiri Aiyla."Mami,"papi nggak meminta kamu meninggalkan mas,kan?"
Mami dan papi menggeleng jengah mendengarnya dan pergi ke ruang tamu diikuti Aiyla dan Billa.Mami dan papi malu rasanya punya anak lebay seperti itu.Davian yang ditinggalkan cemberut kesal dan menyusul mereka.
"Enak Fahri,pisang crispy nya?"sindir mami yang melihat Fahri enak-enakan makan.Padahal dia juga salah karena menyembunyikan hal sepenting ini.Fahri yang tak sadar dengan sindiran mami, malah mengangguk mengiyakan.
"Iya,Bu.Enak,"mami menepuk jidat Fahri.Punya anak bikin malu semua.Papi, Aiyla dan Billa tertawa melihat Fahri yang mengusap keningnya.
__ADS_1